Strategi dan Cara Investasi Emas yang Mudah dan Aman

Emas menjadi awal saya untuk memulai investasi. Setelah saya merasa telah salah mengelola keuangan, saya mulai mempelajari cara berinvestasi dari berbagai buku. Nah, emas menjadi opsi yang paling masuk akal untuk memulai investasi perdana.

Sambil belajar memahami berbagai macam instrument investasi, saya tentu tidak bisa berdiam diri begitu saja. Jadi perlu segera action untuk mengamankan harta saya. Bila saya langsung terjun ke saham, tentu akan sangat beresiko kalau benar-benar belum matang memahaminya.

Kenapa emas?

Ayah saya seorang mantri desa (juru rawat setingkat SMA). Sewaktu saya kecil, di kampung ayah membuka toko obat kecil-kecilan untuk meningkat pendapatannya. Keuntungan dari toko obat, sebagian digunakan untuk belanja modal dan sebagian lagi untung bersihnya ditabung untuk dibelikan emas perhiasan oleh mama tiap bulannya.

Mama dulu cerita, tiap minggu mama bisa membeli emas hingga 1 gram perbulannya. Kebutuhan hidup kami terpenuhi dari gaji ayah sebagai PNS puskesmas, sedangkan keuntungan toko obat yang dibelikan emas oleh mama disimpan untuk masa depan.

15 tahun kemudian mama menjual emas pertamanya untuk biaya kuliah saya. Benar saja, harga jual emas meningkat berkali-kali lipat dibandingkan dulu mama membelinya. Bahkan tabungan emas mama mampu membiayai saya dan adik saya kuliah hingga selesai.

Emas merupakan istrument investasi yang paling stabil dan mudah. Jika kita menyimpan harta dalam bentuk rupiah, maka nilainya bisa tergerus dengan yang namanya inflasi. Ibaratnya, kita menimbun uang bukannya untung malah buntung.

Mari kita lihat perbandingan harga emas dengan tingkat inflasi Indonesia. Berikut ini tingkat inflasi Indonesia dari Oktober 2018 s/d Juli 2019.

Berikut ini adalah data kenaikan harga emas.

Mari kita simulasikan perbandingan antara kenaikan harga emas dan inflasi Indonesia. Bila saya membeli 1 gram harga emas PT.Antam dan menyimpan uang seharga 1 gram emas PT. Antam, maka kita dapat membuat tabel perbandingan sebagai berikut.

Tahun Inflasi Nilai Uang Harga Emas
2018 3.20% 686000 686000
2019 3.32% 663225 711000
Perbandingan nilai -22775 +25000

Dari tabel diatas, kita dapat melihat bila kita menyimpan uang sebesar Rp. 686.000 pada tahun 2018, maka di tahun 2019 nilai uang kita berubah menjadi Rp. 663.225. Artinya kita kehilangan nilai sebesar – Rp. 22.775 akibat inflasi 3.32%.

Sedangkan bila uang tersebut di-investasikan ke dalam bentuk emas 1 gram dengan harga Rp 686.000 pada tahun 2018. Maka pada tahun 2019 harga emas yang disimpan naik menjadi Rp. 711.000. Itu artinya, kita memperoleh profit sebesar Rp 25.000.

Kesimpulannya, harga emas mampu mengalahkan inflasi. Artinya, menyimpan harta dalam bentuk emas mampu menjaganya dari resiko menyusutnya nilai mata uang.

Harga emas itu lebih bertahan lama dibandingkan komoditas pertambangan lainnya. Selain itu, tren harga emas cenderung naik dari tahun ke tahun. Sifat emas juga sangat likuid, artinya dapat diuangkan setiap saat.

Sifat emas yang likuid, menjadikan emas dapat diperjual-belikan dimana saja di seluruh dunia. Apalagi emas dianggap sebagai global currency.

Emas juga dianggap sebagai instrument investasi yang ramah dan aman bagi siapapun. Apalagi jika pembelian emas disertai dengan sertifikat yang diakui dunia, contoh emas batangan yang sertifikatnya dikeluarkan oleh PT. Antam.

Meskipun tanpa sertifikat, emas masih dapat dijual ke toko-toko emas, ya walaupun harga yang dibeli oleh toko emas tidak berdasarkan harga pasar.

Intinya, emas adalah pilihan investasi paling sempurna bagi pemula yang ingin menerapkan budaya investasi.

Untuk memperoleh keuntungan dari emas, ada dua metode dasar. Yang pertama memperoleh keuntungan emas dengan metode investasi, dan yang kedua, dengan metode trading. Metode mana yang efektif dan baik digunakan?

