Malaria – Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

Topik malaria merupakan topik medis pertama yang ingin saya bahas dalam blog ini, setelah sekian lama saya tidak menulis, akhirnya saya kembali menulis dengan pembahasan yang menurut saya begitu penting.

Secara definisi, malaria adalah penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh Plasmodium. Nah, perlu diketahui, si pembawa Plasmodium (atau lebih dikenal dengan istilah veKtor) adalah nyamuk Anopheles.

Ada 5 jenis-jenis Plasmodium yang perlu anda ketahui, yaitu:

  1. Plasmodium Falciparum. Ini merupakan Plasmodium penyebab Malaria Tropicana (Maligna). Sifatnya demamnya tidak menentu dengan pola 1-2-1-2-1.
  2. Plasmodium Vivax. Untuk Plasmodium vivax merupakan penyabab dari Malaria Tertiana (Benign). Tipe demam 1-2-1-2-1
  3. Plasmodium Ovale. Penyebab dari Malaria Ovale. Tipe demam 1-2-1-2-1
  4. Plasmodium Malariae. Penyebab dari Malaria Quartana. Ini jenis malaria yang jarang terjadi di Indonesia. Tipe demam 1-3-1-3-1
  5. Plasmodium Knowlesi. Penyebab dari Malaria Knowlesi. Gejalanya menyerupai Malaria Tropicana.

Patogenesis

Bagaimana Plasmodium dapat menginfeksi? Pertama-tama, nyamuk Anopheles betina menggigit manusia. Kelenjar liurnya akan melepaskan sporozoid kedalam sirkulasi darah manusia. Dalam waktu 45 menit, sporozoid sampai ke hepar (parenkim hepar), lalu akan terbentuk skizone hati. Nah, skizone hati tersebut pecah (sporulasi) dan mengeluarkan Merozoid. Lalu Merozoid akan menginfeksi eritrosit sekitar lalu siklus kembali seperti semula.

Komplikasi malaria yang paling ditakutkan adalah terjadinya sumbatan pembuluh darah akibat terbentuknya proses rosetting.

Gejala

Pasien seringkali datang dengan gejala demam intermitten, tampak pucat (akibat anemia hemolitik), splenomegaly, dan icterus. Pada stadium prodromal (2-3 hari sebelum serangan akut), pasien mengalami malaise, myalgia, sakit kepala, anoreksia, dan demam.

Bila sudah masuk ke tahap serangan akut, pasien akan mengalami fase demam diawali dengan menggigil (15 menit – 1 jam), demam tinggi ( 2 – 6 jam), dan berkeringat ( 2 – 4 jam).

Diagnosis

Curiga malaria bila dalam anamnesis kita jumpai gejala diatas, riwayat tinggal atau berkunjung ke daerah endemis malaria, riwayat pernah terdiagnosis malaria atau riwayat pernah minum obat malaria.

Riwayat diagnosis atau pernah minum obat malaria merupakan kerucigaan kita bahwa pasien tersebut adalah pasien relaps. Pada kasus Malaria Tropicana dan Malaria Quartana, bisa terjadinya kasus recrudensi atau recurensi. Sedangkan pada Malaria Tertiana dan Malaria Ovale, kejadian relaps bisa timbul 5 tahun kemudian.

Pada pemeriksaan fisik, kita bisa jumpai peningkatan suhu tubuh aksiler > 37,5 C, konjungtiva atau telapak tampak pucat, sklera ikterik, splenomegali dan hepatomegali.

Bila dari anamnesis dan pemeriksaan fisik telah mengarah ke malaria, tentu yang kita perlukan adalah uji lab untuk sebuah diagnosis pasti. Nah, golden standart untuk pemeriksaannya yakni apusan darah tepi. Pemeriksaan darah tepi tebal dilakukan untuk melihat ada tidaknya parasit, sedangkan pemerikaan darah tepi tipis untuk melihat jenis parasit yang menginfeksi.

Pemeriksaan apusan darah tepi dilakukan sebanyak 3 kali. Jika dalam pemeriksaan 3 kali hasilnya tetap negatif (-), maka barulah diagnosis malaria dapat disingkirkan.

Selain apusan darah tepi, dapat juga menggunakan rapid test. Kelebihannya, pemeriksaan rapid test hanya membutuhkan waktu 3-5 menit saja, namun sayangnya rapid test cuma dapat mendeteksi Plasmodium Falciparum saja.

Pemeriksaan lainnya ada optimal test yang dapat membedakan Plasmodium Falciparum dan Plasmodium Vivax, pemeriksaan seorologi dan PCR.

Pengobatan

a. Pengobatan malaria falsiparum

Lini pertama: dengan Fixed Dose Combination = FDC = DHP = yang terdiri dari 40 mg Dihydroartemisinin (DHA) + 320 mg Piperakuin dalam tiap tabletnya.

Untuk dewasa dengan Berat Badan (BB) sampai dengan 59 kg diberikan DHP peroral 3 tablet satu kali per hari selama 3 hari dan Primakuin 2 tablet sekali sehari satu kali pemberian, sedang untuk BB > 60 kg diberikan 4 tablet DHP satu kali sehari selama 3 hari dan Primaquin 3 tablet sekali sehari satu kali pemberian.

Rumus mengingat:
BB
DHP
Primakuin
< 59 kg
3 tab. 3 hari
2 tab. 1 hari
> 60 kg
4 tab. 3 hari
3 tab. 1 hari
Dosis DHA = 2-4 mg/kgBB (dosis tunggal), Piperakuin = 16-32 mg/kgBB (dosis tunggal), Primakuin = 0,75 mg/kgBB (dosis tunggal).

Pengobatan malaria falsiparum yang tidak respon terhadap pengobatan DHP.

Lini kedua: Kina + Doksisiklin/ Tetrasiklin + Primakuin.

Dosis kina = 10 mg/kgBB/kali (3x/ hari selama 7 hari), Doksisiklin = 3,5 mg/kgBB per hari (dewasa, 2x/hr selama7 hari), 2,2 mg/kgBB/hari (8-14 tahun, 2x/hr selama7 hari), Tetrasiklin = 4-5 mg/kgBB/kali (4x/hr selama 7 hari).

b. Pengobatan malaria vivax dan ovale

Lini pertama: DHP diberikan peroral satu kali per hari selama 3 hari, primakuin = 0,25mg/kgBB/hari (selama 14 hari).

Pengobatan malaria vivax yang tidak respon terhadap pengobatan DHP.

Lini kedua: Kina + Primakuin. Dosis kina = 10 mg/kgBB/kali (3x/hr selama 7 hari), Primakuin = 0,25 mg/kgBB (selama 14 hari).

Pengobatan malaria vivax yang relaps (kambuh):

  1. Diberikan lagi regimen DHP yang sama tetapi dosis primakuin ditingkatkan menjadi 0,5 mg/kgBB/hari.
  2. Dugaan relaps pada malaria vivax adalah apabila pemberian Primakiun dosis 0,25 mg/kgBB/hr sudah diminum selama 14 hari dan penderita sakit kembali dengan parasit positif dalam kurun waktu 3 minggu sampai 3 bulan setelah pengobatan.

c. Pengobatan malaria malariae

Cukup diberikan DHP 1 kali perhari selama 3 hari dengan dosis sama dengan pengobatan malaria lainnya dan dengan dosis sama dengan pengobatan malaria lainnya dan tidak diberikan Primakuin.

d. Pengobatan infeksi campuran antara malaria falsiparum dengan malaria vivax/malaria ovale dengan DHP.

Pada penderita dengan infeksi campuran diberikan DHP 4 tablet dalam 1 kali pemberian per hari selama 3 hari, serta Primakuin dosis 0,25 mg/kgBB selama 14 hari.

e. Pengobatan malaria pada ibu hamil

  1. Trimester pertama diberikan Kina tablet 3x 10mg/ kg BB + Klindamycin 10mg/kgBB selama 7 hari.
  2. Trimester kedua dan ketiga diberikan DHP tablet selama 3 hari.

Pencegahan

Pencegahan/profilaksis digunakan Doksisiklin 1 kapsul 100 mg/hari diminum 2 hari sebelum pergi hingga 4 minggu setelah keluar/pulang dari daerah endemis.

POSTINGAN TERKAIT

Posting Komentar