Reksadana: Jenis, Risiko dan Produk-Produknya

Semakin hari pengertian investasi semakin majemuk, orang-orang dapat mengartikan investasi dengan beragam pengertian. Tidak ada salahnya sih, karena semua orang berhak berpendapat mengenai apa itu investasi. Namun, bagi saya pribadi membahas investasi berarti membahas tentang mengganda aset dan menghasilkan uang secara berkala.

Saya masih meyakini, yang namanya investasi harus menguntungkan di masa depan dalam hal finansial. Saya tidak menganggap semua yang menguntungkan di masa depan sebagai sebuah investasi. Karena jelas, seperti artikel-artikel sebelumnya saya pernah berkata yang namanya investasi harus memenuhi tiga kriteria, yakni modal, cash flow, dan pendapatan pasif.

Jadi, instrumen yang memenuhi kriteria investasi diantaranya adalah tabungan bank, Deposito, Obligasi, Reksadana, Saham, P2P Lending, properti sewaan, dan lain-lain. Banyak yang tidak sependapat, kenapa tabungan bank dan Deposito masuk ke dalam instrumen investasi. Bagi saya, sekecil apapun return yang didapat, asalkan itu adalah sebuah cash flow dan pasif (bunga), maka saya menganggapnya sebuah investasi.

Lalu bagaimana dengan mobil rentalan? Menurut saya, itu juga termasuk investasi. Karena apapun benda yang bisa menghasilkan cash flow secara pasif, maka itu termasuk investasi.

Kalau orang lain menganggap emas, bitcoin, valas, trading forex dan rumah yang ditempati adalah sebuah investasi, malah saya menganggap mereka ini bukan investasi. Kenapa? Karena mereka tidak mampu menghasilkan cash flow yang pasif. Mereka hanya mampu bermain di ranah capital gain saja.



































































































ModalCash FLowPendapatan Pasif
Tabungan Bank+++
Deposito+++
Obligasi+++
Reksadana+++
Saham+++
P2P Lending+++
Properti Sewaan+++
Properti Hunian+--
Mobil Rental+++
Mobil Pribadi+--
Emas+-+
Valas+-+
Bitcoin+--
Trading++-
Perak+-+

Nah, menurut kamu apa itu investasi? Berikan pandangan pribadimu di kolom komentar.

Baik, dalam artikel kali ini saya ingin membahas tentang Reksadana. Tapi sebelumnya saya harus memberikan disclaimer terlebih dahulu. Reksadana merupakan salah satu investasi berisiko rendah dan tinggi, bila kamu ingin berinvestasi di Reksadana, maka kamu dianggap sudah mengetahui untung ruginya.

Dalam artikel ini, saya tidak membahas Reksadana berdasarkan pengalaman saya, namun artikel ini saya tulis berdasarkan pengetahuan saya mengenai Reksadana. Karena jujur saya sama sekali belum memiliki investasi di Reksadana manapun.

Tujuan artikel ini saya tulis untuk menambah pengetahuan kamu mengenai beragam jenis investasi, termasuk Reksadana. Sehingga dengan memahaminya, kamu bisa lebih bijak memutuskan jenis investasi apa yang terbaik untuk kamu.

Sebelum saya membahas mengenai Reksadana, saya ingin kategorikan investasi ke dalam dua bentuk, yaitu:

Physical Investment. Bentuk investasi yang berwujud, yang barangnya dapat dilihat secara nyata. Seperti rumah kontrakan, kos-kosan, ruko sewaan, mobil rental, dan lain-lain.

Financial Investment. Bentuk investasi yang terkadang hanya berupa lembaran, surat, invoice dan data digital. Contohnya seperti Deposito, Obligasi, Reksadana, Saham, dan lain-lain.

Jadi, Reksadana adalah bentuk investasi finansial yang pemiliknya hanya ditandai dengan kertas atau bukti data digital.

Cara Kerja Reksadana


Latar belakang munculnya bisnis Reksadana didasari oleh banyak calon investor yang tidak paham atau kurangnya pengetahuan tentang seluk beluknya dunia pasar modal. Selain itu, Reksadana menyasar orang-orang yang ingin berinvestasi namun tidak memiliki waktu untuk memantau pergerakan harga pasar dan tidak punya uang yang banyak. Apalagi dulu dana minimal Deposito sangat tinggi, Obligasi dan Saham begitu mahal.

Nah, Reksadana menghimpun dana dari orang-orang seperti ini. Lalu dana tersebut dikelola oleh seseorang yang memiliki pengetahuan dan waktu yang banyak di pasar modal. “seseorang” yang dimaksud adalah manager investasi.



Karena begitu majemuknya orang yang mempercayakan uangnya pada manager investasi, maka ia membentuk berbagai produk Reksadana yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan kebutuhan yang berbeda-beda pula.

Jenis-jenis Reksadana


Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang berisi produk-produk dari instrumen investasi berupa Deposito, Obligasi, dan surat berharga lainnya. Reksadana jenis ini merupakan jenis yang rendah risikonya.

Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap berisi produk-produk yang menghasilkan pendapatan tetap seperti Obligasi jenis fixed rate. Reksadana jenis ini termasuk jenis Reksadana yang paling rendah risikonya.

Reksadana Saham

Reksadana ini tentu isinya adalah berbagai jenis Saham yang dikelompokkan oleh manager investasi. Reksadana Saham dianggap sebagai jenis Reksadana paling berisiko ketimbang jenis Reksadana lainnya. Karena Reksadana jenis ini sangat bergantung pada kenaikan harga Saham di pasar modal.

Reksadana Campuran

Merupakan jenis Reksadana Saham dicampur dengan Reksadana pendapatan tetap. Risikonya medium.

Reksadana Index

Reksadana jenis ini merupakan Reksadana yang didalamnya berisi produk Saham yang sudah terkelompokkan di bursa Saham. Sehingga manager investasi tidak memilah-milih Sahamnya lagi. Tingkat risiko Reksadana jenis ini sama seperti risiko Reksadana Saham.

Tempat Membeli Reksadana

Bank. Kamu bisa membeli Reksadana melalui bank langsung. Tapi banyak yang tidak rekomendasikan, karena rumitnya syarat dan tingginya minimal pembelian awal.

Market Place Reksadana. Sekarang semakin mudah karena untuk membeli Reksadana kamu bisa langsung membelinya secara online. Beberapa market place Reksadana yang tersedia diantara Bareksa, Bibit, BukaReksa, Tokopedia, Ipotfund, dan lain-lain.



Meskipun saya belum pernah membeli Reksadana, saya sudah memiliki akun Bibit. Saya nilai Bibit sangat userfriendly dan mudah dipahami oleh pemula, jadi saya cukup rekomendasikan Marketplace Reksadana Bibit kalau kamu ingin membeli Reksadana.

Biaya-biaya Reksadana


Biaya beli-jual

Bila kita membeli atau menjual Reksadana dari bank, kita akan dikenai fee pembelian dan penjualan, yakni sekitar 2% dari nilai transaksi. Namun biaya ini umumnya tidak berlaku bila kita membeli atau menjualnya di Marketplace Reksadana, karena hampir semua Marketplace memberlakukan biaya 0%.

Biaya manager investasi

Dalam membeli Reksadana, kamu akan dikenakan biaya manager investasi tergantung jenis produk Reksadana. Menurut data dari Bibit, rata-rata biayanya berkisar 0,2% hingga 3% per produk.

Nah, setelah kamu mengetahui tentang hal yang berhubungan dengan Reksadana, diharapkan kamu bisa mengambil keputusan bijak dan menilai apakah investasi jenis ini cocok untuk kamu atau tidak.

POSTINGAN TERKAIT

Posting Komentar