Kalau kamu hanya memiliki pendanaan yang kurang, lebih baik gunakan metode investasi. Namun, investasi emas akan memberi keuntungan yang besar, bila kamu bisa menyimpannya paling tidak selama 5 tahun.

Metode trading digunakan bila memiliki modal yang besar, semakin besar modalnya maka return yang didapat juga semakin besar. Jangka waktu trading biasanya singkat. Sederhananya, trader membeli emas, lalu menjualnya ketika kenaikan harga emas sudah menguntungnya baginya. Untuk perbedaan investasi dan trading, akan saya bahas kedepannya, sembari saya belajar.

Bagaimana cara investasi emas?

Ada banyak cara berinvestasi emas, namun cara paling aman yang saya ketahui ada tiga. Diantara ketiga itu, baru dua yang pernah saya coba sendiri.

1. Menyimpan emas dalam bentuk fisik

Emas yang kita bicarakan adalah emas batangan bersertifikat, bukan emas perhiasan. Karena emas yang nilai jualnya sama dengan harga pasar adalah emas dalam bentuk batangan bersertifikat.

Untuk membeli emas batangan yang bersertifikat, kamu bisa membelinya melalui Pegadaian. Untuk membeli emas dalam bentuk fisik, kamu dikenakan biaya tambahan sertifikat PT. Antam. Minimal pembelian emas dalam bentuk fisik adalah 1 gram.

Keuntungan menyimpan sendiri emas dirumah, yakni kita memiliki rasa kepuasan sendiri. Apalagi kalau kita melihat jumlah emas yang terkumpul, akan memotivasi kita untuk kembali membeli emas.

Kerugiannya. Sangat beresiko menyimpan emas dirumah, apalagi bila tidak menyimpannya di dalam brankas besi. Kalau orang lain tahu kita menyimpan emas dirumah, ini dapat mengundang orang lain melakukan kriminalitas.

Saya sendiri menghindari menyimpan emas dirumah.

2. Menabung dan menitipkan emas di lembaga terpercaya

Bagi yang ingin berinvestasi dengan cara menabung emas, sekarang sudah sangat mudah. Banyak sekali platform yang memudahkan kita menabung emas, seperti Pegadaian , Indogold, Tokopedia, dan Bukalapak.

Keuntungan menabung emas.

Pertama, kamu tidak perlu lagi membeli emas dalam bentuk fisik yang minimal pembeliannya 1 gram. Cukup dengan uang 7000 rupiah, kamu sudah dapat memiliki emas seberat 0.01 gram.

Kedua, resiko emas hilang karena dirampok bisa diminimalisir, karena selain kita menabung, kita juga memanfaatkan jasa penitipan emasnya.

Ketiga, sangat mudah dicairkan. Kamu tidak perlu ke toko emas untuk mencairkan emas dalam bentuk uang, karena melalui platform kamu bisa langsung mencairkan emas berdasarkan harga emas saat itu juga.

Keempat, emas yang kamu tabung dapat dicairkan dalam bentuk uang ataupun emas fisik. Kamu bisa ambil emasmu dengan berat minimal 1 gram, ditambah biaya sertifikat.

Kerugian menabung emas.

Pertama, Beberapa lembaga menerapkan fee dari jasa penitipan emas, misalnya Pegadaian yang menerapkan jasa titip emas sebesar Rp 30.000 pertahun.

Kedua, emas dapat dijual atau dicairkan dalam bentuk uang tunai minimal 1 gram emas.

Kalau saya pribadi, lebih aman menitipkan emas saya di lembaga yang memiliki keamanan ekstra dan membayar Rp 30.000 dibandingkan menyimpan emas dirumah. Biaya segitu termasuk murah untuk manfaat yang kita dapatkan.

Tapi harus diingat, bila ingin berinvestasi emas secara online, wajib hukumnya memilih lembaga tabungan emas yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kalau saya pribadi lebih tenang menyimpan emas di lembaga plat merah.

3. Membeli emas dengan cara mencicil

Saya pernah ditawari oleh CS salah satu bank syariah untuk mencicil emas, namun dulu saya tidak tertarik karena belum ada niat untuk investasi.

Resiko membeli emas dalam bentuk cicil belum saya ketahui sepenuhnya. Tapi salah satu resiko yang saya tahu, mencicil emas memiliki resiko ditarik bila kita tidak mampu membayar angsurannya. Jadi saya belum berani membeli emas dengan cara mencicil.

Kesimpulan

Bagi pemula, saya lebih menyarankan untuk mengikuti cara saya berinvestasi emas. Yakni dengan berinvestasi emas dalam jangka waktu yang lama. Agar lebih aman dan nyaman, berinvestasi-lah emas dengan cara menabung dan menitipkan emas di lembaga yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Selamat berinvestasi dan mari tumbuhkan budaya investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *