Kenapa Tes CPNS Banyak yang Tidak Lulus? Karena Mereka Membuat Kesalahan Ini

Tidak terasa, dalam waktu dekat tes CPNS kembali dibuka, namun belum ada informasi apapun tanggal berapa CPNS benar-benar dibuka, kuat dugaan CPNS tahun 2019 akan diselenggarakan pada pertengahan Oktober.

Kalau orang lain, lebih senang bila mengetahui secara pasti tanggal dibukanya CPNS atau sudah ditetapkannya agenda rekrutmen CPNS dari BKN. Berbeda dengan saya, kalau saya lebih senang untuk tidak buru-buru dibuka, kalau bisa dibukanya awal tahun 2020 saja. Loh kenapa? Karena semakin diundur maka kesempatan untuk belajar semakin banyak.

Loh, kalau nanti diundurnya sampai bertahun-tahun atau bisa jadi dibatalkan rekrutmennya gimana? Ya tidak mungkin, karena sudah ada ketetapan dan rancangan anggaran penerimaan ASN. Jadi tidak mungkin dibatalkan, ya itu opini saya sendiri sih.

Tahun 2019 penerimaan ASN baru sekitar hampir 200.000 posisi, yang komposisinya dibagi kedalam CPNS, PPPK, dan Ikatan Dinas. Nah, untuk CPNS sendiri hanya mendapatkan porsi 50% dari rekrutmen ASN, jadi tahun 2019 ini penerimaan CPNS hanya sekitar 100.000 formasi.

Bila dibandingkan dengan tahun 2018, rekrutmen CPNS 2019 formasinya jauh lebih sedikit. Itu artinya akan terjadi pertarungan yang sangat berat antara para peserta untuk memperebutkan formasi. Bayangkan, BKN saja memprediksikan pada tahun 2019 akan ada sekitar 5,5 juta jiwa yang melamarkan diri sebagai calon CPNS. Waow.

Tentu bila kita melihat formasi yang lebih sedikit dan prediksi jumlah perserta yang semakin banyak, maka bisa dipastikan untuk lulus CPNS 2019 akan lebih sulit. Anda dituntut untuk tidak melakukan kesalahan apapun yang membuat anda gagal menjadi salah satu keluarga ASN.

Dari pengalaman CPNS sebelumnya, seharusnya kita sudah belajar mengenai bagaimana proses rekrutmen itu, bagaimana system ujiannya, dan bagaimana pola pengumpulan berkasnya. Namun sayangnya, sangat sedikit orang yang mau mencari tahu dan belajar dari pengalaman periode sebelumnya.

Pada artikel ini, saya ingin mengupas tuntas kenapa banyak orang yang tidak lulus CPNS. Sehingga diharapkan dengan adanya artikel ini, bisa membantu anda untuk mencapai cita-cita menjadi abdi Negara.

Baiklah, mari kita kupas pertanyaan “Kenapa Tes CPNS Banyak yang Tidak Lulus?”.

Meremehkan syarat yang telah ditentukan.

Instansi yang anda lamar membutuhkan syarat A, B, C, D. Namun diantara syarat tersebut tidak bisa anda penuhi, anda memaksakan diri untuk melamar di instansi tersebut, maka apa yang terjadi? Kemungkinan anda akan gagal pada fase seleksi berkas.

Apa yang menjadi masalah anda? Kenapa syarat yang diminta tidak bis anda penuhi? Misalnya bagian administrasi seperti legalisir berkas dan surat menyurat lainnya, berarti anda telah lalai untuk mengurusnya dan sama saja anda tidak berniat untuk melamar menjadi ASN.

Namun bila masalahnya karena hal yang benar-benar tidak mampu dipenuhi, misalnya IPK yang diminta oleh instansi tersebut yakni minimal 3.2, sedangkan IPK anda hanya 2,75. Maka saran saya cari instansi lain yang tidak mensyaratkan batasan IPK yang terlalu tinggi, sehingga anda tidak kalah sebelum bertanding.

Tidak membaca dengan seksama syarat yang diminta.

Selalu saya katakan, bacalah dengan teliti pengumuman mengenai syarat-syarat yang diminta. Bila tidak mengerti, tanyakan kepada mereka yang lebih mengerti atau langsung tanya ke panitia lokalnya (misalnya BKD).

Harus diingat, tidak ada toleransi atas kelalaian atau kealpaan. Dalam prinsipnya, berkas boleh lebih asalkan jangan kurang.

Jurusan tidak linear dengan formasi.

Ketika saya melihat pengumuman dari BKD atau BKN tentang mereka yang dibatalkan kelulusannya akibat ijazah kelulusan tidak linear dengan formasi jurusan yang diminta, saya merasa sedih.

Anda harus pastikan bahwa ijazah anda sesuai dengan formasi jurusan yang diminta. Jangan memaksakan diri untuk coba-coba, karena screening pihak BKN sangatlah ketat dan belum ada yang pernah lolos karena tidak linear.

Seperti apa contoh tidak linear itu? Misalnya begini, anda lulus dari Fakultas Ekonomi dengan menyandang titel sarjana ekonomi. Sedangkan formasi yang diminta adalah jurusan sarjana pendidikan ekonomi (lulusan FKIP). Maka itu tidak linear, meski sama-sama ekonomi.

Malas mencari info.

Literasi Indonesia luar biasa menyedihkan, orang Indonesia belum mengenal budaya gemar membaca. Rupanya perilaku seperti ini mempengaruhi calon CPNS dalam mencari informasi.

Bila anda melamar di instansi ABC, seharusnya anda terus mengikuti perkembangan apapun mengenai rekrutmen CPNS dari instansi tersebut. Karena bisa jadi, instansi tersebut mengeluarkan pengumuman baru yang bila tidak anda ketahui bisa mengancam kelulusan anda.

Anda tidak harus tiap menit mengecek website dari instansi yang anda lamar, yang penting anda mengikuti (follow) semua media sosial milik instansi tersebut dan mengecek websitenya secara berkala tiap hari (misalnya tiap siang hari).

Salah memilih instansi.

Strategi memilih instansi sangat mempengaruhi kelulusan anda sebagai ASN. Instansi pusat tentunya akan lebih sulit lulus dibandingkan Pemda. Bagaimana caranya memilih instansi? Itu kembali ke personal masing-masing.

Konsep memilih instansi menimbang beberapa faktor: Pertama, sejauh mana kemampuan akademis anda. Kedua, sejauh mana keyakinan anda lulus di instansi tersebut. Ketiga, apa yang anda harapkan bila telah menjadi PNS setelah 2-5 tahun bekerja. Keempat, dimana anda ingin menetap.

Kupas terlebih dahulu pertanyaan tersebut, berdoalah pada Allah dan mintalah saran dari istri/suami/orang tua.

Tidak Belajar.

Saya tipikal orang yang totalitas sejak SMA. Ketika saya ingin belajar membuat website, maka saya mati-matian belajar ilmu pemprograman. Ketika saya ingin kuliah di perguruan tinggi negeri, maka saya mati-matian belajar agar lulus ujian SNMPTN. Ketika saya ikut ujian kompetensi profesi, saya sudah jauh hari mempersiapkan diri. Begitupun ketika ingin ikut ujian CPNS, saya sudah mempersiapkan diri dengan belajar jauh-jauh hari.

Sekarang saya ingin bertanya? Apakah anda memiliki sifat totalitas seperti saya? Bila iya, mungkin akan lebih mudah bagi anda untuk melewati ujian CPNS.

Untuk lulus pada ujian CPNS, tidak berlaku sistem kebut semalam. Mereka yang lulus adalah mereka yang telah belajar jauh-jauh hari, minimal telah belajar selama 1 bulan.

Kalau ingin lulus CPNS, berusahalah belajar sampai titik darah penghabisan. Keluarkan kemampuan anda untuk menguasai berbagai materi yang kemungkinan diujiankan.

Salah strategi belajar.

Untuk lulus CPNS, paling tidak anda harus sudah belajar minimal 1 bulan sebelum ujian. Namun, strategi belajarnya jangan sampai salah. Meski anda belajar setahunpun bila anda salah menerapkan strategi, maka anda pun akan kesulitan untuk lulus CPNS.

Saya lihat, kebanyakan orang belajar hanya membahas soal melulu. Menurut saya itu seratus persen salah. Anda tidak boleh hanya belajar soal, karena itu bisa menjebak anda.

Cara belajar yang benar adalah dengan cara menguasai materi terlebih dahulu, baru sehabis itu membahas soal. Proporsi belajar yang benar adalah belajar materi 80% dan bahas soal 20%.

Untuk lebih lengkapnya, cara belajar yang benar bisa anda baca di artikel Saya Menerapkan Strategi Ini Agar Lulus CPNS.

Kurangnya bahan materi.

Harus saya akui, saya hanya membeli 1 buku ASN di Gramedia. Padahal, yang bikin saya mampu menjawab soal itu karena saya menguasai materi yang saya download di internet, dan tentunya juga karena rezeki dari Allah.

Bagi anda yang ingin mengikuti ujian CPNS 2019, maka saya sarankan anda download materi dan bank soal CPNS yang telah membawa saya lulus ke pintu gerbang ASN.

Tidak mengumpulkan berkas tahap akhir.

Ketika anda dinyatakan lulus sebagai CPNS, anda diminta untuk mengumpulkan berkas untuk dilimpahkan ke BKN.

Ini tinggal setahap lagi, jangan sampai anda kealpaan tidak mengumpulkan berkas yang diminta, maka tidak ada toleransi atas kelalaian.

Nah, itulah faktor yang banyak membuat orang tidak lulus CPNS. Hal-hal diatas bisa menjadi pelajaran untuk anda supaya anda lebih siap dan bisa mengikuti ujian CPNS dengan baik.

Semoga artikel ini bermanfaat.

2 Replies to “Kenapa Tes CPNS Banyak yang Tidak Lulus? Karena Mereka Membuat Kesalahan Ini”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *