Revolusi Tempat Penyimpanan Data dari Masa ke Masa

Bicara soal penyimpan data, apa yang kamu pikirkan? Yap, Flash disk atau Hard disk eksternal. Saat ini flash disk adalah benda yang wajib di miliki oleh semua golongan, baik dia pelajar, mahasiswa atau mereka yang sudah bekerja. Benda kecil ini memang begitu besar manfaatnya, baik sebagai tempat simpan dokumen atau sebagai alat tranfer data dari satu komputer ke komputer lainnya.

Bahkan saat ini ada yang menjadikan flashdisk sebagai ruang memori untuk pemutar musik. Namun tahukah kamu kalau benda kecil ini ternyata tak luput dari revolusi perkembangannya. Nah, sambil saya bersantai, saya ingin bercerita sedikit mengenai perkembangan penyimpan data dari masa ke masa.

1. Disket

Bagi pengguna komputer generasi uzur bin akik-akik, sudah tidak asing lagi dengan kepingan berbentuk empat yang diberi nama disket. Ya, saat itu hanya disket yang digunakan sebagai media penyimpanan data. Namun sayangnya disket cuma mampu menyimpan data dengan ukuran kecil, karena disket sendiri memiliki kapasitas yang sangat kecil, dibawah 1mb. Saat ini disket sudah sulit ditemui, dan kalaupun ada, hampir semua komputer yang kita jumpai sudah tidak mendukung lagi penggunaan disket. Kalau kamu masih punya disket dirumah, disimpan saja, karena itu bisa jadi barang antik kedepannya.

2. Disk

Setelah era disket berakhir, kita diperkenalkan dengan media penyimpanan data menggunakan kepingan disk. Biasanya disk ini hanya digunakan sebagai alat penyimpan rekaman, namun seiring waktu disk juga digunakan tempat penyimpanan dokumen atau data lainnya. Keunggulan disk, lebih murah dan tetap bisa digunakan sampai sekarang. Namun kelemahannya, disk hanya bisa digunakan sekali pakai saja, artinya jika satu disk sudah menyimpan data, maka tidak dapat dimasukkan tambahan data lagi pada disk yang sama. Dan kekurangan kedua, disk harus melewati proses burning terlebih dahulu, melakukan burning harus menggunakan software yang rata-ratanya berbayar semua.

3. Flash disk

Tak lama setelah era disket dan disk, orang-orang mulai menggunakan flash disk sebagai perangkat simpan data. Banyak sekali keunggulan flash disk, selain memiliki kapasitas yang lebih besar, flash disk juga mudah sekali digunakan, tinggal colok ke slot dan langsung bisa dipakai. Flash disk memiliki beragam kapasitas, ada yang dari 2mb hingga saat ini bahkan ada yang lebih dari 100gb.
Selain media penyimpanan data, ternyata flash disk sudah banyak beralih fungsi. Flash disk bisa digunakan sebagai ruang partisi eksternal OS, dan juga bisa digunakan sebagai ruang memori untuk menampung mp3 yang diputarkan dari perangkat smartphone ataupun pemutar musik di mobil. Hingga saat ini flash disk tetap masih digunakan.

4. Hard disk

Inilah ruang peyimpanan data yang besar. Hard disk yang kita kenal ada dua model, yang internal dan yang eksternal. Hard disk internal adalah perangkat pendukung yang tertanam di dalam CPU atau laptop anda, fungsinya juga sebagai ruang partisi penyimpan data. Tidak jauh dari situ, hard disk eksternal juga memiliki fungsi yang sama, namun bedanya hard disk eksternal sama seperti flash disk, dapat digunakan untuk memindahkan data dari komputer yang satu ke komputer lainnya. Cuma sebagian besar orang lebih suka pakai flashdisk saya, simpel dan mudah digunakan, apalagi kapasitasnya hampir bisa menyaingi hard disk.

5. Media penyimpan data online

Mau tidak mau, suka tidak suka, kita sudah masuk ke era yang serba online. Media perangkat sekarang tidak hanya yang berbentuk fisik, tapi sudah beralih menggunakan fitur online sebagai media penyimpanan data. Sudah banyak orang yang memanfaatkan fitur draft email sebagai tempat menyimpan dokumen, padahal email sejatinya berfungsi sebagai pengirim surat elektronik. Selain itu, menjamurnya website penyedia layanan file hosting gratis seperti Mediafire juga sudah mempermudah orang-orang menyimpan data via online tanpa perlu bawa flash disk atau hard disk kemana-mana. Asalkan ada koneksi internet. Tapi problemnya, proses upload data ke situs penyedia file hosting saat ini masih terkendala dengan bagus tidaknya koneksi internet kita, karena kalau koneksi lambat kama proses upload pun menjadi begitu lama.

Era cloud. Lahirnya era cloud telah membawa perubahan baru dalam dunia internet. Kalau sebelumnya kita terkendala presos upload file yang lambat saat menggunakan file hosting konvesional, kali ini kita sudah memasuki era revolusi dengan sistem cloud atau komputasi awan. Menggunakan cloud menjadikan proses transfer/upload data menjadi sangat cepat. Istilah ini baru beberapa tahun ini booming, dan situs yang pertama kali menjadikan istilah cloud booming adalah sebuah situs yang menyediakan layanan simpan data Dropbox. Sekarang ini situs ini sangatlah populer sebagai daring penyimpan data. Saya ingin bertanya, apakah anda sudah mulai menggunakan layanan Dropbox? kalau belum, mulai sekarang cobalah manfaatkan fiturnya, sebelum anda terlihat kolot.

Sistem kerja Dropbox yakni mensinkronisasi komputer pengguna dengan menginstall aplikasi yang diberikan, untuk menyimpan data kita ke dropbox ya kita tinggal klik kanan pada file yang mau kita simpan, lalu pilih send, dan pilih dropbox. Gampang sekali.

Selain dropbox, Google juga menyediakan fitur simpan data bernama Google Drive. Nah, saya salah satu pengguna Google Drive.

Saat ini cloud sudah banyak sekali digunakan untuk berbagai kebutuhan. Bahkan situs milik saya juga menggunakan cloud server. Untuk istilah cloud, lain kali saya bahas di artikel selanjutnya berbasarkan apa yang saya tahu saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *