Inilah Perubahan Besar dari Perkembangan Website dari Masa ke Masa

Saya pertama kali bersentuhan dengan dunia website sejak tahun 2007. Ketika itu, website telah memasuki era pertengahan. Sebagai seorang perancang web, saya bisa merasakan bagaimana teknologi website begitu cepat perkembangannya.

Perkembangan dunia web untuk saat ini dibagi menjadi tiga generasi. Untuk generasi web pertama adalah web 1.0. Generasi web 1.0 ini muncul era tahun 90an. Di masa itu, web bersifat statis, teknologi yang digunakan pun cukup sederhana, yakni terdiri dari berkas HTML dan Javascript.

Di era pertama ini, fungsi web hanya digunakan sebagai media menyebarkan informasi. Ketika itu, web hanya berisi artikel statis dan gambar saja.

Di era awal perkembangan website, belum mengenal penggunaan CSS, sehingga desain sebuah website langsung menggunakan fungsi tag dari HTML. CSS baru digunakan sekitaran tahun 1996, dan ketika itu generasi CSS 1 tidaklah sehebat CSS 3 yang saat ini kita gunakan, modulnya sangat terbatas. Pada tahun yang sama, PHP mulai digunakan oleh banyak orang sebagai mesin utama sebuah web.

Jaman sudah berubah, web 1.0 pun sudah sangat sulit untuk ditemui. Tapi web-web pemerintahan kita masih menggunakan gaya desain web 1.0, yakni dengan gaya header plus layout 3 kolom, mungkin itu satu-satu contoh yang bisa kamu lihat sebagai web 1.0. Di era web 1.0, para webmaster masih mengandalkan metode table untuk membentuk layout. Untuk desain animasi menggunakan flash atau gif.

Setelah generasi web 1.0, dunia persilatan web lalu diperkenalkan dengan era web 2.0 yang kita kenal saat ini. Ciri khas dari web 2.0 adalah user generated content, yaitu sebuah web yang dinamis dimana ada berinteraksi di dalamnya.

Era web 2.0 merupakan era dimana teknologi web begitu pesat perkembangnya.  Sosial network, blog, took online, dan situs berita menjadi pelaku dalam perkembangan era web 2.0.

Teknologi era web 2.0 pun sangat dinamis. Di era ini kita sudah mengenal open source yang diantaranya framework php dan framework css.

Saat ini webmaster sudah meninggalkan desain layout menggunakan table, tapi sekarang eranya dimana semuanya serba css, apalagi saat ini kita sudah mengenal bootstrap (framework css) sebagai stardart terbaik web responsif (web yang tampilan menyesuaikan layar perangkat).

Saat ini, perilaku merancang web sudah sangat berbeda. Para perancang website lebih menyukai membangun sebuah web dengan dasar framework. Seperti Codeigniter dan WordPress. Kedua open source ini cukup terkenal dan sudah sangat banyak digunakan untuk membangun sebuah website.

Sederhananya, membangun website dengan landasan framework terbukti mendapatkan website yang prima, aman, dan mempermudah pengembangannya. Jika kamu ingin membangun website atau blog, cobalah mempelajari platform WordPress yang menurut saya sangat mudah penggunaannya.

Baca: Panduan Lengkap Membuat Website dengan Platform WordPress

Semenjak hadirnya HTML5, web 2.0 sudah sedikit sekali penggunaan flash. Dan selain itu, banyak sekali perkembangan di era web 2.0, misalnya kita sekarang mengenal penggunaan AJAX & JQuery, API, XML dan lainnya.

Menuju era web 3.0. Saat ini kita hampir memasuki era web 3.0, yakni era dimana teknologi web akan tersinkronisasi dengan beberapa perangkat fisik. Beberapa web penyedia VPS, sudah menggunakan teknologi yang mungkin menjadi cikal bakal lahirnya era web 3.0, contohnya fitur shutdown server.

Banyak yang berpendapat, masuknya era web 3.0 ini ketika penggunaan database telah diganti menjadi global data bank, yang mana system ini dikendalikan menggunakan teknologi blockchain.

Sejauh mana era web 3.0 bisa berbuat, kita pastinya sama-sama penasaran, apa perkembangan teknologi website selanjutnya. Namun jangan lupa, era website saat ini menghadapi tantangan yang serius dari pesatnya perkembangan smartphone yang bisa saja website suatu saat nanti akan ditinggalkan dan digantikan oleh era aplikasi smartphone.

Nah, saya ingin bertanya, di era mana kamu sudah mengenal internet?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *