Kisah Sukses Zhang Xin, dari Buruh Pabrik Meniadi Miliarder

Zhang Xin lahir pada tanggal 24 Agustus 1965, di Beijing, Cina. Zhang Xin menamatkan pendidikan sarjananya dalam bidang Ekonomi di Universitas Sussex. Kemudian, Zhang Xin mendapat gelar master dalam bidang Ekonomi Pembangunan pada tahun 1992 dari Universitas Cambridge, pada usia 27 tahun.

Zhang Xin bisa melanjutkan pendidikannya di Universitas Sussex, setelah 5 tahun sebelumnya ia menabung dari hasil bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik. Dengan tabungannya itu, pada usia 20 tahun ia pergi ke London. Beberapa saat sebelum kuliah, ia belajar bahasa Inggris di sebuah sekolah sekretaris.

Takhanya itu, ia juga sempat bekerja di sebuah restoran makanan laut di London. Bersama dengan ibunya, ia pindah ke Hong Kong pada usia 14 tahun. Orang tua Zhang Xin merupakan Suku Burma Cina. Mereka pindah dari Burma ke Cina pada tahun 1950-an. Sebelumnya, orangtua Zhang Xin menekuni usaha sebagai produsen garmen. Setelah pindah ke Cina, ibunya memutuskan untuk menjalani profesi baru, yaitu menjadi penerjemah di Bureau of Foreign Languages. Melalui lembaga itu, ibunya turut membantu menyebarluaskan pernyataan Deng Xiaoping dan Zhou Enlai. Akan tetapi, orangtua Zhang Xin berpisah pada saat terjadinya perang Revolusi Budaya di Cina pada tahun 1966.

Masa kecil dan remaja Zhang Xin cukup memprihatinkan. Ia dibesarkan di tengah keluarga miskin. Sebenarnya, orangtua Zhang Xin adalah orang berpendidikan, akan tetapi pemerintah pada waktu itu tidak memercayai sehingga ia dikirim ke pinggiran kota. Zhang Xin melewati masa kecilnya di sebuah rumah susun di pinggiran Beijing.

Dalam kesehariannya, Xhang Xin hanya menemukan makanan berupa nasi ransum yang ditaruh di mangkuk besi. Zhang Xin juga ikut mengantri makanan dengan anak-anak pekerja keras lainnya. Zhang Xin mengatakan bahwa hanya ada tiga jenis makanan yang semuanya cukup buruk. Ia dan anak-anak lainnya memegang mangkuk nasi, dibawa ke kantin dan menunggu petugas membagikan makanan. Keadaannya jauh lebih buruk dari para pekerja kontruksi yang mengantre makanan.

Ketika pindah ke Hong Kong, Zhang Xin dan ibunya juga cukup melarat. Mereka berdua tinggal di kamar yang hanya cukup untuk 2 kasur. Ia kemudian memutuskan bekerja di pabrik garmen dan produk elektronik selama 5 tahun. Zhang Xin bekerja selama 12 jam setiap harinya. Ia menabung gajinya untuk mewujudkan niatnya kuliah di luar negeri.

Sebelum mendirikan usahanya sendiri, Zhang Xin sempat bekerja di Baring Plc. Baring menempatkannya di Hong Kong, tetapi kemudian ia pindah ke sebuah bank investasi, Goldman Sachs di New York City. Setelah itu, ia juga pernah bekerja di Traveler Group pada tahun 1994. Taklama berselang, ia memutuskan kembali ke kampung asalnya, Beijing, untuk memulai pekerjaan baru. Hal ini, seiring dengan adanya reformasi ekonomi.

Pada tahun 1995, bersama Pan Shiyi ia mendirikan Hongshi.Awalnya, Pan Shiyi adalah rekanan perjuangannya yang juga pernah merasakan kehidupan yang melarat. Pan Shiyi inilah orang yang menyarankan agar dia menekuni bidang properti, karena menurutnya, masa depan dunia properti akan baik.

Zhang Xin dan Pan Shiyi, yang memiliki karakter yang sama ini akhirnya menikah tidak lama setelah mereka mendirikan perusahaan tersebut. Hongshi artinya adalah batu merah. Nama ini menurutnya cocok untuk bidang yang ia geluti. Hongshi inilah yang menjadi cikal bakal perusahaan real estate terkenal dari Cina, yaitu SOHO (Small Office Home Office).

Pan Shiyi dan Zhang Xin kemudian menjelma menjadi pengembang properti terbesar di Cina. Takheran mereka disebut sebagai pasangan pengusaha properti yang paling terkenal di Cina menurut Times of London.
Hanya berselang beberapa waktu, kekayaan Zhang Xin mencapai %3, 8 miliar, lebih dari Rp40 Triliun pada Oktober 2013. Hal ini, membuat Zhang Xin terkenal sebagai salah satu wanita terkaya di dunia.
Zhang Xin dikabarkan memiliki aset senilai $10 miliar dengan total 56 juta kaki persegi pembangunan
.
Selain itu, juga dilansir bahwa ia telah melakukan pengembangan lahan besar di Beijing dan Shanghai, yaitu 18 di Beijing dan 11 di Shanghai. Semua yang didapat oleh Zhang Xin bukanlah harta warisan seperti sebagian orang terkaya di dunia. Zhang Xin memperoleh dengan hasil kerja kerasnya dan memulai dari nol.

Keberhasilan yang diperolehnya juga bukan tanpa tantangan. Setelah belasan tahun berdiri, SOHO sempat mengalami kebangkrutan. Tidak hanya bangkrut, pada tahun 2007, perusahaan Zhang Xin juga menanggung utang sebesar $ 1 ,65 miliar. Zhang Xin tidak hanya bangkit dari keterpurukan eknomi yang ia rasakan waktu kecil, tetapi juga bangkit dari kegagalan.


Dalam keadaan yang sulit, ia memutuskan untuk tetap mempertahankan dan melanjutkan perusahaan yang telah ia dirikan. “Aku bahkan ingat saat kami berjuang membayar gaji dan tagihan. Perusahaan harus terus bergerak walaupun dengan utang. Dengan kontrol biaya yang ketat, kami pun bisa mendapat keuntungan bertahap”, begitu kata Zhang Xin dalam sebuah kesempatan.

Namun, menjadi salah satu wanita terkaya di dunia tidak membuatnya hidup serba mewah. Zhang Xin memutuskan untuk menjalani kehidupan yang sederhana. Hal ini, dapat dilihat dari kesehariannya. Zhang Xin selalu menggunakan pakaian yang sederhana, tidak berlebihan.

Ia tampil apa adanya dengan make up dan perhiasan sederhana yang jauh dari kesan glamour. Ia juga menggunakan kendaraan pribadi yang biasa untuk ukuran orang sukses seperti dirinya. Ia juga tidak segan-segan naik pesawat kelas biasa dan menolak kelas satu. Zhang Xin benar-benar bersikap hemat. “Ini bukan soal kesanggupan, ini tentang kesadaran”, kata Zhang Xin.

Gaya hidup Zhang Xin yang sederhana di tengah peningkatan jumlah hartanya, membuat dirinya menjadi
sorotan masyarakat. Tidak hanya karena ia seorang miliarder yang sebelumnya pernah menjadi seorang buruh pabrik, melainkan karena prinsip hidupnya yang begitu kuat. Selain menjabat sebagai CEO SOHO Cina, Zhang Xin juga menjadi ketua dewan direktur Teach For Cina, anggota Young Global Leader di World Economic Forum Davos, anggota Asia Business Council, anggota dewan Council on Foreign Relation dan penasihat untuk Cina Institute in America (2005-2010).

Artikel ini bermanfaat? Share ke Jejaring Sosial Anda.

Artikel lain:

Kisah Sukses George Soros, dari Pelayan Hingga “Menghancurkan Bank lnggris”


George Soros memiliki nama asli Schwartz Gyorgy. Ia lahir di Budapest, Hungaria, pada tanggal 12 Agustus 1930, dari sebuah keluarga Yahudi. Soros adalah anak dari Tivadar dan Elizabeth. Mereka menikah pada tahun 1924. Ayahnya berprofesi sebagai seorang pengacara, tetapi sebelumnya pernah menjadi tawanan perang pada Perang Dunia 1. Ia melarikan diri dan kembali ke Budapest.

Ayahnya mengajarkannya berbicara Esperanto sejak kecil. Sementara Elizabeth, ibunya, berasal dari keluarga pengusaha. Keluarga ibunya adalah pemilik toko sutra.

Pada tahun 1944, Nazi Jerman menduduki Hungaria. Pada waktu itu, usia Soros 13 tahun, dan bekerja di Dewan Yahudi yang didirikan selama pendudukan Nazi di Hungaria. Tiga tahun setelah itu, Soros keluar dari Hungaria. Ia memilih pergi ke London dan melanjutkan pendidikan di London School of Economics. Selama di London, ia tinggal bersama dengan pamannya. Status Soros pada waktu itu adalah seorang mahasiswa miskin.

Sambil kuliah, ia pernah bekerja menjadi pelayan dan penjaga palang pintu kereta api. Soros juga pernah menjadi wiraniaga keliling di pinggir laut Wales. Ia bahkan sempat menerima bantuan dari seorang dosen yang mengumpulkan dana sosial untuk Soros. Soros juga mendapatkan dana dari lembaga amal Religious Society of Friends. Dengan susah payah, akhirnya Soros menyelesaikan studinya dan memperoleh gelar Bachelor of Science pada tahun 1952.

Setelah tamat, ia juga mengalami kesulitan. Tidak mudah mendapatkan pekerjaan, sehingga ia bekerja di toko suvenir. Ia kemudian mengajukan lamaran kerja ke semua bank investasi di London, tetapi menolaknya karena sentimen agama. Ia akhirnya bekerja di sebuah bank di New York City, karena direkturnya adalah orang serumpun dengan Soros. Beberapa waktu kemudian, George Soros dikenal di seluruh dunia sebagai seorang pebisnis, investor kaya, dan aktivis politik. Ia adalah ketua Soros Fund Management, The Open Society Institute, pendiri dan penasihat Quantum Fund.

Melalui yayasan Open Society, Soros membantu negara-negara bekas jajahan Uni Sovyet di Eropa Timur. Ia juga memberikan bantuan kepada Partai Solidaritas Buruh di Polandia dan lembaga kemanusiaan Charter 77 di Cekoslovakia melalui lembaga Council on Foreign Relation. Aktivitas politiknya dapat diketahui dari aksinya yang menentang kembali pemilihan George W. Bush pada tahun 2004.

Soros menjadi penyumbang dana terbesar sejak era Presiden George W. Bush. Tidak hanya itu, ia juga menjadi penyumpang terbesar pada Universitas Central European di Budapest. Soros diberitakan telah menyumbangkan lebih dari $8 miliar sejak tahun 1979 hingga 2011 untuk bidang penegakan hak asasi manusia, kesehatan, dan pendidikan.

Soros pernah menikah 2 kali, yaitu dengan Annaliese Witschak dan Susan Weber Soros. Dari pernikahannya ia memiliki 5 anak, yaitu Robert, Andreas, Jonathan, Alexander, dan Gregory. Soros mengatakan bahwa orang yang paling berpengaruh terhadap keberhasilannya adalah kedua orangtuanya dan Karl Popper. Karl Popper adalah penulis buku The Open Society and Its Enemies, yang juga pernah menjadi dosen nonreguler di kampusnya. Soros begitu mengagumi pemikiran sang filsuf. Soros bahkan membuat sebuah esai filsafat The Burden of Consciousness yang membawanya bertemu langsung dengan Karl Popper.

Aksi Soros yang paling terkenal dalam dunia investasi adalah ketika dirinya menggebrak bank Inggris dengan keuntungan investasinya yang mencapai $1 miliar pada tahun 1992. Atas kejadian itu, Soros dikenal sebagai The Man Who Broke The Bank of England.

Selain kisah hidupnya yang menarik dan sisi dermawannya yang kuat, ia juga menjadi tokoh kontroversial. Tindakannya disinyalir pernah menjadi penyebab krisis ekonomi di Asia, yang menyebabkan rendahnya mata uang Korea Selatan, Indonesia, dan Thailand. Sebagian orang memandang Soros lebih negatif, karena Soros dianggap sebagai kriminal ekonomi. Jumlah simpanan uangnya yang besar mengguncang nilai mata uang Asia sehingga terjadi ketidakstabilan ekonomi Asia.

Pada tahun 2006 dalam sebuah diskusi, Alvin Shuster menanyakan kepada Soros bagaimana seorang imigran seperti dirinya bisa menjadi ahli keuangan. Ia menambahkan pertanyaan, kapan Soros menyadari bahwa dirinya mengetahui cara menghasilkan uang.

“Yah, aku pernah mencoba berbagai macam pekerjaan dan akhirnya aku menjual barang mewah di tepi laut, toko suvenir, dan saat itu saya benar-benar tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Jadi, saya menulis kepada setiap direktur bank di London, dengan hanya mendapat satu atau dua balasan, akhirnya saya bekerja di sebuah bank dagang”, Soros menjawab pertanyaan tersebut.

Pada tahun 2012, di usianya yang ke 81, Soros dinobatkan sebagai orang terkaya di urutan 22 di seluruh dunia, nomor 7 dari daftar 400 orang terkaya di Amerika. Hal ini, adalah hasil pemeringkatan oleh Forbes.

Forbes memperkirakan hartanya mencapai 2520 miliar atau sekitar Rp243,2 triliun. Bisnis Soros disinyalir berkembang di berbagai benua dan terus bertahan meskipun terjadi krisis moneter di dunia. Pada September 2013, kekayaan Soros dilansir Forbes masih $20 miliar.

Artikel ini bermanfaat? Share ke Jejaring Sosial Anda.

Artikel lain:

Kisah Sukses Walt Disney, Mengumpulkan Modal dengan Bekerja


Walt Disney, lebih dikenal sebagai tokoh di dunia hiburan. Namun, sebenarnya ia adalah seorang seniman berjiwa pengusaha dan berhasil menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Kekayaan yang datang menghampiri adalah berkat hobi dan kerja kerasnya. Nama lengkapnya adalah Walter Elias Disney. Ia lahir pada tanggal 5 Desember 1901 di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Ayahnya bernama Elias Disney dan ibunya Flora Call.

Elias Disney merupakan keturunan Irlandia. Pada tahun 1878, ia memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat dari County Huron, Ontario. Pada awalnya, niatnya adalah untuk mencari emas. Namun, hingga tahun 1884, nasib membawanya menjadi seorang petani. Elias Disney dan Flora Call menikah di Acron, Florida, pada tahun 1888.

Walt Disney menghabiskan sebagian masa kecilnya di Marceline, Missouri yang merupakan daerah peternakan. Dari sinilah, Disney mulai mengasah bakat dan minatnya dalam dunia seni lukis. Disney pernah menggambar seekor kuda dan mendapatkan bayaran dari tetangganya untuk lukisannya itu.

Namun, pada tahun 1911, orang tua Disney memutuskan untuk pindah ke Kansas City. Disney kemudian dimasukkan oleh orangtuanya ke Benton Grammar School bersama Ruht, adiknya. Tidak hanya sekolah, keinginannya dalam dunia seni lukis membuat Disney mengikuti kursus di Kansas City Art Institute. Disinilah Disney mengenal Walter Peiffer, seseorang yang mengenalkannya dengan dunia film.

Nasib membawa Disney dan keluarganya kembali ke kota kelahirannya, yaitu Chicago. Ayah Disney memutuskan membeli saham di pabrik Jelly O-Zell pada tahun 1917. Itulah alasan mengapa mereka kembali pindah ke Chicago. Di kota ini, Disney melanjutkan pendidikannya ke Mc Kinley High School.

Seperti halnya ketika masih di Kansas, Disney juga mengikuti kursus di Art Institute of Chicago. Bedanya, kursus di Kansas adalah setiap malam Sabtu, sementara di Chicago hampir setiap malam. Disney menghabiskan waktu siangnya untuk belajar di sekolah dan malamnya belajar di tempat kursus. Untuk memupuk bakatnya, ia menjadi kartunis di koran sekolahnya.

Namun, pendidikan formalnya di sekolah tidak berakhir dengan baik. Pendidikannya terhenti ketika ia berumur 16 tahun. Disney mulai mencari pekerjaan. Ia sempat ditolak ketika mencoba mengajukan diri menjadi Angkatan Bersenjata AS karena usianya yang masih muda.

Disney tidak patah arang untuk menggapai masa depannya. Ia kemudian mencoba melamar di Palang Merah dan diterima menjadi supir ambulans. Disney menghabiskan waktunya beberapa waktu pada waktu Perang Dunia I sebagai supir di Prancis. Selain itu, Disney juga sempat bekerja di pabrik Jelly O-Zell, yang mana ayahnya ikut menanam saham.

Beberapa tahun kemudian, Disney memutuskan untuk fokus pada bidang seni. Keputusan ini membawanya kembali ke Kansas City. Ia ingin memulai pekerjaannya sebagai pelukis atau membuat karikatur di koran-koran. Namun, ia tidak mendapatkan pekerjaan itu. Disney kemudian mendapatkan pekerj aan membuat iklan di Pesmen-Rubin Art Studio setelah dibantu oleh saudaranya. Akan tetapi, pekerjaan ini juga hanya untuk sementara waktu.

Setelah keluar dari perusahaan tersebut, Disney mencoba untuk mendirikan perusahaan sendiri bersama kenalannya Ubbe Iwerks pada tahun 1920. Ubbe adalah seorang kartunis yang ditemui oleh Disney saat ia bekerja di Pesmen-Rubin Art Studio. Perusahaan ini juga hanya berdiri sebentar, karena kesulitan dana. Disinyalir bahwa Disney mendirikan perusahaan kecilnya itu dengan meminjam tempat dari sebuah restoran, karena ia tidak cukup uang. Ia membayar sewa restoran itu dengan membuatkan poster gratis.

Disney kemudian memutuskan kembali bekerja dengan orang lain. Ia bermaksud mengumpulkan modal untuk membangun usahanya lagi. Disney kemudian bekerja menjadi animasi kartun di Kansas City Ad Company. Dalam beberapa waktu, ia berhasil memiliki sedikit uang untuk membangun bisnisnya. Namun, Disney pun mengalami kesulitan lagi.

Film yang dibuatnya lumayan bagus, tetapi biaya produksinya mahal dan tidak mendapatkan laba, sehingga perusahaannya bangkrut. Film animasi pertamanya tersebut berjudul Newman Laugh-O Grams.

Kebangkrutannya juga disebabkan oleh ketidakmampuannya dalam mengelola keuangan dengan baik dan tingginya gaji karyawan yang membantunya. Takhanya bangkrut, Disney juga memiliki sejumlah utang.

Disney takpatah arang, ia mencoba peruntungannya kembali. Bersama saudaranya, ia berusaha mengumpulkan uang dan mendirikan studio kartun di Hollywood, California. Karya perdananya di Hollywood ini adalah serial Alice Comedies. Taklama kemudian, Disney menikah dengan Lillian Bounds pada tahun 1925. Lillian merupakan karyawan yang direkrut Disnes untuk membuat lukisan animasi. Lillian dan Disney memiliki seorang anak perempuan bernama Diane Marie. Namun, ia juga pernah mengadopsi seorang anak yang bernama Sharon Mae Disney.

Di tempat tersebut perusahaan Disney berkembang. Serial animasi yang diproduksinya mulai menampakkan hasil. Namun, sekali lagi Disney jatuh. Banyak karyawannnya yang berhenti karena masalah bayaran, dan ia pun bekerja sendiri sementara waktu.

Bersama temannya, Ubbe Iwerks ia membuat sejumlah serial animasi baru seperti Mickey Mouse, yang berhasil membuatnya terkenal pada tahun 1930-an.

Disney kemudian merilis Silly Symphonies pada tahun 1929 dan The Three Little Pigs pada tahun 1933. Disney mendapatkan penghargaan Academy Award for Best Short Subject: Cartoons pada tahun 1932 atas film Flowers and Tress. Selanjutnya, Disney mencapai puncak keemasan bisnis animasinya pada tahun 1937 hingga tahun 1941 sebelum terjadinya Perang Dunia II.

Disney kemudian membuka Disneyland pada tanggal 17 Juli 1955, sebuah taman bermain. Selain itu, Disney memperluas usahanya melalui Walt Disney Production. Ia pun terkenal menjadi pengusaha lilm animasi di seluruh dunia. Walt Disney meninggal di Burbank, California, pada tanggal 15 Desember 1966, dalam usia 65 tahun. Ia menderita tumor di paru-parunya. Sejarah mengenalnya sebagai seorang produser film, sutradara, animator, pendiri The Walt Disney company dan pengusaha sukses asal Amerika Serikat.

Walt Disney berhasil menjadi salah satu orang terkaya melalui perusahaannya. The Walt Disney Company disinyalir mendapatkan $35 miliar setiap tahunnya.

Artikel ini bermanfaat? Share ke Jejaring Sosial Anda.

Artikel lain:

Kisah Sukses Achmad Hamami, Kaya Setelah Resign dari Tempat Kerja


Achmad Hamami (83) tahun merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Ayah dari Mivida Hamami, Muki Hamami, Ana Hamami, dan Bari Hamami ini lahir pada tahun 1931. Ia menempuh pendidikan militer di Angkatan Udara (Militaire Luchtvaart) Belanda. Kemudian, ia menjadi anggota penerbang TNI Angkatan Laut. Achmad Hamami menyelesaikan pendidikan militer pada usia 29 tahun dengan pangkat kolonel termuda.

Achmad Hamami
Pada November 2013 lalu, Forbes mencatat total kekayaan Achmad Hamami dan keluarga sebesar $1,5 miliar. Pada tahun 201 1, Ahmad Hamami menjadi miliarder baru yang paling tinggi posisinya, yaitu menempati urutan 10 dari 40 orang terkaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan $2,2 miliar. Beberapa tahun terakhir jumlah kekayaannya menurun, namun ia masih menduduki daftar 50 orang terkaya di Indonesia.

Apa yang dicapai oleh Hamami bukanlah dengan cara mudah ataupun melalui warisan keluarga. Pada awalnya, ia tidak pernah bermimpi menjadi seorang pengusaha, karena ketertarikannya dalam dunia militer. Perjalanan kariernya di dunia militer juga tergolong baik. Namun, Hamami memutuskan untuk resign karena maraknya kasus korupsi di tempatnya bekerja. Dengan yakin, ia keluar sebagai anggota militer dan memulai hidup baru.

Setelah keluar dari dunia militer, Hamami sempat menjalani kehidupan yang sulit bersama keluarganya. Untuk menopang kebutuhan keluarga, ia dan anakanaknya mencoba melakoni bisnis kecil-kecilan, yaitu menjual es lilin. Selain itu, ia juga membuka kursus yang khusus mengajarkan matematika bagi anak-anak di sekitar tempat tinggalnya.

Beberapa waktu setelah mengajar les matematika dan menjual es lilin, ia bertemu dengan seseorang yang boleh dibilang menjadi titik balik dari kehidupannya. Seorang kerabat mengajaknya untuk bergabung dalam sebuah proyek di bidang infrastruktur. Inilah awal di mana Achmad Hamami mengasah insting bisnisnya. Ia mulai mengembangkan bisnis alat berat. Untuk mendukung usahanya, Achmad Hamami tidak segan-segan mempelajari ilmu manajemen dan bisnis, sebuah bidang yang jauh berbeda dari minat Hamami sebelumnya.

Ia mendirikan sebuah perusahaan dengan nama PT Trakindo Utama pada tanggal 23 Desember 1970.
Berkat reputasi dan profesionalitasnya yang baik, Achmad Hamami berhasil menjadi distributor resmi traktor dan alat-alat berat yang berasal dari California, Amerika Serikat, yaitu Caterpillar pada tanggal 13 April 1971. Produk Caterpillar yang ditawarkan oleh Trakindo adalah alat berat, diesel, dan mesin produksi gas. Secara bertahap, sejak saat itu, keuangan Achmad Hamami semakin membaik. Ia banyak mendapatkan order sehingga jumlah kekayaannya terus meningkat.

Achmad Hamami terus melakukan pengembangan dengan mendirikan beberapa anak perusahaan yaitu PT Sanggar Sarana Baja pada tahun 1977, PT Natra Raya pada tahun 1982, dan PT Chandra Sakti Utama Leasing pada tahun 1995. Ketiga anak perusahaan tersebut didirikannya untuk mendukung kelancaran usaha PT Trakindo Utama. PT Sanggar Sarana Baja memiliki fokus dalam layanan perancangan dan fabrikasi untuk pasar industri peralatan berat. Sementara PT Chandra Sakti Utama Leasing bergerak dalam pelayanan pembiayaan pembelian peralatan Caterpillar. Sedangkan PT Natra Raya merupakan perusahaan patungan antara Trakindo dengan Caterpillar Inc. Perusahaan ini fokus pada manufaktur dan perakitan alat berat Caterpillar.

Achmad Hamami kemudian membentuk divisi mining Trakindo dalam rangka mendukung industri pertambangan Indonesia dengan layanan dan peralatan kelas international pada tahun 1993. PT Trakindo Utama juga memperkenalkan CAT® Oil Program pada tahun 1996. Pada tahun yang sama, perusahaannya juga menjadi agen produk Sullair secara resmi.

Satu tahun setelah itu, Trakindo mendirikan dua anak perusahaan lagi, yaitu PT Cipta Kridatama dan PT Cipta Krida Bahari. PT Cipta Kridatama bergerak dalam memberikan layanan kontrak dan sewa bagi industri pertambangan. Sementara PT Cipta Krida Bahari fokus pada layanan jasa logistik. Tahun berikutnya, Trakindo menjadi agen dua produk sekaligus, yaitu Baldwin dan Olympian secara resmi.

Trakindo j uga mendirikan PT Mitra Solusi Telematika pada tahun 1999, yang khusus bergerak dalam fasilitas dan layanan manajemen teknologi informasi. Kemudian, pada tanggal 16 Agustus tahun 2000, dibentuklah perusahaan induk Grup Trakindo dengan nama PT Tiara Marga. Takhanya itu, Trakindo juga menjadi agen produk Sykes Pumps secara resmi pada tahun yang sama, dan menjadi agen produk Bitelli satu tahun sesudahnya. Trakindo juga membuka CAT® Rental Store untuk pertama kalinya pada tahun 2002. Pada tahun 2003, Trakindo semakin terkenal menjadi penyalur Caterpillar No. 1 di dunia dan menjadi agen produk LAKO Harvester secara resmi pada tahun 2005.

Achmad Hamami dan keluarga terus melakukan ekspansi. Jelas bahwa takhanya menjadi distributor alatalat berat, Achmad Hamami juga melakukan ekspansi ke beberapa bidang meliputi teknologi informasi, pertambangan, dan minyak pelumas. Achmad Hamami sendiri turun secara langsung untuk perusahaannya sampai pada tahun 1999, sebelum ia divonis menderita glukoma.

Ia kehilangan penglihatannya dan kemudian digantikan oleh anak ketiganya, Rachmat Mulyana (Muki). Di bawah kepemimpinan Muki inilah didirikan banyak anak perusahaan.

Apa yang diraih oleh Achmad Hamami dan keluarganya juga bukan tanpa hambatan. Pada saat krisis moneter terjadi, perusahaan yang ia dirikan juga mengalami krisis. Ia terpukul karena harus melunasi utang sebesar $118 juta. Sementara itu, tidak ada bank yang membantunya. Pada waktu inilah kondisi kesehatannya mulai menurun hingga ia mengalami kebutaan hingga hari ini.

Artikel ini bermanfaat? Share ke Jejaring Sosial Anda.

Artikel lain:

Bagaimana Internet dapat Terhubung ke Seluruh Penjuru Dunia?


Pertanyaan yang menarik. Mungkin kita bertanya-tanya, bagaimana seluruh dunia ini dapat terhubung dengan internet, adakah yang bisa menjawabnya dengan tepat? Kalau Anda menjawab dunia terhubung internet dengan menggunakan satelit, itu jawaban yang kurang tepat.

Sebenarnya, internet terhubung ke seluruh penjuru dunia menggunakan kabel fiber optik bawah laut. Yap, kabel bawah laut bro. Keren kan?. Jaringan fiber optik yang ditanam di bawah laut telah melilit bumi supaya semua sudut dunia dapat terhubung internet. Kebayang ngga berapa panjang kabel tersebut kalau dihubungkan.

Nah, setahu saya untuk jaringan fiber yang masuk ke Indonesia asalnya dari Singapore. Kalau seandainya kabel tersebut terputus akibat kapal karam tertimpa kabel di selat malaka, maka seluruh Indonesia tidak bisa mengakses internet global. Begitulah internet terhubung, sehingga kita bisa mengakses wikipedia.com, twitter.com, torrent dan lainnya.

Untuk lebih jelasnya, coba lihat saja gambar diagram bagaimana bumi telah dililit kabel internet.

Artikel ini bermanfaat? Share ke Jejaring Sosial Anda.

Artikel lain:

Punya Produk Pakaian Muslim? Cobalah Masuk ke Pasar Nasional


Indonesia dikenal sebagai salah satu pasar pakaian Muslim terbesar di dunia, Namun sayangnya, kondisi ini kurang begitu dimanfaatkan oleh produsen pakaian Muslim. Biasanya alasan klasik dari mereka hanya seputar modal saja. Padahal andai saja mereka lebih kreatif, mereka bisa memanfaatkan sumber daya yang ada untuk memulai ekspansi.

Tahukah Anda, triliunan rupiah telah berputar di ranah ecommerce Indonesia (perdagangan online). Banyak pedagang yang telah sukses hanya dengan memanfaatkan jutaan penggunaan internet potensial yang bisa menjadi calon pembeli. Masihkah Anda tetap berdiam diri dan tetap menjadi pedagang konvesional?

Jika Anda produsen pakaian Muslim dan sering berpromosi di Facebook, IG, atau Path, saya angkat jempol untuk langkah awal Anda. Tapi mungkin Anda perlu mencoba berpromosi lebih jauh lagi sehingga produk Anda bisa bermain di pasar nasional.

Hari ini, saya ingin mengajak Anda bagaimana caranya agar produk Anda bisa masuk ke pasar nasional.

1. Bekerja sama dengan situs-situs retail terkenal di Indonesia. Ini yang wajib Anda lakukan, cari tahu dan hubungi mereka tentang bagaimana caranya supaya mereka dapat menjual produk Anda di situsnya. Biasanya dibagian bawah ada menu kerja samanya. Contoh situs yang bisa Anda coba adalah muslimmarket.com, hijabenka.com, zalora.co.id, hijup.com dan lain-lain.

2. Membangun situs sendiri. Jika Anda ingin bermain di pasar nasional, Anda wajib memiliki toko online sendiri. Jangan khawatir tentang keterbatasan Anda mengenai ilmu pemprograman, Anda bisa minta bantuan web developer untuk membangun toko online untuk Anda. Jasa web developer bisa anda cari di Google atau di situs freelance seperti freelancer.co.id, sribulancer.com, gobann.com, dan lainnya.

3. Gunakan Google Adword supaya anda bisa menjaring calon pembeli yang datang dari situs pencarian Google. Untuk menggunakan Google Adword, anda bisa membeli vouchernya di agen-agen yang bekerja sama dengan Google, seperti Bukalapak.com

4. Manfaatkan lapak online gratis. Untuk menunjang promosi, Anda boleh memanfaatkan lapak online gratis, misalnya kaskus.co.id, bukalapak.com, tokopedia.com, dan olx.co.id. Disana gunakan layanan premium, supaya jualan anda bisa berada di urutan yang bagus dalam pencarian.

