Tips dan Strategi Investasi di P2P Lending

Investasi di P2P Lending memang memberikan return (imbal hasil) yang lumayan tinggi, lebih tinggi daripada Deposito, Obligasi, dan Reksadana Pendapatan Tetap. Namun perlu di ingat, semakin tinggi return sebuah investasi, maka semakin tinggi pula risiko yang mengiringinya.

Kali ini saya ingin membahas tips dan strategi investasi di P2P Lending. Ini bukan panduan, cuma tips berdasarkan pengalaman pribadi. Kamu tidak harus mengikuti tips ini, namun paling tidak tips ini mungkin bisa menjadi tambahan wawasan dan tambahan referensi sebelum benar-benar terjun ke P2P Lending.

Baik, sebelum saya membahasnya, seperti biasa disclaimer dulu. Investasi P2P Lending adalah investasi yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi, kamu bisa saja kehilangan dana investasimu bila borrower mengalami gagal bayar. Diharapkan kamu sudah benar-benar mengerti mengenai P2P Lending sebelum kamu menginvestasikan dana.

Untuk yang belum tahu apa itu P2P Lending dan bagaimana cara kerja investasi ini, silahkan terlebih dahulu membaca artikel: P2P Lending (Peer-to-Peer Lending): Cara Kerja, Keunggulan, dan Risiko

Seperti pada artikel sebelumnya, saya sudah pernah mengatakan bahwa kunci utama dalam investasi P2P Lending adalah memilih penyelenggara P2P Lending itu sendiri. Kita harus benar-benar tahu mengenai siapa penyelenggara P2P Lending (seterusnya saya sebut Platform P2P Lending), bagaimana manajemennya, dan apa mitigasi risiko yang sudah mereka persiapkan.

Ada ratusan Platform P2P Lending, tidak semua bisa kita jadikan media perantara antara kita sebagai Lender (pemberi modal) dengan Borrower (peminjam modal). Bagi saya, Platform P2P Lending yang paling bagus manajemennya dan unggul di segala bidang adalah Investree. Namun kamu tidak harus sependapat dengan saya, kamu bisa mencari dan menilai sendiri Platform mana yang kira-kira cocok dengan kamu.

Supaya lebih mudah mencari Platform P2P Lending terbaik, lebih baik silahkan baca terlebih dahulu artikel: Daftar Platform Marketplace P2P Lending Terbaik.

Karena saya memilih Investree, maka tips dan strategi investasi di P2P Lending saya contohkan dengan menggunakan Investree. Kalau kamu penasaran kenapa saya pilih Investree, jawabannya karena investree hanya menerima Borrower korporasi dengan level nasional. Kalau borrower nya setingkat korporasi, biasanya risiko gagal bayar sangat kecil.

Selain itu, selama Investree berdiri belum pernah mengalami gagal bayar. Ini karena Investree memang menyeleksi Borrower dengan sangat ketat, sehingga kita hampir 100% menginvestasikan dana kita di Borrower berkualitas.

Oh ya, kamu juga perlu menyesuaikan kemampuan modal kamu berinvestasi. Tiap Platform P2P Lending memiliki syarat minimal pendanaan beda-beda, contoh Investree yang syarat minimal pendanaan sebesar Rp 1 juta dan Akseleran syarat minimal pendanaan hanya Rp 100 ribu.

Oke, saya ingin menunjukkan bagaimana strategi saya dalam investasi P2P Lending menggunakan Platform Investree.

Terlebih dahulu saya login ke dasbor Investree. Nah, dasbor Investree tampak cukup user friendly, tidak rumit untuk memahami. Misalnya, kamu ingin top up dana, kamu tinggal masuk ke laman Penambahan Pendanaan.

Nah, disana kamu akan menemukan akun virtual atas nama kamu. Gunakan akun virtual tersebut untuk menambahkan dana. Investree hanya menggunakan CIMB dan Danamon, kalau kamu mendaftar dengan bank lain akan dikenakan pemotongan. Kalau kamu serius gunakan Investree, lebih baik buka rekening baru saja, bank CIMB atau Danamon. Buka via Mobile Banking online.

Baca: 85 Daftar Bank di Indonesia yang Punya Mobile Banking

Selanjutnya, bagaimana kita memilih Borrower yang tepat untuk kita beri pendanaan?

Biasanya saya menggunakan empat kriteria Borrower:

Pertama, Borrower bukan berasal dari perusahaan komoditas dan tambang. Karena sektor ini biasanya sangat fluktuatif, saya takut bila ada masalah dengan hasil produksi perusahaan atau masalah dengan harga komoditas global, bisa mempengaruhi pembayaran Borrower.

Kedua, lihat riwayat peminjaman. Berapa kali Borrower meminjam dana? Apakah Borrower sering telat bayar atau tidak? Apakah pernah membayar lebih awal?. Saya lebih condong mendanai Borrower yang sudah sering meminjam dana di Investree (frekuensi peminjaman tinggi) dibandingkan dengan Borrower yang baru pertama kali meminjam dana. Saya juga lebih condong meminjamkan dana kepada Borrower yang tidak pernah telat bayar dan kalau bisa pernah membayar lebih awal.

Ketiga, lihat siapa Payornya. Ini opsional, cuma kalau Payornya BUMN, saya kurang suka, karena Payor BUMN sering sekali telat membayar. Namun tidak perlu khawatir, sejauh ini belum ada BUMN yang gagal bayar, lah kan plat merah.

Keempat, Risk Grade dan Jenis Tagihan. Saya hanya memilih yang Grade A+ dan A (risiko rendah) dan jenis tagihannya Invoice Finansing

Nah, coba saya ambilkan beberapa contoh Borrower.

Ini tampilan Borrower yang tersedia. Nah, saya coba lihat PT PEP, punya Grade A+. Saya rasa sudah masuk satu kriteria.

Ternyata Payornya PT AXA Mandiri, sebuah perusahaan asuransi patungan Bank Mandiri dan AXA. Ya, meskipun ada BUMN nya, saya rasa karena Bank masih okelah. Ini masuk kriteria saya.

Oh ya, sistem kerjanya. Setelah PT PEP menerima dana, lalu melakukan pekerjaannya. PEP akan memberikan laporan hasil kerja melalui Investree lalu Investree akan melakukan penagihan langsung ke PT AXA Mandiri.

Sekarang kita lihat riwayat peminjaman.

Pinjaman dalam penawaran 1, dan pinjaman yang sedang berjalan 27, pinjaman yang telah selesai dan tepat waktu sudah 2. Saya pikir ini cukup untuk dimasukkan kriteria.

Selain itu, PT PEP merupakan penyedia jasa outsourcing. Jadi kesimpulan saya, Borrower ini layak untuk diberikan pendanaan.

Nah, kira-kira begitu cara kita memilih Borrower yang tepat. Tapi jika kamu kesulitan dalam menganalisis Borrower, kamu cukup lihat Risk Gradenya saja, kalau A+, maka sudah cukup untuk kamu yakin memberikan pendanaan. Karena sejauh ini Risk Grade Investree sangat akurat dan belum pernah gagal bayar.

Oke, saya coba simpulkan bagaimana tips dan strategi investasi di P2P Lending.

  1. Pastikan kamu benar-benar memilih Platform P2P Lending yang punya sistem kerja dan manajemen yang bagus.
  2. Sesuaikan modal kamu dengan syarat minimal pendanaan dari Platform P2P Lending.
  3. Kalau bisa, buka rekening baru sesuai dengan rekening Platform P2P Lending. Supaya kamu terhindar dari uang potongan Bank ketika top-up atau mencairkan dana. Buka rekening baru zaman sekarang tidak harus ke Bank, bisa buka secara online.
  4. Pelajari dan analisis Borrower yang cocok untuk kita danai.
  5. Yang terakhir, pastikan kamu sudah siap mental sebelum terjun ke investasi yang punya risiko tinggi ini.

Itulah tips dan strategi investasi di P2P Lending, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *