Memutuskan Migrasi dari Monzaaulia.com ke Medium.com/@MonzaAulia

Ini bukan keputusan yang mendadak, saya berencana memindahkan blog saya sudah jauh hari sebelumnya. Kenapa saya akhirnya pindah ke Medium?

Memilih Medium sebagai wadah menulis saya bukanlah tanpa alasan, ada banyak faktor kenapa saya terpaksa suntik mati Monzaaulia.com dan memidahkannya ke platform lain. Cerita saya migrasi ini sebenarnya ada hubungannya dengan program efesiensi saya terhadap seluruh aset digital yang saya miliki. Saya sudah mengoffline-kan hampir 80% blog dan website yang saya miliki karena sudah tidak profit lagi.

Nah, karena alasan efesiensi, saya memindahkan semua website saya ke satu sharedhosting. Saya pikir, daripada menyewa VPS yang pengeluaran bulanannya cukup besar, lebih baik saya menyewa sharedhosting saja, toh sekarang jumlah website yang saya punya tinggal sedikit. Karena saya ingin lebih efesien lagi, maka saya memutuskan untuk migrasikan blog personal saya. Jadi saya putuskan untuk memindahkannya ke Blogger.com dengan tetap menggunakan domain Monzaaulia.com.

Berjalan satu bulan, saya merasa ada yang hilang. Saya kehilangan feel menulis karena dasbor Blogger.com ternyata sangat tidak userfriendly di smartphone. Untuk hanya sebatas menulis blog pribadi, saya sudah hampir tidak pernah lagi membuka laptop, karena rasanya lebih mudah menulis dari smartphone.

Jadi, saya kembali ubah haluan untuk mencari platform alternatif lain sebagai wadah saya menulis topik random non profit yang saya senangi. Pilihannya jatuh ke Medium. Meski saya baru memakai Medium, tapi saya langsung jatuh cinta dengan ini platform. Karena Medium benar-benar sesuai dengan yang saya inginkan. Medium sangat sederhana dan mudah digunakan.

Memang sih ada platform lain, misalnya Tumblr dan Kompasiana. Sayangnya, Tumblr banyak sekali penggunannya yang suka nyepam di platform tersebut, dan riwayat pernah diblokir Pemerintah bikin saya tidak memilih Tumblr. Dan untuk Kompasiana, selain tidak userfriendly di smartphone, saya juga benar-benar tidak suka karena kebanyakan iklan. Medium memang tidak begitu dikenal di Indonesia. Padahal sejauh ini, tempat paling nyaman menulis ya Medium. Saya optimis, tidaklah butuh waktu lama untuk Medium muncul di permukaan, seiring dengan nanti akan banyak orang-orang yang suka menulis dan membutuhkan ruang yang sederhana.

Salam hangat dari saya, Monza Aulia.