Teknik Memilih Domain agar Berhasil Memenangkan Halaman 1 Google

Seharusnya kita bahas hosting lebih dulu, cuma kalau saya lihat lebih baik untuk membahas tentang domain saja dulu, setelah itu baru kita bicara tentang hosting. Tidak apa-apa, meski melangkahi tapi saya rasa ini step pembelajaran yang benar.

Oke, saya ulang sedikit, jika hosting kita ibaratkan rumah dan files adalah penghuninya, maka domain bisa kita ibaratkan sebagai alamat rumah, penghubung antara pengunjung dengan website. Artinya, domain itu adalah alamat website kita.

Domain itu terdiri dari 2 unsur, yaitu nama domain dan extension. Contoh yang kita ambil adalah YAHOO.COM, nah dari YAHOO.COM yang menjadi nama domain adalah YAHOO dan extensionnya adalah .COM (baca –dot com)

Domain itu sifatnya unik, hanya bisa dimiliki oleh satu orang saja, tidak ada nama domain yang sama dalam satu extension. Dan penamaan domain hanya bisa menggunakan karakter huruf, angka dan tanda minus saja, tidak boleh karakter lainnya.

Setiap domain memiliki beragam penempatan sendiri. Untuk mendaftarkannya saja ada yang tanpa syarat dan ada yang wajib menyertakan syarat, itu semua tergantung jenis domain apa yang ingin kita gunakan.

Harga dari sebuah domain pun beragam, ada yang 50ribu dan ada yang sampai 500ribu untuk satu fresh domain. Untuk nama domain saja mempengaruhi harga domain, jika nama domain sifatnya premium, harganya bisa puluhan juta. Contohnya saja nama domain tiketcom (perusahaan traveling) yang katanya ditebus dengan harga puluhan juta (saya lupa harga pastinya berapa).

Oke, perlu kamu ketahui bahwa beberapa hal harus diperhatikan ketika kamu ingin membeli domain, dari segi nama domain hingga ekstensi domain yang kamu pilih. Ini seharusnya menjadi perhatian kamu sebelum mendaftar.

Memang ini bukan acuan khusus, namun ini merupakan teknik terbaik ketika ingin membeli domain agar mudah memenangkan posisi di halaman 1 Google. Teknik ini sudah saya jadikan pedoman sejak lama, teknik ini sebenarnya merupakan tips-pips dari pakar internet. Saya harap teknik ini juga berguna untuk kamu.

Sebelum kamu ingin membeli domain, kamu harus tentukan dulu, apakah kamu ingin mendaftarkan domain baru atau kamu ingin membeli domain yang pernah mati dan ingin diaktifkan kembali?

Keduanya memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri.

Sebelum kamu memilih antara fresh domain atau expired domain. Lebih baik kamu baca artikel ini sampai habis, setelah itu baru kamu tentukan mana yang cocok buat kamu.

Domain Baru

Sebelum kita bahas tips dan teknik membeli domain baru, kita bicarakan dulu apa keuntungan dan kerugiannya.

Keuntungan:

  • Kamu dapat mendaftarkan dengan nama domain yang kamu sukai (terserah), asalkan belum didaftarkan orang,
  • Harganya standar, misalnya harga domain dotcom 120ribu, maka harga yang kamu beli juga segitu,
  • Domain baru layaknya bayi baru lahir, masih bersih dari dosa, tidak pernah dibanned dan reputasinya masih oke.

Kerugian:

  • Karena ini domain baru, artinya belum ada nilai apa-apa pada search engine.
  • Kamu harus building (membangun) domain ini dari nol, ini terkadang memakan waktu lama.

Ada beberapa tips yang mungkin bisa menjadi acuan kamu ketika ingin membeli domain, nah mari simak pembahasan dibawah ini:

1. Pastikan webhosting tempat kamu mendaftarkan domain itu terpercaya.

Di Indonesia sendiri, ada banyak sekali webhosting yang bisa kamu gunakan sebagai tempat kamu untuk mendaftarkan domain baru. Diantara mereka ada yang professional dan ada juga yang abal-abal. Nah ini jangan sampai salah pilih, resikonya besar kalau salah.

Efek yang terjadi kalau kamu salah memilih webhosting adalah ketika webhosting tersebut gulung tikar dan kamu mempercayakan domain kamu pada mereka, maka domain kamu bakal ikut berimbas juga. Kamu tidak bisa memperpanjang domain tersebut karena perusahaan tersebut sudah gulung tikar dan tidak tahu rimbanya.

Selain itu, jika kamu membeli di webhosting abal-abal, sering sekali kamu akan sulit berkomunikasi dengan costumer servicenya ketika ada masalah dengan domain kamu. Itu bisa menjadi resiko tersendiri.

