Deposito vs Emas, Mana yang Terbaik?

Instrumen investasi memang tidak bisa dipisahkan dengan resiko, namun ada beberapa investasi yang memiliki resiko rendah. Salah satu instrumen investasi yang memiliki resiko rendah adalah deposito.

Namun masih ada lagi yang lebih rendah, namanya tabungan bank. Loh kok tabungan bank dianggap investasi? Iya, karena tabungan emas memenuhi kriteria investasi yaitu modal, cash flow, dan pendapatan pasif. Walaupun banyak yang tidak setuju kalau tabungan dan deposito masuk ke dalam instrumen investasi.

Para financial planner sering menyarankan deposito bagi orang-orang yang memiliki profil resiko rendah, orang-orang yang sedikit konservatif. Selain berinvestasi deposito, financial planner juga menyarankan untuk menabung emas sebagai bekal masa depan.

Bagi kamu yang memiliki profil resiko seperti diatas yang cenderung menghindari resiko, kira-kira kamu ingin pilih yang mana? Apakah berinvestasi di deposito atau menabung emas? Atau kedua-duanya?

Alangkah lebih baiknya kalau kamu bisa mengetahui perbandingan keduanya, baik deposito maupun emas, kemudian apa saja plus-minus dari deposito dan emas. Kita akan bahas lebih lengkapnya di artikel ini.

Return


Deposito

Setiap bank memiliki tingkat bunga tersendiri, namun tidak melebih suku bunga yang diterbitkan oleh LPS. Supaya gampang, saya ambil contoh deposito BNI dengan modal Rp 10.000.000

Berikut ini tabel tingkat bunga deposito BNI dengan tenor 12 bulan.






























TahunBungaReturn (Rp.) per Tahun
20177,1%568.000
20184,5%360.000
20194,5%360.000
20204,5%360.000

Jadi, bila dikalkulasikan, maka return yang kamu dapat dari deposito sejak tahun 2017 hingga 2020 dengan tenor 12 bulan adalah 16,48% dan keuntungan Rp 1.648.000.

Emas

28 Mei 2017 harga emas pergram Rp 549.500. Dan sekarang tanggal 27 Mei 2020 harga emas pergram Rp 857.146

[caption id="attachment_1080" align="aligncenter" width="903"] Sumber: indogold.id[/caption]

Supaya perbandingannya adil, maka saya coba simulasikan bila menabung emas sebesar 19 gram. Artinya, pada tahun 2017 saya membeli emas 19 gram dengan harga Rp 10.440.500. Lalu, harga 19 gram emas pada tahun 2020 menjadi Rp 16.285.744

Jika dinilai dari 3 tahun terakhir, maka kenaikan harga emas bisa mencapai 64.1% dengan proyeksi pendapatan Rp 5.845.274 tiap 19 gram yang kamu simpan.

Deposito vs Emas (3 tahun)





















Modal dasar (Rp.)Keuntungan (Rp.)Return
Deposito10.000.0001.648.00016,5%
Emas10.440.5005.845.27464,1%

Jadi, kesimpulannya emas menang dalam imbal balik yang diperoleh dalam 3 tahun terakhir.

Biaya Tersembunyi


Deposito

Umumnya, produk perbankan ini relatif murah dalam pengelolaannya. Ketika ingin membuka deposito, kamu hanya dikenakan biaya materai sebesar Rp 6.500.

Ada biaya lain yang juga kamu harus keluarkan, yaitu potongan pajak penghasilan bila nilai deposito kamu lebih dari RP 7.500.000. Besaran pajak yang harus kamu bayar adalah 20% dari pendapatan bersih. Contoh diatas sudah saya potong dengan pajak 20%.

Emas

Emas memiliki biaya spread yang tinggi antara harga beli dan harga buyback. Contoh pada tanggal 27 Mei 2020, harga beli emas Rp 854.119 dan harga buyback Rp 821.000. Selisih harga keduanya Rp 33.119. Agar terhindar dari rugi, pastikan harga buyback sudah setara atau diatas harga beli emas.

Resiko terbesar emas adalah hilang atau dicuri, maka untuk menghindari ini umumnya orang-orang kelas kakap menyimpan emas di safe deposit box yang ada di bank.  Menyimpan emas di safe deposit box tentunya akan dikenai biaya. Contoh, biaya sewa safe deposit box di Bank BCA ukuran box kecil (7 x 26 x 60) berkisar Rp250.000-Rp500.000 per tahun.

Bila kamu membeli emas di Pegadaian, maka kamu akan dikenakan biaya cetak mulai dari Rp 85.000.













































DenominasiCetakan AntamCetakan UBS
1 GramRp 85.000Rp 40.000
2 GramRp 86.000Rp 66.000
5 GramRp 127.000Rp 83.000
10 GramRp 177.000Rp 111.000
25 GramRp 245.000Rp 178.000
50 GramRp 516.000Rp 301.000
100 GramRp 632.000Rp 507.000

Selain itu, masih ada lagi biaya-biaya lainnya seperti biaya pengiriman dan asuransi bila kamu melakukan pembelian emas batangan secara online, biaya transaksi bila kamu menyimpan emas di Pegadaian dan biaya-biaya lainnya.








































TransaksiBiaya (Rupiah)Keterangan
Transfer emas ke rekening lainRp 2.000/transaksiMelalui Outlet Pegadaian
Transfer emas ke rekening lainRp 0Melalui Pegadaian Digital
Pencetakkan rekening koran Tabungan EmasRp 2.000/lembarDi Outlet Pegadaian
Penggantian buku Tabungan Emas yang hilang atau rusakRp 10.000/bukuDi Outlet Pegadaian
Penitipan emas per tahun dibayar di mukaRp 30.000/rekening-
Penutupan rekeningRp 30.000/rekeningDi Outlet Pegadaian

Dari segi biaya, deposito lebih unggul dari emas karena deposito tidak memiliki biaya tambahan diluar biaya materai dan pajak penghasilan.

Plus Minus


Deposito





















PlusMinus
Keamanan terjaminTergerus inflasi
Bunga tetap (konvesional)Kena pajak
Bisa menjadi jaminanPencairan sesuai tenor (konvesional)

Emas





















PlusMinus
Harga cenderung stabil dan naikRentan dicuri
Mudah dicairkanButuh tempat penyimpanan khusus
Bisa menjadi jaminanBanyak biaya tersembunyi

Nah, itulah perbandingan antara berinvestasi deposito atau menabung emas. Kira-kira mana yang lebih untung?

POSTINGAN TERKAIT

Posting Komentar