Pendakian Puncak Sala dan Air Terjun Ulim Pidie Jaya

Pertualangan memang sudah menjadi bagian dari hidup saya. Sejak SMA, saya memang sudah senang sekali dengan kegiatan perkemahan, apalagi berkemah di alam terbuka yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Sampai saya tamat SMA, saya mulai rutin mengikuti kegiatan pendakian tiap libur semester, dan tujuan gunung pun beragam, tergantung jadwal dan modal yang saya punya.



Paling sering pendakian saya memang Burni Telong, tapi bukan berarti saya tidak mendaki gunung lainnya. Beberapa tahun lalu, saya berkesempatan untuk ikut penjelajahan puncak Sala (begitu kami menyebutnya) dan air terjun Ulim. Saat itu, saya dan ke-enam teman saya dibekali dengan check point GPS milik anggota KOPALA, sehingga pendakian saat itu menjadi lebih efisien dalam soal waktu.



Saya ingat, yang paling menarik saat pendakian adalah ketika kami berjumpa beruang liar yang jaraknya sekitar 10 meter dari kami. Kelihatannya beruang itu baru turun dari pohon, dan dia mengeluarkan suara “grooh” (suara beruang) sebagai pertanda kalau dia adalah penguasa sekitar. Bagi saya ini cukup menegangkan, karena untuk pertama kali dalam sejarah pendakian saja berjumpa dengan beruang. Tapi tidak dengan Kibo, yang katanya ini kedua kalinya dia berjumpa beruang di rimba Tuhan.





Kalau boleh saya ceritakan, hutan Sala benar-benar indah. Saya bisa meyakini diri sendiri bahwa hutan yang berlokasi di Pidie Jaya adalah hutan yang paling indah yang pernah saya telusuri. Belum hilang dari memorial saya ketika saya menapakkan kaki dari punggung gunung diantara tebing, saya berada diantara jenis hutan yang berbeda. Sebelah kiri, saya melihat hutan khas daerah tropis dengan pepohonan besar yang menutup tanah. Sebelah kanan saya, saya melihat hamparan sabana yang sejauh mata memandang tidak berujung. Masya Allah, luar biasa indahnya. Seandainya kamu bersama kami waktu itu, kamu akan merasakan seperti yang saya rasakan. Keindahan alamnya persis seperti dalam film The Hobbit.  Saya tidak melebih-lebihkan cerita, tapi ini benar-benar indah.

Puncak Sala merupakan bagian dari jajaran bukit barisan, memiliki ketinggian sekitar 1200 mdpl. Selain keindahan hutannya, puncak sala memiliki beragam fauna langka bisa dijumpai. Dari landak, merak hijau, kura-kura matahari, dan bahkan kodok yang bunyi seperti burung pun ada disana.



Trip saat itu menghabiskan waktu 4 hari, 2 hari pendakian, 1 hari turun. Jelas, dalam 4 hari itu saya mendapatkan sesuatu yang baru dalam hidup saya. Cerita yang tidak pernah saya lupakan betapa indahnya alam Aceh. Beberapa foto masih saya simpan sebagai kenang-kenangan.

Dan satu lagi, ada hal unik yang kita jumpai di salah satu pohon ketika mendaki ke gunung sala, yaitu sebuah ukiran manusia pada salah satu pohon bertuliskan "GAM". Saya rasa itu ukiran dari kombatan yang pernah bergerilia di hutan sala.



POSTINGAN TERKAIT

Posting Komentar