Obligasi VS Deposito, Mana yang Lebih Untung?

Instrumen investasi Obligasi belumlah sepopuler Deposito, orang-orang belum familiar tentang bagaimana cara kerjanya Obligasi. Padahal, kedua investasi ini cara kerjanya sama saja, sama-sama memberikan pinjaman uang dan akhir masa jatuh tempo akan mendapatkan pinjaman pokok beserta imbal hasil.

Mungkin yang paling membedakan hanya terletak pada penerbit dan pajaknya. Kalau Obligasi diterbitkan oleh negara, yang artinya negara yang berhutang sama kita. Sedangkan Deposito diterbitkan oleh Bank, yang artinya pihak bank berhutang sama kita.

Baca: Obligasi: Pengertian, Jenis, dan Plus-Minus

Kedua instrumen investasi ini bisa menjadi salah satu pilihan kamu untuk berinvestasi, atau kalau kamu ingin berinvestasi di keduanya juga tidak masalah. Tapi sebelum kamu memilih salah satu atau kedua-duanya, akan menjadi menarik apabila kamu mengetahui perbandingan kedua investasi ini supaya bisa menjadi dasar kamu menentukan keputusan finansial.

Hal pertama yang perlu kita perhatikan adalah suku bunga yang ditawarkan oleh Obligasi dan Deposito.

Baik Obligasi maupun Deposito sangat bergantung dengan bunga acuan yang ditentukan oleh bank Sentral. Terakhir suku bunga acuan pada tahun 2020 diturunkan menjadi 4,75% yang mana tahun 2019 suku bunga acuan adalah 5,75%. Kebijakan penurunan suku bunga acuan didasari oleh sentimen global seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta hal yang mempengaruhi lainnya.

Penurunan suku bunga acuan tentu akan mengurangi imbal hasil yang didapat oleh investor yang menginvestasikan dananya di Obligasi maupun Deposito. Belum lagi nilai suku bunga yang ditawarkan oleh Bank atau agen Obligasi cukup bervariasi, selain itu penentuan besaran suku bunga juga berdasarkan lama tenor yang dipilih ketika berinvestasi dan jenis produk Obligasinya.

Baca: Memahami Produk Deposito: Bagi Hasil, Keuntungan dan Kerugian Deposito

Sebenarnya pada tahun 2020 tren suku bunga cenderung menurun, ini mungkin bisa menjadi pertimbangan kamu apakah Obligasi dan Deposito masih relevan untuk dijadikan pilihan berinvestasi atau tidak.

Sumber: id.tradingeconomics.com

Imbal hasil yang didapat tidak langsung menjadi bagian kamu, karena imbal hasil dari Deposito tersebut harus dipotong pajak sebesar 20% dari total imbal hasil yang didapat. Kecuali kalau kamu mendepositokan uang kurang dari Rp 7.500.000. Sedangkan pajak Obligasi hanya 5% saja.

Untuk lebih lengkapnya, mari kita lihat perbandingan antara Obligasi VS Deposito dalam tabel dibawah ini.

Obligasi Deposito
Suku bunga acuan 4,75% 4,75%
Pajak penghasilan 5% 20%
Lama tenor Tahunan 1,3,6,12 bulan
Penerbit Negara/Perusahaan Bank
Tingkat resiko Sangat rendah Rendah
Jadwal pembelian Terjadwal (Juli, Agustus, September, Oktober, November) Setiap saat
Tempat pembelian Bank dan Agen Obligasi yang terdaftar Bank

Menurut kamu, lebih baik pilih Obligasi atau Deposito?

One Reply to “Obligasi VS Deposito, Mana yang Lebih Untung?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *