Kenapa Akhirnya Saya Memilih jadi PNS?

Sewaktu saya menulis artikel ini, saya malah keingat dengan artikel yang pernah saya tulis beberapa tahun lalu di blog badaiselatan. Sayangnya artikel itu sudah hilang seiring nonaktifnya blog badaiselatan.


Dalam artikel tersebut, saya sempat menyinggung pola pikir kaum muda Indonesia dan cita-cita yang dikejarnya. Ada kalimat dimana "masa depan tidak hanya jadi PNS, masih banyak seribu satu usaha yang bisa kamu lakukan agar menjadi sukses". Dulu saya pikir opini saya itu benar, kalau sekarang saya harus koreksi sedikit, tapi opini yang dulu bukan berarti salah semua.

Sampai detik ini, berdagang (wirausaha) memang pekerjaan terbaik, tapi bukan berarti menjadi PNS itu tidak baik atau kalah baik dengan berdagang.

Kalau wirausaha adalah pekerjaan terbaik, lantas kenapa saya memilih untuk menjadi PNS?

Pertanyaan menarik yang cukup butuh waktu banyak untuk menjabar semua. Tapi saya ingin persingkat saja, to the point, supaya pembaca artikel ini bisa mendapatkan intisarinya yang mungkin bermanfaat.

Ngomong-ngomong, saya menulis artikel ini via smartphone. Sambil menunggu waktunya tidur, saya tulis saja satu artikel baru. Menyenangkan sekali menulis artikel sambil berleha-leha atas kasur. Penasaran gimana cara menulis artikel via smartphone? Baca artikel saya disini.

Oke, kembali ke topik kita. Diakui atau tidak, menjadi PNS masih menjadi idaman mayoritas orang di Indonesia. Kenapa jadi idaman? Orang-orang punya alasannya tersendiri. Salah satunya jaminan hari tua yang didapat bila berstatus PNS. Walau sebenarnya bukan itu alasan saya menjadi PNS.

Alasan saya menjadi PNS adalah....

Semakin mencintai profesi dokter

Setahun lalu saya pernah bekerja di sektor swasta, gaji yang saya terima 15-20 juta. Kalau nilai tersebut dibandingkan gaji seorang PNS tentu sangat timpang. Belum lagi pendapatan saya dari Adsense, Toko Online dan beberapa project kecil-kecilan. Saya pikir sudah lebih dari cukup.

Namun, dibalik gaji yang lumayan, ada hal yang bagi saya terasa kurang, yakni pengembangan profesi. Sektor swasta menjadikan saya sulit berkembang, saya akan mentok dalam pekerjaan yang itu-itu saja, tanpa ada kesempatan untuk meningkatkan keilmuan dan karir saya.

Nah, semakin saya mencintai profesi saya, maka semakin saya ingin lebih. Saya ingin terus berkembang baik segi ilmu maupun jenjang karir.

PNS mampu menawarkan saya pengembangan profesi dan jenjang karir. Pastinya saya tidak akan mentok pada jabatan tertentu saja seumur hidup saya. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya keilmuan saya, tentunya mempermudah saya bekerja pada tempat yang sesuai dengan kemampuan saya.

Kesempatan melanjutkan pendidikan

PNS bisa menjadi batu loncatan buat saya yang ingin melanjutkan program sekolah spesialis. Kesempatan melanjutkan sekolah memang tidak harus jadi PNS terlebih dahulu, tapi dengan status PNS akan meningkatkan nilai jual saya sewaktu hendak mengikuti program sekolah spesialis.

Selain menjual ketika tes, status sebagai PNS juga lebih mempermudah saya mengajukan beasiswa dari pemerintah maupun lembaga pendonor. Hal itu sudah sangat banyak dibuktikan oleh para senior saya yang berstatus PNS ketika mengirim aplikasi beasiswa ke lembaga pendonor. Status PNS sangat diperhitungkan dan sering menjadi prioritas oleh lembaga pendonor beasiswa.

Dan saya tidak perlu resign dari pekerjaan, karena PNS diperbolehkan mengambil tugas belajar. Dan seringkali, Kemenkes memberikan beasiswa bagi mereka yang mengambil tugas belajar, misalnya seperti program Tubel 2018 ini.

Menjadi agen perubahan

Menciptakan perubahan positif dikalangan masyarakat sering saya lakukan dengan kampanye positif melalui jaringan sosial, ikut komunitas, dan melalukan aksi di lapangan.