5. Gunakan Facebook ads untuk mempromosi jualan anda, untuk Facebook ads anda bisa belajar dari youtube. Disana cukup banyak yang ngeshare teknik-teknik Facebook ads.

6. Yang terakhir, lanjutkan promosi Anda via Facebook, IG, Path, dan jejaring sosial lainnya.

Nah, begitulah langkah-langkah yang perlu Anda ikuti jika Anda ingin mencoba peruntungan di pasar online nasional. Jika Anda ingin berbincang-bincang atau berdiskusi tentang, silahkan gunakan kolom komentar.

Artikel ini bermanfaat? Share ke Jejaring Sosial Anda.

Artikel lain:

Kisah Sukses Michelle, CEO Ayam Goreng BonChon Indonesia


Nama Michelle E surjaputra mungkin memang masih asing bagi sebagian orang, karena boleh dibilang ia adalah pendatang baru di daftar pengusaha Indonesia. Salah satu keunikan dari perempuan ini adalah, mendirikan sebuah perusahaan berkelas  International di usia 22 tahun. Ia adalah CEO dari PT Michelindo Food International (MiFI).

Perusahaannya adalah pemegang master franchise BonChon Chicken International, sebuah perusahaan makanan cepat saji dari Busan, Korea. Michelle mendirikan perusahaannya pada tahun 2012, dan dalam waktu 2 tahun berhasil membuka 17 outlet di kota-kota besar di seluruh Indonesia dengan mempekerjakan 200 orang lebih pegawai.

Siapa sebenarnya Michelle, dan bagaimana ia bisa sukses dalam bisnis waralaba? Michelle lahir di Jakarta, pada tanggal 15 November 1988. Ia merupakan anak tertua dari 3 bersaudara. Pada usia 9 tahun, ia dan saudaranya dibawa kedua orangtuanya tinggal bersama di Amerika Serikat. Michelle melanjutkan pendidikannya di Wayland High School pada tahun 2004-2007. Kemudian, ia mengikuti pendidikan di Swiss Finance Academy pada tahun 2009. Di waktu yang bersamaan, ia juga menempuh pendidikan di New York University-Leonard N.Stern School of Business dari tahun 2007, dan lulus dengan magna cumlaude pada Maret 2011. Pada September 2011, ia memutuskan untuk pulang sendiri ke Indonesia.

Berasal dari keluarga pengusaha yang cukup berada, tidak membuat Michelle lupa diri dan berhenti memikirkan apa yang bisa ia lakukan sendiri. Ia memutuskan untuk mendirikan usaha sendiri yang berbeda dengan bidang usaha ayahnya. Michelle juga telah mendapatkan pekerjaan yang cukup mapan sesuai impiannya di Amerika. Ia pernah bekerja sebagai Investment Banking Summer Analyst di UBS Invenstment Bank, Economic Analysis Intern di Bank Indonesia, Junior Sales Intern di AXA Advisors, Wealth Advisory Intern di Schnall Advisory, dan Marketing Intern di Creative Media Marketing.

Namun, ia merasa bosan dengan pekerjaan tersebut. Menurutnya, ia hanya bekerja mengikuti sistem yang telah dibuat sedemikian rupa. Ia tinggal mengikuti aturan dan perintah yang telah dibuat tersebut. Selain tidak leluasa mengambil keputusan, Michelle merasa pekerjaan yang ia jalani membuatnya tidak tertantang untuk berbuat sesuatu yang lebih. Itulah alasan mengapa ia ingin memiliki sebuah perusahaan sendiri.

Michelle dihadapkan pada berbagai tantangan dan kesulitan seperti menentukan strategi penjualan, tekanan yang datang dari berbagai pihak, masalah karyawan, kualitas pelayanan, dan produk. Namun, ia mengatakan, bahwa ia tidak akan berhenti ditengah jalan dan akan terus berusaha lebih baik lagi. Michelle tidak pernah lelah untuk mempertahankan mimpinya, dan ia menyukai pekerjaannya. Belum lama ini, ia membuka kesempatan bagi para pebisnis. yang berminat untuk membeli waralabanya seharga $50.000-80.000. Michelle juga bertekad menjadikan BonChon Indonesia sebagai BonChon terbaik di dunia.

Menjadi master franchise BonChon Chicken International juga tidak semudah membalikkan telapak tangan bagi Michelle. Berkat keyakinan dan kesungguhannya, ia menjadi yang terpilih di antara beberapa orang yang juga mengajukan diri menjadi master franchise BonChon Chicken International untuk Indonesia. Ide untuk berbisnis BonChon ini pun juga sederhana, karena ia sering makan BonChon selama di Amerika dan ketika pulang ke Indonesia Michelle kesulitan untuk mendapatkan BonChon. Michelle juga melakukan beberapa riset sebelum memutuskan untuk membawa BonChon ke Indonesia.

Sekarang, bisnis ayam goreng BonChon yang dikembangkan oleh Michelle sudah berkembang, di antaranya bisa ditemui di Grand Indonesia, Gandaria City, Emporium Pluit, Central Park, City Walk Sudirman, Kemang Village, Kota Kasablanka, Mall of Indonesia dan beberapa outlet di Cibubur, Bekasi, Surabaya, dan Bali. Tidak hanya BonChon, pada tahun 2013, Michelle juga membuka Sombrero, sebuah restoran ala Mexico.

Selain bisnis, Michelle juga memiliki minat dalam bidang olahraga seperti marathon, triathlon, svyimrning, snowboarding. Tak ketinggalan, ia juga suka traveling dan bidang fashion.

Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari Michelle adalah: pertama, membuat sesuatu yang lebih menantang. Ia bosan bekerja menjadi karyawan di beberapa perusahaan, karena merasa pekerjaannya hanya itu ke itu saja setiap hari. Mengelola sebuah usaha baginya adalah sebuah keleluasaan untuk mengambil keputusan, kebebasan beride dan membuatnya lebih hidup, karena bisa memberikan sesuatu untuk orang lain seperti menyediakan lapangan pekerjaan.

Kedua, tidak gila dengan kesuksesan orangtua. Meskipun orang tuanya memiliki perusahaan yang cukup diperhitungkan, Michelle lebih memilih membuatusahanya sendiri. Selain karena ia tidak menyukai bidang usaha ayahnya, ia ingin merasakan sulitnya mengembangkan usaha dari nol.

Ketiga, memerhatikan hal-hal yang sederhana. Ia sering makan BonChon ketika kuliah di Amerika. Di Amerika BonChon lumayan mudah ditemukan. Ketika ia pulang ke Indonesia, iajalan-j alan ke mal dan mendapatkan inspirasi untuk menjadi orang pertama yang membawa BonChon ke Indonesia.

Keempat, melakukan riset. Sebelum memutuskan untuk mengembangkan BonChon, Michelle terlebih dahulu melakukan riset dan berbagai persiapan. Target konsumen BonChon adalah kelas A dan B. Michelle yakin masyarakat Indonesia yang menyukai berbagai hal berbau korea adalah sebuah pasar yang bagus.

Semoga kamu bisa memetik pelajaran berharga dari kesuksesan Michelle.

Artikel ini bermanfaat? Share ke Jejaring Sosial Anda.

Artikel lain:

3 Hal Penting Dalam Mendirikan Startup


Indonesia sekarang ini memang telah menjadi tujuan pasar global di ranah teknologi. Tak tanggung-tanggung, banyak investor asing berlomba-lomba masuk ke Indonesia dan menggandeng perusahaan lokal potensial. Putaran investasi di ranah ini tidaklah kecil, bisa mencapai ratusan juta dolar Amerika.

Startup boleh diartikan dengan makna perusahaan rintisan. Namun, bila merujuk ke definisi sesungguhnya, startup adalah perusahaan-perusahaan yang sebagian besar baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Istilah "startup" menjadi populer secara internasional pada masa gelembung dot-com, di mana dalam periode tersebut banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan. Wikipedia

Nah, saya rasa bagi kamu yang sudah membaca artikel-artikel saya sebelumnya, tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya startup. Bahkan mungkin saja diantara anda semua ada yang berniat hendak mendirikan startup.

Kalau kamu termasuk golongan yang akan mendirikan startup, jangan lupa untuk baca 3 point penting ketika ingin mendirikan startup. Nah berikut ini pointnya:

1. Produk

Kamu punya ide unik? kenapa kamu tidak mengeksekusi ide tersebut menjadikan sebuah produk yang bernilai. Tapi pastikan dahulu produk kamu merupakan solusi dari permasalahan orang-orang yang selama ini belum bisa ditemukan dari startup lain. Jangan pernah coba-coba menjadi penjiplak produk orang, karena sang penjiplak tidak pernah bisa melangkahi trendsetter.

2. Founder (Pendiri)

Sekarang sudah tidak zaman lagi bangun bisnis sendiri sendiri, sekarang zamannya mendirikan bisnis secara tim. Dalam perkembangan IT sekarang ini, saya menilai startup yang memiliki founder lebih dari 2 lebih sukses ketimbang startup yang memiliki satu founder. Jadi, usahakan ajak teman-teman kamu yang memiliki kemampuan berbeda untuk mendirikan sebuah startup, minimal 3 orang.

Tiap founder memiliki peran masing-masing. Misalkan founder pertama yang memiliki skill di bidang pemprograman, berarti dia bertanggung jawab atas tiap urusan development. Founder kedua memiliki skill desain, bertanggung jawab di bidang desain. Dan yang ketingga lulusan ekonomi, dia bertanggung jawab untuk soal pemasaran dan strategi marketing.

3. Bisnis

Gol dari sebuah produk adalah nilai jual, produk yang mampu memberikan pendapatan. Ada beberapa strategi yang lazim digunakan oleh pelaku bisnis IT untuk mendulang pendapatan, yaitu:

a. Iklan, strategi pendapatan yang paling lazim digunakan. Biasanya digunakan oleh pemilik portal berita atau games.

b. Pay (Bayar), user membayar saat ingin menggunakan produk. Barangkali ini sulit untuk pasar Indonesia, tapi ada beberapa startup masih menerapkan metode ini.

c. Subscribe, ini metode yang sedang trend. User diminta berlangganan dengan biaya murah dan biaya bisa dibayarkan perbulan atau pertahun. Biasanya ini digunakan oleh penyedia cloud premium, webhosting, konten premium, dan situs penyedia movie online.

Artikel ini memang cukup sederhana, namun begitu penting.

Akhir kata, itulah 3 hal penting dalam mendirikan sebuah startup. Saat mendirikan startup, kamu perlu keseriusan dan tekun, jangan saat telah didirikan, kamu langsung berhenti ditengah jalan sebelum startup kamu berkembang.

Artikel ini bermanfaat? Share ke Jejaring Sosial Anda.

Artikel lain:

Belajar dari Pengalaman Para Miliarder


Kesuksesan itu tidak serta merta menghampiri orang-orang yang telah sukses begitu saja. Akan tetapi, ada harga yang telah mereka bayar untuk memperolehnya. Ada perbedaan yang jelas antara orang yang melakukan sesuatu disertai pengetahuan dengan orang yang melakukan sesuatu tanpa pengetahuan. Orang yang asal coba diibaratkan seperti orang buta yang mungkin akan membutuhkan waktu, energi, dan pengorbanan yang lebih untuk bisa mencapai tujuannya.

Sementara orang yang berangkat dengan “bekal” memiliki peluang yang lebih besar untuk sampai pada tujuan, karena ia telah memiliki petunjuk sebelum ia berjalan. Dengan petunjuk itu ia bisa melihat dan menemukan arahnya dengan lebih mudah. Segala sesuatu membutuhkan strategi. Melakukan sesuatu tanpa strategi itu sia-sia. Tak bisa dipungkiri bahwa selalu ada rahasia berupa strategi dan prinsip-prinsip tertentu yang mengantarkan seseorang pada jenjang kesuksesan.

Strategi dan prinsip-prinsip tersebut dipelajari oleh orang-orang sukses dari pengalaman orang-orang sebelumnya, atau memang ditemukan sendiri seiring dengan proses yang ia jalani. Mereka menemukan rahasia Kesuksesan itu tidak serta merta menghampiri orang-orang yang telah sukses begitu saja. Akan tetapi, ada harga yang telah mereka bayar untuk memperolehnya. Ada perbedaan yang jelas antara orang yang melakukan sesuatu disertai pengetahuan dengan orang yang melakukan sesuatu tanpa pengetahuan. Orang yang asal coba diibaratkan seperti orang buta yang mungkin akan membutuhkan waktu, energi, dan pengorbanan yang lebih untuk bisa mencapai tujuannya.

Sementara orang yang berangkat dengan “bekal” memiliki peluang yang lebih besar untuk sampai pada tujuan, karena ia telah memiliki petunjuk sebelum ia berjalan. Dengan petunjuk itu ia bisa melihat dan menemukan arahnya dengan lebih mudah. Segala sesuatu membutuhkan strategi. Melakukan sesuatu tanpa strategi itu sia-sia. Tak bisa dipungkiri bahwa selalu ada rahasia berupa strategi dan prinsip-prinsip tertentu yang mengantarkan seseorang pada jenjang kesuksesan.

Strategi dan prinsip-prinsip tersebut dipelajari oleh orang-orang sukses dari pengalaman orang-orang sebelumnya, atau memang ditemukan sendiri seiring dengan proses yang ia jalani. Mereka menemukan rahasia sendiri setelah melakukan trial dan error. Untuk memulai dan mengembangkan sebuah bisnis, tak ada salahnya bila kita mempelajari strategi dan kebiasaan yang dilakukan oleh para pengusaha yang telah sukses. Dengan begitu kita bisa melihat gambaran strategi dan manajemen berbisnis dari mereka yang telah sukses.

Dalam kesempatan selanjutnya saya akan menceritakan kisah para miliarder top dunia yang mana berhasil membangun kerajaan bisnis dari nol. Kisah para miliarder ini saya kutip dari berbagai sumber sehingga bisa menjadi referensi valid bagi anda yang ingin belajar mengembangkan bisnis.

Artikel ini bermanfaat? Share ke Jejaring Sosial Anda.

Artikel lain:

Portal Berita Bukanlah Bisnis Menjanjikan, Jadi Berhentilah Bermimpi


Sekarang ini banyak sekali anak muda bermimpi ingin mendirikan startup, berlomba-lomba dalam dunia teknologi untuk menciptakan sebuah perusahaan. Tapi mereka lupa bahwa mendirikan startup tidak cukup dengan mimpi saja, banyak hal yang perlu kamu miliki, termasuk modal, strategi dan rencana jangka panjang. Tapi lebih dari itu, hal yang terpenting kamu harus punya inovasi, kreativitas, dan ide unik.

Jika berbicara tentang technopreneur, maka kita bicara tentang aset digital. Sebuah ladang yang harusnya memberikan income lebih besar ketimbang pengeluaran. Bila ada aset digital yang kebalikannya, maka bagi pengusaha IT itu bukanlah bisnis yang bagus. Apa contohnya? ya salah satunya portal/situs berita online.

Sekarang ini, sudah sangat menjamur orang-orang mendirikan situs berita, di Aceh saja ada puluhan situs berita lokal. Tapi kebanyakan dari mereka sudah gulung tikar, tinggal beberapa yang masih hidup, tapi tetap saja tidak menonjol. Kebanyakan dari mereka bermimpi ingin menjadi seperti detik.com. Ingat, tidak ada startup follower yang sukses menyeimbangi startup trendsetter, apalagi sampai melangkahi.

Oke, kita ambil contoh. Barangkali kamu pernah mendengar situs atj*hp*st.com. Situs Atj*hp*st.com bisa dikatakan sebagai situs berita lokal Aceh yang paling populer dimasanya, bahkan statistik Alexa saja menunjukkan angka yang sangat bagus, yakni sekitaran 500 se Indonesia. Tapi apa yang terjadi dengan Atj*hp*st.com? Mereka harus gulung tikar. Jelas dari sisi bisnis ini jenis usaha yang kurang begitu menguntungkan.

Apa yang mereka harapkan? periklanan? secara logika, berapa sih banyak orang Aceh yang mau beriklan di Atj*hp*st. Dari segi iklan mereka saja sudah kalah. Karena Atj*hp*st adalah situs berita lokal, jelas mereka mengejar pasar online region Aceh. Dan pertanyaan, berapa persen pelaku industri atau pedagang Aceh yang memanfaatkan internet sebagai rumah promosinya? Pertanyaan seperti ini kamu bisa menjawabnya sendiri, ditambah lagi kondisi perekonomian Aceh tidak begitu berkembang seperti provinsi lainnya.

Meskipun Atj*hp*st menggunakan Google Adsense untuk menambah pendapatan, tetap menurut saya itu tidaklah cukup. Google Adsense ini membayar pemilik situs berdasarkan jumlah klik dan impresi yang diterima, harga klik tergantung regional, nah regional Indonesia termasuk yang terendah harga klinya. Kita estimasikan, perkiraan saya visitor ke Atj*hp*st saat aktif bisa berkisar 5000-10.000 visitor per hari, jika dihitung jumlah adsense yang didapat bisa sekitar $30-$50$ per hari. Artinya perbulan estimasi rupiah yang mereka dapat berkisar Rp10 juta - Rp18 juta (ini perkiraan saya saja).

Apakah dengan pendapatan segitu cukup? tidaklah cukup, Anggaran perusahaan untuk gaji karyawan, administrasi, server yang makin hari makin membengkak, dan lainnya tidaklah cukup dengan uang segitu.

Maka bukanlah hal mengejutkan bagi saya saat official Atj*hp*st menyatakan pamit untuk selama-lamanya. Seharusnya kita bisa belajar dari pengalaman mereka, karena saya percaya pengalaman jelas guru terbaik.

Membangun usaha dalam ranah teknologi tidaklah cukup hanya bermodalkan mimpi, semangat, dan uang. Tapi bidang ini sangat membutuhkan inovasi, kreativitas, dan ide unik. Jika kamu tidak memiliki hal ini, maka kuburlah dalam-dalam mimpi kamu, karena kamu hanya membuang-buang waktu dan tenaga.

Namun kalau kamu tidak setuju dengan pendapat saya untuk mengubur mimpi dalam-dalam bagi yang tidak punya inovasi, kreativitas dan ide unik, kamu berhak mengeksekusi mimpi kamu dan kita lihat bagaimana hasilnya. Saya tidak sedang menulis artikel yang dapat meruntuhkan semangat mereka yang ingin mendirikan startup berita online, tapi saya hanya ingin berbagi pengetahuan sebelum mereka terjun, supaya mereka dapat mempertimbangkan keputusan mereka.

Tapi, bila kamu membangun sebuah situs berita bukan untuk uang, namun untuk sebuah komitmen, maka hitung-hitungan diatas tentu tidaklah berlaku. Karena dibalik pengeluaran yang besar dan income yang kecil, ada dedikasi besar bagi mereka yang tergabung didalamnya.

Artikel ini bermanfaat? Share ke Jejaring Sosial Anda.

Artikel lain: