Pengertian Saham, Keuntungan dan Kerugian dalam Investasi Saham

Di masyarakat, kata “saham” sudah tidak asing lagi. Banyak masyarakat yang sudah sangat mengetahui bahwa saham adalah bagian dari investasi, namun kenapa investor saham dalam negeri masih kurang dari 1% dari jumlah penduduk Indonesia?

Itu mungkin karena masyarakat hanya tahu kata saham namun tidak mengerti keseluruhan mengenai dunia saham. Ditambah lagi, saham dipandang negatif di masyarakat akibat ketidaktahuan mereka tentang saham.

Cobalah kamu bertanya pada orang di sekitarmu, apa sih saham itu. Mungkin mereka akan menjawab “jangan bermain saham, itu bisnis merugikan, risikonya tinggi, itu judi, saham itu haram”. Pokoknya semua yang negatif ada di saham.

Benarkah seperti itu? Jawabannya tidak benar. Saham tidak haram bila kita berinvestasi pada perusahaan yang bergerak di sektor yang halal. Lagi pula, mekanisme perdagangan jual beli saham sudah sesuai dengan prinsip syariah dan telah mendapatkan fatwa syariah dari DSN MUI no. 80 tahun 2011.

Saham menjadi judi jika kamu berspekulasi di pasar modal. Misalnya kamu membeli harga bottom (harga rendah) karena kamu yakin beberapa hari lagi saham tersebut akan naik harganya, itu mungkin kamu sedang berjudi. Nyatanya, perilaku spekulasi sudah ada dari dulu sebelum pasar modal lahir di dunia.

Namun, saya tidak pungkiri kalau instrumen saham masih menjadi instrumen yang paling memiliki risiko tinggi dibandingkan instrumen lainnya. Tapi bukan berarti kita tidak bisa meminimalisir risiko dalam berinvestasi saham.

Jadi, kalau kamu ingin belajar saham. Mari sama-sama kita kosongkan gelas, mencoba menerima pengetahuan dengan ikhlas dan terbuka untuk hal yang baru.

Pengertian Saham


Menurut Bursa Efek Indonesia, saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan yang merupakan klaim atas penghasilan dan kekayaan perseroan. Artinya, dengan membeli saham perusahaan, maka kita menjadi pemilik perusahaan tersebut. Perusahaan yang sahamnya dapat dibeli di Bursa Efek Indonesia disebut Perusahaan Tercatat.

Jadi saham ini adalah salah satu produk yang diperjual-belikan di industri pasar modal yang dikelola oleh Bursa Efek Indonesia. Selain saham, produk investasi lain yang termasuk pasar modal adalah obligasi dan Reksadana.

Dalam berinvestasi, tentu tujuan kita adalah memperoleh keuntungan atau imbal hasil. Keuntungan yang di dapat pada instrumen saham jauh lebih baik di bandingkan keuntungan instrumen investasi lainnya.

Keuntungan (Return) Saham


Di saham, kita bisa mendapatkan dua return. Yang pertama dari Capital Gain , dan yang kedua dari Dividen.

Capital Gain

Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh ketika penjualan aset modal (saham) mempunyai harga jual yang lebih tinggi daripada harga beli. Sederhananya, capital gain yakni keuntungan yang bisa kamu dapat dari kenaikan harga dari harga beli ke harga jual.

Contoh, kamu membeli 100 lembar saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. dengan harga Rp 200 perlembar saham, artinya kamu perlu mengeluarkan modal sebesar Rp 20 ribu (100 x Rp 200). Lalu dua minggu kemudian, ternyata harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. naik menjadi Rp 250 perlembar saham. Melihat harganya naik, kamu menjual 100 lembar saham Garuda yang kamu miliki. Maka kamu mendapatkan uang sebesar Rp 25 ribu (100 x Rp 250). Nah, selisih harga jual dan harga beli inilah yang disebut capital gain.

Namun, yang perlu kamu tahu, capital gain baru benar-benar kamu dapatkan apabila kamu sudah menjual saham tersebut. Artinya, selama kamu masih memegang saham tertentu, meskipun di saat itu harga jual lebih tinggi dari modal awal, hal itu belum dapat dikatakan sebagai capital gain.

Dividen

Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Pembagian ini akan mengurangi laba ditahan dan kas yang tersedia bagi perusahaan, tetapi distribusi keuntungan kepada para pemilik memang adalah tujuan utama suatu bisnis.

Contoh pembagian dividen tunai. Kamu membeli 100 lembar saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Selama setahun, ternyata PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memperoleh keuntungan. Nah, dalam rapat umum pemegang saham diputuskan untuk membagikan sebagian keuntungan ke pemilik saham. Misalnya keuntungan yang dibagikan perlembar saham yakni Rp 10. Berarti dividen yang kamu dapat adalah 100 x Rp 10 = Rp 1000.

Dividen dapat dibagi menjadi empat jenis:

  • Dividen tunai; metode paling umum untuk pembagian keuntungan. Dibayarkan dalam bentuk tunai dan dikenai pajak pada tahun pengeluarannya.

  • Dividen saham; cukup umum dilakukan dan dibayarkan dalam bentuk saham tambahan, biasanya dihitung berdasarkan proporsi terhadap jumlah saham yang dimiliki. Contohnya, setiap 100 saham yang dimiliki, dibagikan 5 saham tambahan.

  • Dividen properti; dibayarkan dalam bentuk aset. Pembagian dividen dengan cara ini jarang dilakukan.

  • Dividen interim; dibagikan sebelum tahun buku Perseroan berakhir.


Perusahaan bisa saja tidak membagikan dividen walau memperoleh laba, jika dalam kasus perusahaan ingin menggunakan laba perusahaan untuk melakukan ekspansi atau pengembangan usaha.