Ketika saya melakukan kampanye via medsos, gaung saya cukup terdengar, namun persentase goal yang dicapai sering sekali nihil. Membangun komunitas se-ide untuk perubahan, kita mampu berbicara banyak dalam komunitas, namun sering minim aksi. Dan ketika aksi tersebut di realisasikan, hal yang sering menjadi kendala adalah dukungan tersier dan power.

Nah, jadi PNS bisa jadi jalan yang paling logis demi mewujudkan perubahan yang sudah saya idamkan selama ini. Dengan masuk ke dalam sistem, saya bisa memberikan aksi nyata melalui kedudukan dan fungsi yang saya miliki.

Ingin mengembangkan sistem pemerintah ke arah inovasi digital

April 2018 saya pulang dari Jakarta ke Lhokseumawe. Membawa segudang inovasi yang ingin saya kembangkan. Setelah saya berhasil diterima sebagai dokter umum di rumah sakit pemerintah, saya mulai mencoba memperkenalkan SIMRS kepada pemangku jabatan.

Saya bercerita, bahwa sekarang baik sektor pemerintah maupun sektor swasta harus ikut dalam revolusi industri 4.0, yang dimana semua harus melek teknologi. Jadi berlahan-lahan harusnya rumah sakit pemerintah beralih dari sistem konvensional ke sistem digital.

Nah, barulah saya perkenalkan sebuah open source bernama SIMRS khanza. Aplikasi ini diterima cukup baik oleh semua kalangan di ruang lingkup rumah sakit, namun masih ada kendala sana-sini, terutama SDM yang belum bisa menyesuaikan diri.

Sayangnya SIMRS ini baru dipakai di rumah sakit saja. Padahal bila SIMRS digunakan oleh semua instansi kesehatan, pemerintah bisa menghemat anggaran pengadaan kertas yang besar, juga pengelolaan manajemen akan lebih baik dan efesien.

Saya bermimpi, untuk mendigitalkan semua instansi kesehatan di kabupaten tempat saya bekerja nantinya.

Menjadikan digital marketing sebagai pekerjaan sampingan

Saya berkenalan dengan internet 2007, waktu itu sedang ngetrend-nya friendster dan mig33. 2008 saya mulai berkenalan dengan blog sekaligus mulai mempelajari ilmu pemprograman PHP secara otodidak. Bang Achil adalah orang yang mengajarkan saya HTML dan CSS, hingga sampailah saya ke tahap PHP. Di tahun 2009, saya menggeluti Google Adsense. Orang yang memperkenalkan Adsense pada saya adalah bang Diego, teman chatting Mig33.

Seiring berjalannya waktu, internet semakin berkembang di Indonesia. Saya pun ikut berkembang dalam Google  Adsense dan segi keilmuan pemprograman. 2011 saya mulai serius dan tiap bulan mendapatkan gaji dari Google. Di tahun 2013, keilmuan pemprograman saya baru dihargai oleh beberapa kalangan dan instansi pemerintah dengan membuatkan project web. Ditahun yang sama juga saya mencoba peruntungan dengan mendirikan toko online hasil patungan dari beberapa relasi.

Saat ini, project saya tidak hanya sebatas web, tapi juga sudah berkembang ke software berbasis web. Begitupun internet marketing yang terus saya jalani dengan senang hati.

Selain untuk tambahan finansial, menggeluti pemprograman dan internet marketing adalah bentuk kecintaan saya terhadap teknologi. Selamanya saya akan menjalaninya, meski jalannya tidak mulus.

Kesempatan mendalami internet marketing juga terbuka luas bagi saya kalau berstatus PNS. Jam kerja yang jelas dan relatif lebih fleksibel bisa dimanfaatkan untuk mengurusi project web/software dan internet marketing yang sedang saya rintis.

Itulah alasan-alasan kenapa saya akhirnya mendaftarkan diri pada CPNS 2018. Semua telah melalui pertimbangan yang matang, berdiskusi dengan istri dan orang tua tentang perihal saya untuk mendaftar pada tes CPNS 2018.

Menjadi PNS tidak semata-mata hanya karena gaji dan tunjangan, namun ada hal yang banyak bisa saya lakuka ketika saya sudah masuk ke dalam sistem birokrasi. Contohnya ya itu, PERUBAHAN.

POSTINGAN TERKAIT

Posting Komentar