Panduan Investasi Saham dari Nol Khusus Pemula


Artikel tentang panduan investasi saham sebenarnya sudah banyak diluar sana, namun entah kenapa saya ingin sekali merangkum beberapa artikel tentang dasar-dasar saham menjadi satu panduan yang enak untuk diikuti.

Semua isi dari artikel ini merupakan hasil belajar saya secara otodidak tentang investasi saham. Sangat mungkin ada kekeliruan di dalamnya. Saya sangat berterima kasih bila pembaca bisa menyampaikan kekeliruan tersebut melalui komentar atau email saya secara langsung di monzaaulia@outlook.com, agar saya dapat memperbaikinya.

Mari kita lanjut membahas tentang bagaimana berinvestasi pada instrumen saham.

Pada dasarnya, saham adalah bukti kepemilikan kita atas sebuah perusahaan, sehingga kita mempunyai hak atas keuntungan yang diterima oleh perusahaan tersebut. Jadi, membeli saham berarti membeli sebuah bisnis yang sudah berjalan dengan manajemen dan alurnya, tanpa harus bersusah payah membangun bisnis dari nol.

Jadi, sejatinya investasi saham bukan membeli saham dengan harga sekian lalu esok harinya kita jual harga sekian. Kalau itu bukan investasi namanya, tapi melakukan kegiatan trading.

Kalau ada yang bilang investasi saham adalah investasi berisiko, tentu semua yang namanya investasi ada risiko-nya masing-masing. Kalau tidak mau ambil risiko atau tidak mentolerir risiko sekecil apapun, maka lebih baik jangan berinvestasi.

Meski saham memiliki faktor risiko tertinggi dibandingkan instrumen investasi manapun, kita bisa kok mengurangi (bukan eliminasi) risiko yang ada di saham, dengan cara mempelajari mitigasi risiko yang benar dan memilih saham yang terbaik.

Mempelajari mitigasi risiko investasi rasanya membutuhkan waktu dan pengalaman yang tidak singkat, saya sendiri masih tahap belajar mengenai ini. Namun saya merasa, semakin lama kita menyelami pasar modal, semakin terasah ilmu kita, sehingga kita bisa menilai potensi risiko yang terjadi pada sebuah instrumen investasi.

Sedangkan untuk memilih saham yang benar, saya lebih mengikuti pendekatan fundamental yang sederhana. Saya bukan lulusan ekonomi atau bisnis manajemen, saya hanya belajar memilih saham dengan analisis fundamental karena itu metode yang menurut saya masuk akal. Kedepannya mungkin saya akan membahas mengenai analisis fundamental secara detail.

Dalam instrumen saham, ada 2 jenis keuntungan yang bisa kita dapat. Yakni dividen dan capital gain. Dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham. Sedangkan capital gain adalah kenaikan harga saham dari harga beli awal.

Jika saham yang kamu punya harganya naik namun belum kamu jual, itu disebut floating gain. Namun bila kamu jual disebut realized profit. Sedangkan jika saham yang kamu punya harganya turun namun belum dijual, disebut floating loss. Bila dijual disebut realized loss.

Istilah-istilah tersebut akan sering kamu temukan di artikel atau laporan tentang saham sebuah perusahaan. Atau kalau ada kesempatan, nanti saya tulis artikel khusus mengenai istilah-istilah yang ada di pasar modal.

Seperti halnya investasi lain, bila ada keuntungan tentu ada kerugian. Nah, kerugian yang mungkin bisa terjadi tentu bila harga saham turun (capital loss) atau bila mengalami risiko likuiditas.

Untuk lebih jelasnya tentang keuntungan dan kerugian yang didapat dalam investasi saham, kamu bisa membaca artikel Pengertian Saham, Keuntungan dan Kerugian dalam Investasi Saham.

Nah, setiap perusahaan yang melakukan pengumpulan modal dengan menjual sahamnya disebut emiten. Saham ini dijual di sebuah pasar modal yang disebut Bursa Efek Indonesia. Jadi, Bursa Efek Indonesia ini di ibarat sebuah mal yang menjual produk berupa lembaran saham.

Kita sebagai investor tidak bisa serta merta langsung mengetuk pintu Bursa Efek Indonesia (bahasa inggris: Indonesia Stock Exchange/IDX) untuk membeli saham sebuah perusahaan. Kita wajib membeli saham melewati broker atau pialang saham. Jadi tugasnya broker adalah sebagai perantara kita dengan IDX.



Nah, lembaga yang tugasnya sebagai broker adalah perusahaan sekuritas. Maka dari itu kita perlu membuat sebuah rekening efek di perusahaan sekuritas. Untuk cara membuatnya, kamu bisa membaca artikel Cara Mendaftar dan Membuat Rekening di Perusahaan Sekuritas.

Cara membuatnya mudah sekali, kamu tinggal kunjungi salah satu situs perusahaan sekuritas untuk registrasi secara online. Dokumen yang dibutuhkan hanya KTP, NPWP dan buku tabungan.

Ketika kamu mendaftar di perusahaan sekuritas, kamu akan dibuatkan RDN (rekening dana nasabah) dan didaftarkan ke lembaga yang bernama KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) untuk mendapatkan SID (Single Investor Identification).

RDN fungsinya sebagai rekening tempat kita deposit kan uang sebelum melakukan transaksi jual beli saham. Tiap perusahaan sekuritas memiliki RDN yang berbeda, tergantung dengan bank apa yang jadi rekanan.

KSEI ini fungsinya sebagai lembaga yang mencatat semua jual beli saham kita dan semua aset kita. Sedangkan SID, merupakan identitas kita sebagai investor. Jadi sebanyak apapun rekening RDN kita di berbagai perusahaan sekuritas, SID kita tetap satu dan semua aset kita di berbagai rekening terdata di KSEI.

Untuk memilih mana perusahaan sekuritas yang baik, kamu cukup melihat apakah mereka terdaftar di OJK, apakah menyediakan aplikasi trading online, apakah fee nya cukup bersaing, dan pastikan tidak pernah ada masalah penggelapan dana investor oleh perusahaan sekuritas tersebut.

Nah, setelah kamu terdaftar dan memiliki rekening RDN. Kamu sudah bisa melakukan beli dan jual di pasar modal.

Membeli saham sama seperti sayur di pasar, kamu memilih mana sayur yang berkualitas dan berapa harga pasarannya. Bila harga yang ditawar penjual tidak sesuai dengan keinginanmu, kamu bisa melakukan penawaran dengan penetapan harga tawar.

Jadi, harga saham ditentukan oleh investor itu sendiri (pelaku jual-beli), bila banyak investor yang tertarik dengan saham tersebut, maka harga saham akan naik. Namun bila investor banyak yang menjual saham tersebut, maka jumlah saham lebih banyak dari pembeli, secara otomatis harga saham bisa turun. Sesimpel itu.

Kalau dulu, kita harus menelepon broker bila ingin membeli saham tertentu. Tapi sekarang sudah sangat praktis, kita bisa membeli saham hanya bermodalkan laptop atau HP, membeli saham melalui aplikasi online trading.

Baca artikel Cara Beli dan Jual Saham Serta Biaya Transaksi agar kamu bisa lebih memahami bagaimana cara beli dan jual saham.

Tiap perusahaan sekuritas memiliki aplikasi online trading yang berbeda-beda, baik dari segi tampilan hingga fiturnya. Namun, ketika ingin membeli saham, aplikasi online trading apapun tetap akan menunjukkan minimal 4 kolom yakni 2 kolom Lot, Bid dan Offer.

Untuk lebih jelas apa itu Lot, Bid dan Offer, kamu bisa membaca artikel Panduan BIONS, Aplikasi Online Trading BNI Sekuritas. Di artikel tersebut memang berfokus pada BIONS, namun kamu bisa melihat gambaran seperti apa online trading itu dan kamu juga bisa mengetahui istilah-istilah dalam aplikasi online trading.

Di Bursa Efek Indonesia, ada 692 perusahaan (data 23/6/2020) yang bisa kita beli sahamnya. Kamu tinggal pilih mau beli saham mana dan bayar sesuai harga perlembarnya. Dalam papan market, yang tertera adalah harga perlembar saham. Misalnya GIAA (PT Garuda Indonesia) yang harganya Rp 272 perlembar.

Baca: Perusahaan / Saham yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX)

Syarat dalam jual-beli saham, kami wajib membeli minimal 1 lot. Dalam 1 lot setara dengan 100 lembar saham. Jadi kalau harganya Rp 272 perlembar, berarti 1 lot adalah Rp 27.200.

Oh ya, satu lagi yang perlu kamu ketahui, Bursa Efek Indonesia juga mengelompokkan saham berdasarkan kriteria tertentu dan dievaluasi secara berkala, hal ini disebut indeks saham.

Di Bursa Efek Indonesia adalah sekitar 34 indeks saham yang dirilis. Tujuan indeks saham adalah untuk mengukur sentimen pasar, dasar produk reksadana, penilaian risiko, dan prediksi return.

Baca: Daftar Indeks Saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (IDX)

Penting sekali bagi kita sebagai investor atau trader saham untuk mengenal berbagai macam indeks saham agar kita bisa dengan mudah menentukan saham mana yang cocok untuk masuk kedalam portofolio.

Indeks saham ini bisa dtentukan oleh lembaga maupun perseorangan (tentunya kredibel). Namun, indeks saham yang punya kredibelitas dan analisisnya dapat dipertanggung jawabkan hanya indeks saham yang terdaftar di IDX.

Jadi itulah panduan sederhana yang bisa di ikuti bila kamu tertarik untuk mencoba investasi saham.

Kalau bisa disimpulkan, langkah-langkah dalam berinvestasi saham bisa kita ambil poinnya sebagai berikut:

  1. Memilih perusahaan sekuritas,

  2. Mendaftar di perusahaan sekuritas,

  3. Download aplikasi online trading,

  4. Pilih dan beli saham.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat.

POSTINGAN TERKAIT

Komentar

  1. […] Oh ya, kalau kamu ingin belajar tentang investasi saham, silahkan baca artikel saya sebelumnya yang berjudul Panduan Investasi Saham dari Nol Khusus Pemula. […]

    BalasHapus