Pilih Jadi Investor atau Trader Saham?


Dulu, bila mendengar kata “saham”, yang ada pikirkan saya adalah jual beli surat berharga. Beli ketika murah dan jual ketika mahal, seperti pikiran saya pada forex. Tapi sekarang pandangan saya berubah seiring dengan pemahaman saya tentang investasi saham.

Dalam artikel ini, saya ingin mengupas perbedaan cara pandang dan aktivitas pelaku pasar modal yang menempatkan diri mereka sebagai investor dan trader. Saya harap dengan adanya artikel ini, bisa memberikan gambaran tentang kedua posisi ini dan kamu bisa memilih ingin jadi investor atau trader saham.

Investor


Kata “investor” sudah jelas menggambarkan sebagai orang yang melakukan investasi. Di dunia bisnis, langkah kita membangun bisnis ada 2 cara, yang pertama kita membangun bisnis dari nol. Yang kedua, memiliki bisnis yang sudah berkembang dengan model dan manajemen yang telah berjalan.

Nah, seorang investor, dapat masuk ke bisnis yang baru di mulai atau bisnis yang sudah berjalan dengan sendirinya. Untuk investor pasar modal, mereka masuk ke bisnis yang sudah berjalan dengan membeli kepemilikan sebuah perusahaan melalui saham.

Seorang investor lebih berfokus pada fundamental sebuah bisnis. Seorang investor membeli saham dengan menilai kualitas usahanya, menganalisis laporan keuangan, dan menilai seberapa sehatnya perusahaan tersebut.

Biasanya, investor membeli dan menyimpan saham tersebut jangka panjang (tahunan). Seorang investor tidak peduli dengan penurunan atau kenaikan harga saham harian, karena fokusnya seorang investor ada pada value dan dividen tahunan.

Sederhananya, menjadi investor ini tidaklah rumit. Kamu cukup memilih perusahaan yang menurut kamu bagus, lalu membelinya dan tinggal tunggu pembagian dividen tiap tahunnya (laba perusahaan yang menjadi hak pemodal).

Trader

Istilah trader berarti orang yang melakukan trading, mereka yang bekerja dengan mengamati naik turunnya sebuah instrumen. Nah, dalam trading saham, seorang trader berfokus pada naik turunnya harga saham.

Ada banyak tipe trader di pasar modal, saya sendiri kurang mengerti. Beberapa yang saya tahu seperti scalper trader yang katanya sih melakukan transaksi jual-beli saham hanya dalam hitungan menit atau jam. Ada juga yang namanya day trader (trading harian) dan swing trader (membeli saham ketika harga murah lalu menunggu sampai ke titik resistensi).

Seorang trader lebih memilih menggunakan pendekatan analisis teknikal saat membeli sebuah saham. Dalam analisis ini, banyak sekali sub analisis dalam bentuk metode.

Banyak sekali tools di luar sana yang dapat digunakan untuk mendukung metode yang digunakan oleh trader. Saking banyaknya, saya sendiri mumet melihat cara kerja atau metodenya.

Oh ya, hal yang tidak kalah penting bagi trader adalah bentuk grafik dan candle stick yang muncul mengikuti harga saham. Ini ada ilmu tersendiri dan rasanya rumit untuk dipelajari.



Kalau kamu tidak percaya betapa rumitnya ilmu ini, coba saja ikuti diskusi online Ellen May di instagramnya. Ellen May dikenal sebagai penulis buku best seller tentang saham, saya melihat dia lebih senang dengan melakukan trading.

Saya pernah ikut diskusi online Ellen May sekali. Jujur saya rumit sekali memahami bagaimana Ellen May menjelaskan maksud dari gelombang grafik sebuah saham. Ada titik dimana kita harus beli, ada titik dimana kita harus jual, ada titik kita belinya setengah, dan banyak lagi.

Bagi seorang trader, bentukan gelombang di monitor harga memiliki sebuah makna. Bahkan bentukan gelombang itu bisa membentuk sebuah gambaran hewan tertentu.

Di Indonesia, sebagian besar pelaku pasar modal lebih memilih menjadi trader ketimbang menjadi investor. Alasannya karena trader bisa menghasilkan return tinggi dalam waktu singkat, namun tentu lebih berisiko.

Untuk lebih memahami ilmu trading saham, kamu bisa membaca buku “Bandarmology” karangan Ryan Filbert atau buku “Smart Trader Not Gamblers” karangan Ellen May.

Saya ada di Posisi Mana?


Seperti yang sudah berulang-ulang saya katakan pada artikel-artikel sebelumnya, saya hanya berinvestasi pada instrumen yang memenuhi 3 kriteria. Yaitu modal, cash flow dan pendapatan pasif. Berpegang teguh pada kriteria itu membuat saya menjauh dari kerugian investasi.

Dalam investasi saham, saya cenderung lebih memilih menjadi investor saham jangka panjang. Hal ini menurut saya lebih aman dan lebih sederhana untuk saya pahami ketimbang menjadi trader.

Sekarang, dimana posisi kamu?

POSTINGAN TERKAIT

Posting Komentar