Warnet Nasibmu Kini, Hampir Mati Dimakan Zaman

Zaman semakin maju dan kita tidak mampu menahan kemajuan zaman. Setiap perubahan zaman, selalu ada yang harus dikorbakan, dipaksa menghilangkan akibat keganasan zaman. Tidak sedikit yang dikorbankan itu, rupanya hilang berserta dengan nama besarnya. Jadi sewajarnya di kalangan milenial bahkan tidak pernah mendengar nama itu yang dulunya pernah besar.

Salah satu yang hampir dimakan zaman adalah bisnis warnet (warung internet). Sekarang, coba tanyakan ke kolompok remaja milenial, apakah mereka pernah bermain internet di warnet? Saya rasa mereka tidak pernah. Mau ngewarnet dimana coba? warnet sekarang ini sudah banyak yang tutup dan semakin sulit untuk dicari.

Punahnya warnet saya pikir bakalan sama kejadian punahnya wartel (warung telekomunikasi). Di Aceh, tahun 90an wartel menjadi tempat nongkrongnya semua kalangan, apalagi muda-mudi yang lagi pedekatean sama gebetannya via telepon.

Tapi semenjak datangnya hape, satu persatu wartel dipaksa tutup. Era wartel tidak bertahan lama, cuma sekitar 5 tahunan saja, lalu berubah menjadi era hape yang tiap orang mulai punya karena lebih gampang dan efektif.

Jadi jangan heran, apapun itu, siapapun dia, yang tidak mau mengikuti perkembangan zaman, akan tergerus dan punah menjadi korban evolusi.

Seperti yang saya bilang, kita tidak mampu membendung modernisasi, yang bisa kita lakukan adalah menyesuaikan diri atas moderenisasi.

Contoh paling mudah ya itu tadi, warnet. Coba bayangin, dengan kondisi saat ini yang dimana-mana ada spot wifi dan kemudahan berinternet dari genggaman, siapa lagi coba yang mau datang ke warnet? Paling orang-orang yang mau ngeprint doang, itupun bisa dihitung jari. Apalagi banyak ATK yang sekarang ini sudah menyediakan layanan ngeprint dengan harga murah meriah muntah.

Kondisi yang lambat laun warnet kian menjadi legenda, ternyata ada satu dua warnet yang masih bertahan dengan ceruk pasar tertentu. Beberapa kali saya pernah jumpai warnet yang khusus dipakai untuk bermain game PC. Itu contoh warnet yang masih bertahan karena masih banyak orang yang setia mengunjungi warnet yang untuk bermain game, itupun karena mereka tidak punya pilihan. Harga spesifikasi komputer khusus gamer bukanlah barang murah bagi kebanyakan orang, sehingga mereka masih memilih warnet sebagai tempat game online.

Sedikit bernostalgia dengan warnet, waktu SMA saya salah satu pengunjung setia warnet, terutama warnet jalan merdeka di kota Lhokseumawe. Warnet sudah sangat banyak membantu saya belajar ilmu ngoding. Dulu belum ada speedy masuk rumah, jadi kalau kita mau akses internet berjam-jam ya pilihannya warnet.

Kalau sekarang kan sudah ada paket indihome, jadi rasanya buat apa lagi kita menghabiskan waktu di warnet, mending beli paket indihome lalu internetan sepuasnya dirumah.

Kalau sudah diwarnet biasanya lupa pulang, lupa makan & lupa mandi. Kalau ngantuk langsung tidur di warnet, bangun tidak belajar ngoding lagi. Untung sama penjaga warnet saya kenal, sudah jadi teman dekat. Jadinya bisa kongkalikong bikin paket hemat khusus saya.

Banyak sekali manfaat warnet waktu itu, kalau buat saya yang penting bisa mengembangkan ilmu yang saya senangi. Tapi dibalik manfaatnya warnet, ternyata ada juga oknum remaja tanggung yang memanfaatkan bilik warnet sebagai tempat “ehem-ehem”. Kejadian itu pernah hampir kejadian di tempat warnet langganan saya, ya untungnya sempat saya tegur.

Ya begitulah warnet, meski mulai dilupakan, selalu ada tempat di hati orang-orang yang lahir di tahun 90an.

0 Replies to “Warnet Nasibmu Kini, Hampir Mati Dimakan Zaman”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *