Daftar Platform Marketplace P2P Lending Syariah

P2P Lending (Peer-to-Peer Lending) adalah sebuah metode investasi yang mana kita sebagai Lender (pemilik modal) meminjamkan sejumlah dana kepada Borrower (peminjam modal) yang diperantarai oleh penyelenggara P2P Lending atau lebih dikenal dengan Platform Marketplace P2P Lending.

Bila pada Platform P2P Lending konvesional yang menjadi return adalah bunga, maka Platform P2P Lending syariah yang menjadi return adalah imbal hasil yang didapat. Rata-rata akad yang digunakan adalah Murabahah, Ijarah, Mudarabah, dan lainnya.

Platform P2P Lending syariah yang saya tampilkan disini adalah Platform P2P Lending yang sudah terdaftar di OJK. Jadi bila ada Platform P2P Lending syariah yang belum terdaftar, tidak akan saya tampilkan. Semua daftar Platform P2P Lending yang saya tampilkan operasionalnya juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI.

Sebelum mengulas lebih lanjut, seperti bisa disclaimer dulu. Dalam artikel ini saya hanya bertujuan untuk memberikan wawasan kepada pembaca blog saya mengenai daftar Platform P2P Lending yang bersyariah, bukan untuk merekomendasikan sebuah produk.

Mari kita mulai dengan Platform P2P Lending yang memiliki izin usaha P2P Lending dan terdaftar di OJK.

1. Investree

Platform P2P Lending Investree merupakan Platform P2P Lending yang terbaik menurut saya pribadi. Alasannya jelas, Investree memiliki sistem kerja dan manajemen yang sangat baik. Selain itu, Investree belum pernah mengalami isu gagal bayar.

Selain pendanaan konvesional, Platform P2P Lending satu ini juga menyediakan fasilitas pendanaan syariah. Tanda pendanaan syariah yakni adanya pita hijau pada sudut kanan atas di list pendanaan. Akad yang digunakan Al Qardh dan Wakalah Bil Ujrah.

Minimal Pendanaan: Rp 1 juta.

2. Amartha

Platform P2P Lending syariah selanjutnya adalah Amartha. Dulu sebelumnya Amartha hanya Platform P2P Lending yang menggunakan pendanaan konvesional, namun semenjak tahun 2020 mereka mulai menetapkan pendanaan syariah bagi Borrower baru dengan akad Wakalah Bil Ujrah.

Minimal Pendanaan: sesuai dengan modal Borrower (1 Borrower untuk 1 Lender).

3. Ammana

Ammana memang dari awalnya dirancang sebagai Platform P2P Lending yang menggunakan 100% pendanaan syariah. Akad yang digunakan pada Ammana adalah Musyarakah dan Mudharabah.

Nah, diatas adalah tiga Platform P2P Lending berbasis syariah yang menurut saya terbaik. Dibawah ini saya juga akan tampilkan Platform P2P Lending syariah yang juga terdaftar di OJK (namun belum punya izin usaha P2P Lending).

Minimal Pendanaan: Rp 50 ribu.

4. Danasyariah

Kalau kita lihat, Danasyariah ini lebih fokus pada pendanaan sektor properti. Nilai bagi hasil up to 20% per tahun dengan profit akan dikirim setiap bulan ke rekening investor. Sementara, uang pokok milik investor akan dikembalikan saat tenor berakhir. Akad yang digunakan adalah Murabahah.

Saya pribadi pernah membuatkan akun di Danasyariah, namun karena satu dan lain hal yang belum pernah memberikan pendanaan melalui Platform ini.

Minimal Pendanaan: Rp 1 juta.

5. Alamisharia

Meski daftar Borrower tidak sebanyak keempat Platform diatas, Alamisharia memiliki manajemen yang cukup baik menurut saya. Mereka cukup solid, namun sepertinya masih butuh waktu untuk bisa bersaing dengan Platform yang lebih mapan seperti Investree dan Amartha. Akad yang digunakan adalah Wakalah bil Ujrah.

Saya pribadi juga pernah mendaftarkan sebuah akun di Alamisharia, ya lagi-lagi hanya sebatas daftar, belum pernah ikut mendanai.

Minimal Pendanaan: Rp 1 juta.

6. Qazwa

Sama sepertinya yang lainnya, Platform Qazwa menggunakan pendanaan syariah untuk membantu permodalan UKM. Yang menariknya, Qazwa mampu memberikan return maksimal 24% p.a. Tapi hati-hati, semakin besar returnnya, risikonya semakin tinggi. Akad yang digunakan adalah Murabahah dan Wakalah.

Minimal Pendanaan: Rp 100 ribu.

Baik itu saja daftar Platform P2P Lending yang berbasis syariah.

Sebenarnya ada dua lagi Platform P2P Lending syariah yang sengaja tidak saya masukkan, yaitu Syarfi dan Danakoo.

Alasan saya tidak masukkan Syarfi ke listing karena: pertama, saya melihat website nya belum terenskripsi, sehingga keamanan aksesnya belum terjamin. Kedua, informasi tentang PT. Syarfi Teknologi Finansial tidak bisa saya temui secara lengkap di website tersebut, sehingga saya tidak tahu siapa orang dibalik Platform ini. Saya sangat menghindari berinvestasi pada Platform yang tidak jelas siapa pengelolanya. Ketiga, informasi di website tentang Syarfi sangat minim dan bahkan beberapa menu di website tidak bisa dibuka.

Alasan saya tidak masukkan Danakoo ke listing karena: pertama, saya tidak mau memasukkan Platform P2P Lending yang mendanai konsumtif pribadi, karena risiko gagal bayar sangat besar. Kedua, website-nya tidak bisa diakses secara baik.

Jadi, bagi kamu yang ingin berinvestasi pada P2P Lending, saya harap kamu bisa mempertimbangkan untuk memilih Platform yang benar-benar unggul di segala bidang. Ya paling tidak mereka memiliki izin usaha yang terdaftar di OJK.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *