Pengalaman Saya Investasi Emas di Tabungan Emas Pegadaian

Seperti yang sudah saya bahas pada artikel sebelumya, emas merupakan investasi paling ideal bagi semua kalangan. Alasannya tentu karena aman dari inflasi dan mudah diuangkan kembali.

Bagi saya pribadi, investasi emas adalah cara bagi saya untuk memulai budaya investasi. Untuk instrument investasi lain on progress, jadi tahap pertama ya menabung emas saja dulu. Daripada tidak memulai sama sekali.

Bagi yang belum mengetahui tentang bagaimana investasi emas tersebut, saya sarankan untuk membaca terlebih dahulu artikel stretegi dan cara investasi emas yang aman dan mudah.

Pada bulan Juli 2019, saya mulai memulai investasi emas dengan memanfaatkan produk tabungan emas milik Pegadaian. Saya memilih Pegadaian karena ini lembaga plat merah, alias BUMN. Rasanya saya lebih tenang kalau mempercayakan uang saya ke lembaga milik Negara, tapi bukan berarti lembaga sejenis yang milik swasta tidak bisa dipercaya loh.

Untuk opsi lembaga yang kamu gunakan untuk menabung emas, boleh dimanapun asalkan lembaga tersebut terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Alasan kenapa memilih menabung emas ketimbang membeli secara batangan dan kenapa tidak membeli emas di toko perhiasan, sudah saya bahas pada artikel sebelumnya. Jadi di artikel kali ini saya hanya menceritakan pengalaman saya menabung emas dan bagaimana cara membuka buku tabungan emas di Pegadaian.

Tabungan emas pertama ini saya buka di salah satu cabang kantor Pegadaian Syariah Banda Aceh yang terletak di dekat lapangan Blang Padang. Kita bisa membuka tabungan emas Pegadaian di cabang mana saja, tidak harus sesuai dengan domisili KTP.

Untuk membuka tabungan emas ternyata tidak ribet, kemarin saya hanya membutuhkan:

  1. Identitas pribadi (KTP)
  2. Biaya administrasi Rp 10.000 dan biaya penitipan 12 bulan pertama Rp 30.000
  3. Biaya materai Rp 6000

Sampai di kantor Pegadaian, saya diberikan form pendaftaran seperti halnya membuka rekening baru di Bank.

Sambil menunggu antrian, saya mendownload aplikasi Pegadaian Syariah Digital di Playstore atau Appstore. Setelah download dan membuat akun, ternyata data akun wajib disinkronisasikan dulu dengan data tabungan emas.

Bagi kamu yang ingin menggunakan aplikasi Pegadaian Digital, pastikan dulu buku tabungan emas kamu itu di Pegadaian konvesional atau syariah, soalnya aplikasi yang dipakai nantinya berbeda.

Setelah proses pembukaan rekening selesai, Teller/CS membantu saya untuk sinkronisasi data tabungan emas ke akun aplikasi Pegadaian saya. Untuk kamu yang ingin sinkronisasi akun Pegadaian Digital ke tabungan emas, kamu membutuhkan nomor CIF yang dapat kamu minta pada CS.

Dan yang harus diketahui, menabung emas di Pegadaian persis seperti menabung emas di Bank. Cuma bedanya, dalam buku tabungan emas yang tertera dalam jumlah berat emas yang kita miliki dalam tabungan. Selain itu, kita juga akan dikenakan tarif biaya titip emas sebesar Rp 30.000 per tahun.

Biaya tarif titip emas dapat dibayarkan langsung melalu kantor cabang Pegadaian, dengan system Top Up atau dipotong dari tabungan emas yang kita miliki (dikonversi ke rupiah sebesar Rp 30.000).

Kenapa harus memiliki aplikasi Pegadaian Digital?

Kita sangat membutuhkan aplikasi Pegadaian Digital agar lebih efesien dari segi biaya dan waktu. Melalui aplikasi Pegadaian Digital kita bisa membeli emas (top up), jual emas, transfer emas, dan kebutuhan transaksi lainnya.

Beli Emas (Top Up)

Pembelian emas dapat dilakukan dengan cara:

  1. Melalui kantor cabang Pegadaian dengan minimal pembelian 0.01 gram dan maksimal 100 gram per hari.
  2. Melalui Mandiri, BNI, atau BRI (ATM, Internet Banking, dan Mobile Banking) dengan minimal pembelian Rp. 50.000 dan maksimal Rp. 10 Juta per hari (dikonversi otomatis ke emas).
  3. Melalui Aplikasi Pegadaian Digital dengan minimal pembelian Rp. 50.000 dan maks Rp. 10 Juta per hari
  4. Melalui Agen Pegadaian dengan minimal pembelian Rp. 50.000

Catatan: harga emas yang kita beli disesuaikan dengan harga emas di hari itu.




Jual Emas

Nah, kalau kita ingin menjual emas yang telah disimpan, kita bisa menjual untuk mendapatkan uang tunai melalui kantor cabang Pegadaian atau melalui aplikasi Pegadaian Digital. Minimal emas yang dapat dijual adalah 1 gram, minimal saldonya yang tersisa adalah 0.1 gram, dan kita dikenakan biaya adm sebesar Rp 2500.

Secara pribadi sejauh ini saya belum pernah menjual emas saya, jadi belum bisa memberikan contoh prosesnya. Bagi yang sudah pernah jual emas dalam bentuk tunai, boleh sharing pengalamannya di kolom komentar, nanti mungkin akan saya update ke artikel ini pengalamannya.

Catatan: harga emas yang kita jual disesuaikan dengan harga emas di hari itu.

Tarik Emas (Cetak)

Selain menjualnya, kita juga dapat menarik emas dalam bentuk cetakan emas batangan. Menurut informasi yang saya dapatkan ketika awal membuka tabungan emas, proses permintaan cetaknya hanya dapat dilakukan di kantor cabang tempat pertama kita membuka rekening. Contohnya saya yang membuka tabungan emas di kantor cabang Pegadaian Banda Aceh, berarti bila ingin mencetak emas batangan dalam bentuk fisik saya harus pergi ke kantor tersebut.

Ternyata di Aplikasi Pegadaian Digital juga ada fitur Cetak Emas. Namun terus terang saya belum juga pernah menyobanya.

Untuk mencetak emas, minimal berat kepingan yang dicetak adalah 1 gram dan maksimal 1000 gram (1 kg). Kita juga akan dikenakan biaya tambahan cetak dengan besaran tergantung berat emas dan lembaga yang mencetak. Berikut ini info harganya:

Tanggal Update 22-Mei-2018. Sumber: Pegadaian
Biaya Cetak Emas Produksi PT Antam
Denominasi Biaya Cetak
PT ANTAM PT UBS
0.5 Gram
1 Gram Rp. 85.000,- Rp. 40.000,-
2 Gram Rp. 86.000,- Rp. 66.000,-
2.5 Gram
3 Gram
4 Gram
4.25 Gram
5 Gram Rp. 127.000, Rp. 83,000,-
10 Gram Rp. 177.000, Rp. 111.000,
25 Gram Rp. 245.000, Rp. 178.000,
50 Gram Rp. 516.000, Rp. 301.000,
100 Gram Rp. 632.000, Rp. 507.000,
250 Gram
500 Gram
1000 Gram

Proses cetak emas membutuh waktu sekitar 1 bulan.

Transfer Emas

Layaknya rekening tabungan bank, emas yang disimpan di Pegadaian juga dapat ditransfer ke rekening tabunga emas lainnya. Prosesnya dapat dilakukan melalui kantor cabang Pegadaian atau langsung dari aplikasi Pegadaian Digital.

Minimal berat emas yang dapat di transfer adalah 1 gram, dan batas minimal saldo adalah 0.1 gram. Kalau kita transfer via kantor cabang Pegadaian, maka kita akan dikenakan biaya adm sebesar Rp 20.000, sedangkan kalau kita transfer melalui aplikasi Pegadaian Digital, kita tidak kenakan tariff apapun.




Kesimpulan

Investasi emas merupakan pilihan sempurna untuk mengamankan harta. Dibandingkan uang disimpan di tabungan yang terancam inflasi, maka emas menjadi simpanan yang minim resiko. Selain itu, emas cenderung naik dari waktu ke waktu. Lihatlah grafik dibawah ini.

Banyak cara berinvestasi emas, salah satunya dengan memanfaatkan produk tabungan emas Pegadaian. Selain lebih aman dari resiko kehilangan, juga dapat dengan mudah diuangkan.

Membukan tabungan emas di Pegadaian sangat mudah, hanya membutuhkan kartu identitas seperti KTP atau Pasport, dan uang modal sekitar Rp 100.000.

Berikut ini jumlah limit transaksi tabungan emas Pegadaian.

PEMBATASAN TRANSAKSI (PER HARI PER NASABAH)
TRANSAKSI PEMBATASAN
MINIMAL MAKSIMAL KET.
Pemilik Rekening dapat membeli 0.01 gram 100 gram per CIF
Pemilik Rekening dapat menjual 1 gram 100 gram per CIF
Pemilik Rekening dapat mencetak 1 gram 100 gram per CIF
Pemilik Rekening dapat mentransfer 1 gram 100 gram per CIF
Saldo rekening 0.1 gram 100 gram per Rekening

Selamat berinvestasi dan mari tumbuhkan budaya investasi dikeluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *