Wisata ke Taman Buah Mekarsari

Mudik ke Jakarta kali ini benar-benar kami manfaatkan sebaik mungkin. Salah satunya dengan cara berwisata ke tempat yang dulu pernah populer, namanya taman buah Mekarsari.


Lokasi taman buah Mekarsari terletak di Cileungsi Bogor. Kalau jarak dari tempat saya (Pasar Minggu) hanya sekitar 21 km. Masih dalam kategori dekat.

Untuk menuju ke tempat wisata taman buah Mekarsari, supaya mudah silahkan menggunakan fitur Google Map. Untuk masalah lalu lintas, disana memang relatif macet. Tapi kalau perginya pagi, kemacetan barangkali bisa dihindari.

Setelah sampai disana, suasana tidak yang seperti saya bayangkan. Hanya ada beberapa mobil saja yang terparkir, tampaknya pengunjungnya tidak begitu ramai.

Baiklah, sebelum kita masuk ke dalam wahana, seperti biasa kita harus membeli tiket dulu. Ada beberapa ragam pilihan paket wahana, misalnya D'Farm, Sepeda, taman Buah, wahana perahu, dan lainnya.
Awalnya saya mau ambil wahana taman buah, harga tiketnya Rp. 99.000/orang. Sayangnya di wahana taman buah cuma ada manggis dan rambutan saja. Lah, kalau itu di Aceh juga banyak. Yasudah saya pilih wahana lain saja. Jadinya saya pilih wahana D'Farm, harga tiket Rp.50.000/orang. Harganya standar, tidak mahal tidak juga murah.

Sampai di wahana D'Farm, ternyata diluar ekspektasi saya. Disana kegiatannya cuma memberi makanan domba dan merpati. Sekalian melihat-lihat koleksi kelinci, marmut, dan seekor musang.



Ada juga tempat yang katanya "museum tani", tapi karena kurangnya koleksi barang, rasanya agak tanggung kalau disebut museum.


Saya berlibur kesana bertepatan sedang musim hujan. Maka banyak air yang tergenang, nyamuk pun berkembang biak dengan subur. Kalau kamu membawa bayi atau balita, gunakan pakaian yang tertutup untuk menghindari gigitan nyamuk.
Di akhir pertualangan, kami berkeliling taman buah Mekarsari dengan menggunakan kereta. Baru-lah saya bisa melihat kalau taman buah Mekarsari ini luas sekali, kita tidak mampu menjelajah Mekarsari dengan jalan kaki.


Setelah berkeliling dengan kereta, saya menyimpulkan Mekarsari lebih mendekati kebun ketimbang taman.

Kalau saya lihat pohon durian ditanami dalam satu area, disampingnya area pohon rambutan yang luas, disampingnya lagi area jambu yang luas. Kalau begini, orang-orang pasti akan kesulitan menikmati petik sendiri dan makan ditempat dengan beragam buah yang ada.

Saran saya untuk pengelola taman buah Mekarsari, lebih baik sediakan satu area, tidak perlu luas, maksimal 1 hektar saja, lalu di area tersebut tanami satu persatu varian pohon buah buahan. Nah, orang-orang akan sangat bisa menikmati taman buahnya, karena tidak perlu capek-capek berjalan dari pohon satu ke pohon lainnya.

Lokasi dan luas area sudah sangat mendukung untuk Mekarsari dapat berkembang lebih baik, saya sangat berharap Mekarsari bisa berbenah. Semoga kedepannya Mekarsari bisa menjadi tempat wisata favorit banyak orang.

POSTINGAN TERKAIT

Posting Komentar