Setelah tahu saham ini menguntungkan, tapi tetap ada dong kerugiannya? Ya jelas ada. Seperti yang sudah saya katakan, investasi saham merupakan investasi paling tinggi risikonya. Tapi sebelum itu, kita harus tahu apa sih kerugian dalam investasi saham.

Kerugian Saham


Seperti halnya keuntungan, kerugian saham juga ada dua. Yakni Capital Loss dan Risiko Likuiditas.

Capital Loss

Capital loss merupakan kebalikan dari capital gain, bila capital gain adalah keuntungan dari selisih harga beli dengan harga jual, capital loss merupakan selisih rugi dari harga beli dengan harga jual. Maksudnya harga beli lebih tinggi dibandingkan harga jual.

Contoh, kamu membeli 100 lembar saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. dengan harga Rp 200 perlembar saham, artinya kamu perlu mengeluarkan modal sebesar Rp 20 ribu (100 x Rp 200). Lalu dua minggu kemudian, ternyata harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. turun menjadi Rp100 perlembar saham. Melihat harganya terus turun, lalu kamu menjual 100 lembar saham Garuda yang kamu miliki. Maka kamu mendapatkan uang sebesar Rp 10 ribu (100 x Rp 250). Kamu mengalami kerugian sebesar Rp 10 ribu. Nah, selisih kerugian harga jual dan harga beli inilah yang disebut capital loss.

Risiko Likuidasi

Menurut KBBI, likuidasi adalah pembubaran perusahaan (bangkrut) sebagai badan hukum yang meliputi pembayaran kewajiban kepada para kreditor dan pembagian harta yang tersisa kepada para pemegang saham.

Baik. Kamu sudah memahami apa itu saham, bagaimana kita mendapat keuntungan dari saham dan apa kerugian yang bisa di timbulkan dalam berinvestasi di instrumen saham.

Selanjutnya, siapa saja yang berperan dalam jual-beli saham?

Pelaku Saham


Dalam dunia saham, ada banyak yang terlibat didalamnya. Siapa saja?

Investor

Investor adalah pihak yang menanamkan modal, baik perseorangan maupun lembaga, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Di pasar modal, lembar saham menjadi bukti kepemilikan sebuah perusahaan. Bukti kepemilikan dari lembar saham ini yang menjadikan ia sebagai investor.

Emiten

Emiten adalah perusahaan yang akan melakukan penjualan surat-surat berharga atau melakukan emisi (mengumpulkan modal) di bursa. Dalam melakukan emisi, para emiten memiliki berbagai tujuan dan hal ini biasanya sudah tertuang dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), antara lain :

  • Perluasan usaha, modal yang diperoleh dari para investor akan digunakan untuk meluaskan bidang usaha, perluasan pasar atau kapasitas produksi.

  • Memperbaiki struktur modal, menyeimbangkan antara modal sendiri dengan modal asing.

  • Mengadakan pengalihan pemegang saham. Pengalihan dari pemegang saham lama kepada pemegang saham baru.


Bursa Efek Indonesia ( BEI / IDX)

Bursa Efek Indonesia merupakan tempat atau wadah bagi para pelaku saham untuk memperdagangkan/memperjualbelikan setiap saham/efek yang mereka miliki dan ingin beli.

IDX ibarat mal yang menyediakan tempat kepada para pihak untuk bertransaksi. Namun bukan berarti ketika kamu ingin membeli saham, kamu langsung bisa membelinya dari IDX. Untuk membeli saham, kamu membutuhkan broker (pialang saham). Ibaratnya broker adalah toko dalam mal IDX.

Broker / Pialang Saham

Broker adalah adalah perusahaan yang menyediakan jasa untuk menghubungkan investor dengan bursa saham. Maka dalam hal ini broker menjadi penghubung antara kita dengan IDX.

Broker saham punya banyak nama, orang-orang ada yang menyebutkan broker saham, ada yang menyebutnya pialang saham dan ada juga yang menyebutnya dengan istilah pedagang efek. Yang pasti istilah itu merujuk pada pelaku yang sama.

Nah, yang menjadi broker saham pada pasar modal adalah perusahaan sekuritas yang telah mendapatkan izin usaha dari OJK.

Bank Kustodian

Bank kustodian adalah lembaga yang bertanggung jawab untuk mengamankan aset keuangan dari investor. Bank kustodian ini akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan dari asset seperti saham, obligasi, serta melaksanakan tugas administrasi seperti menagih hasil penjualan, menerima dividen, mengumpulkan informasi mengenai perusahaan acuan seperti misalnya rapat umum pemegang saham tahunan, menyelesaikan transaksi penjualan dan pembelian, melaksanakan transaksi dalam valuta asing apabila diperlukan, serta menyajikan laporan atas seluruh aktivitasnya sebagai kustodian kepada kliennya.

Jadi, aset keuangan kamu tidak dipegang oleh perusahaan sekuritas, namun uang kamu disimpan dalam rekening bank kustodian atas nama kamu sendiri. Istilahnya bank kustodian ini adalah pihak ketiga antara kamu dan perusahaan sekuritas.

Saya harap, dengan penjelasan ini kamu bisa lebih mengerti mengenai apa itu saham. Sekian dulu dasar-dasar tentang saham, nanti kita lanjut pembahasan mengenai saham di artikel selanjutnya.

POSTINGAN TERKAIT

Komentar

  1. […] Baca: Pengertian Saham, Keuntungan dan Kerugian dalam Investasi Saham […]

    BalasHapus
  2. […] Untuk lebih jelasnya tentang keuntungan dan kerugian yang didapat dalam investasi saham, kamu bisa membaca artikel Pengertian Saham, Keuntungan dan Kerugian dalam Investasi Saham. […]

    BalasHapus