Satu lagi, kalau kamu berniat ingin transfer domain kamu dari webhosting lama ke webhosting baru, maka ribetnya setengah mati, kadang-kadang mereka tidak mau memberikan kunci registra domain kepada kamu, padahal secara hukum itu hak kamu.

Bagaimana caranya kita mengetahui itu webhosting abal-abal atau bukan?

Pertama, lihat dulu reputasi mereka di internet. Caranya ketik “kecewa nama_webhosting” atau “nama_webhosting penipu”. Biasanya akan muncul postingan-postingan review yang menulis rasa kecewa mereka pada webhosting tersebut, nah ini bisa menjadi poin pedoman kamu.

Kedua, lihat tampilan webnya professional atau tidak. Webhosting professional memiliki desain web yang rapi, cepat diakses, dan tidak error. Web abal-abal sering sekali memiliki tampilan web yang kadang tidak rapi dan asal jadi.

Ketiga, bicaralah pada costumer servicenya. Webhosting professional selalu fast response, baik itu via chat atau via email. Jika mereka tidak membalas atau telat membalas, urungkan niat kamu mendaftarkan domain pada mereka.

Keempat, lihat profil usaha mereka, apakah mereka sudah PT/CV atau bukan, mereka yang memiliki perusahaan terdaftar biasanya mereka memang serius dalam bisnis ini. Sedangkan mereka yang abal-abal terkesan profilnya datar dan sekilas hanya pelengkap menu saja.

Webhosting.info pernah merilis urutan webhosting-webhosting Indonesia terpopuler berdasarkan jumlah domain yang didaftarkan dari mereka, mereka diantaranya:

Sumber: http://webhosting.info/web-hosting-statistics/country/IDN

Ini bisa jadi rujukan kamu ketika ingin mendaftarkan domain. Namun saya memiliki rekomendasi sendiri (berdasarkan pengalaman) untuk kamu dimana baiknya kamu mendaftarkan domain:

1. Rumahweb.com

Jika kamu ingin mendaftarkan domain di webhosting lokal, maka saya sarankan kamu mendaftarkannya di rumahweb.com. Mereka sudah sangat terpercaya dan kinerja mereka bisa saya beri nilai 95.

Kamu tidak perlu khawatir dengan problem apapun, karena costumer service mereka siap membantu kamu 24 jam penuh, dan mereka sangat ramah dan sabar menghadapi klien. Yang terpenting mereka selalu fast response, kamu tinggal mengirimkan email tentang apapun problem kamu ke info@rumahweb.com, maka mereka akan mengatasi problem kamu secepatnya.

Untuk harga yang ditawarkan pun tidaklah begitu mahal, stkamurt, untuk dotcom saja harganya sekitar 120 ribu/tahun. Saya sendiri ada 11 domain (9 masih aktif dan 2 lagi sudah mati) yang saya daftarkan di webhosting tersebut, rata-rata domain lama dan domain ID.

2. Qwords.com

Sebelas duabelas dengan rumahweb. Qwords juga sangat fast response, mereka siap membantu problem kamu 24 jam penuh, jadi meski kamu pemula kamu tidak perlu khawatir, tinggal minta CS via chat untuk menuntun kamu mendaftarkan domain, semua jadi beres.

Harga domain agak sedikit mahal, biasanya dotcom sekitar 140ribu/tahun. Tapi qwords sering ada promo domain murah, biasanya promonya sampai 50% dari harga normal. Saya sendiri ada 2 domain di webhosting lokal ini, kedua domain tersebut masih saya gunakan (aktif).

3. MasterWeb.Net

Pemain lama dan paling senior diantara semua webhosting. Banyak situs-situs perusahaan besar di Indonesia yang mendaftarkan domain pada mereka. Sebagai sesepuh, tentu mereka sudah makan asam garam di dunia webhosting. Mereka bisa menjadi opsi kamu jika ingin membeli domain, apalagi dari semua webhosting, MWN (sebutan masterweb.ent) lah yang menawarkan harga paling murah.

MWN memang terpercaya, namun kendalanya teknisi mereka sering balas email terlambat (apa mungkin karena factor konsumen mereka yang begitu banyak atau apa). Yang jelas, banyak domain saya yang saya daftarkan pada mereka, tapi cuma 2 yang masih aktif sampai sekarang ini.

Jika kamu pemain baru (pemula) di dunia internet, webhosting Indonesia cocok untuk kamu. Namun jika ingin lebih keren lagi, maka opsi untuk membeli domain di webhosting internasional adalah pilihan yang tepat.

Jika ingin membeli atau mendaftarkan domain di webhosting internasional, artinya kamu serius untuk menjajaki dunia internet. Nah kalau memang begitu, syarat pertama kamu harus memiliki paypal sebagai alat pembayaran online.

Sebagai orang yang akan terjun ke bidang internet, kamu dituntut untuk wajib memiliki akun paypal. Cara mendaftarkannya cukup mudah dan gratis, kamu tinggal masuk ke paypal.com dan mendaftarkan satu akun paypal pribadi untuk kamu.

Kunjungi: paypal.com

Di paypal, ada 2 jenis akun, yaitu akun yang sudah terverifikasi dan akun yang belum terverifikasi. Keduanya bisa digunakan untuk proses pembelian dan penerimaan dana, namun untuk akun yang belum terverifikasi tidak semua situs menerima pembayaran dari akun ini, misalnya ketika kamu ingin membayar belanjaan di ebay atau memasang iklan di facebook, maka pembayaan kamu akan ditolak.

Untuk verifikasi akun paypal, kamu perlu menggunakan kartu kredit atau VCC (searching di Google “jual VCC”). Tapi kalau akun paypal yang tidak terverifikasi hanya kamu gunakan untuk proses transaksi di webhosting, saya rasa masih bisa. Jadi kamu tenang saja. Yang penting di akun paypal kamu terisi balance/saldo (cari di Google “jual balance paypal”) untuk membayar tagihan ketika kamu belanja domain di webhosting internasional.

Oke, jika kamu sudah punya akun paypal, kamu bisa mencoba untuk mendaftarkan domain di webhosting kelas dunia. Beberapa situs yang direkomendasikan berdasarkan webhosting.info adalah:

Sumber: http://webhosting.info/web-hosting-statistics

Nah, kalau saya ingin rekomendasikan, maka saya ingin rekomendasikan webhosting internasional yang bisa kamu percayakan sebagai tempat menitipkan domain kamu (berdasarkan pengalaman).

  1. Namecheap.com

Salah satu tempat mendaftarkan domain paling popular dikalangan internet marketer Indonesia. Namecheap selain menawarkan kemudahan, disini tidak banyak neko-neko ketika kamu ingin mendaftarkan domain. Kamu tinggal buat akun di namecheap, lalu search domain yang kamu mau, dan kamu tinggal bayar via paypal. Domain kamu langsung aktif dalam hitungan beberapa menit saja.

Namecheap sering bikin event banting harga, pernah kemarin sempat ada domain dotxyz yang harganya cuma $0.02 (sekitar 300 rupiah). Banyak IMers (sebutan bagi para internet marketer) yang bondong-bondong untuk memborong domain tersebut, sampai-sampai fitur register domain baru namecheap jadi macet. Ini biasa di namecheap, kamu tidak perlu kaget kalau melihat namecheap yang sering banting harga domain.

Saya paling suka bagian manage domain namecheap, sangat simple, cepat dan mudah digunakan. Hal ini yang menjadikan namecheap sangat digemari oleh para pendulang uang di internet. Saya sendiri sudah mendaftarkan puluhan domain di namecheap.

  1. Godaddy

Inilah raja dari registra domain, yang memegang hampir sebagian besar registra domain di dunia. Jika melihat kiprahnya, tentu godaddy tidaklah diragukan lagi, kamu boleh mempercayakan domain kamu pada mereka. Banyak domain saya yang saya titipkan pada mereka, apalagi domain expired yang saya aktifkan kembali.

Nah, saya kira sudah cukup jelas dimana kamu baiknya membeli atau mendaftarkan domain baru kamu. Kamu boleh pilih, apakah di webhosting lokal atau webhosting internasional. Keduanya bagus, yang penting bukan webhosting abal-abal.

……..Nah, yuk lanjut ke tips kedua.

  1. Pastikan nama domain tidak ambigu dan mudah diingat.

Jangan sampai memilih domain yang salah kaprah. Ketika orang menanyakan “apa alamat blog kamu?” kamu menjawab “alamat blog saya pedekate.com”. Karena percakapan tersebut secara lisan, maka akan muncul kesalahan persepsi bagi si penanya. Bisa jadi dia berpikir alamat blog kamu pdkt.com, bukan pedekate.com. Ini kesalahan fatal, jangan memilih nama domain seperti ini.

Contoh lainnya, usahakan tidak ada angka dalam domain kamu. Karena jelas angka dalam domain sering menimbulkan kesalahan penafsiran, apalagi angka yang menyerupai huruf. Misalnya n0nton.com (ada angka zero di domain), orang mengira nonton.com (angka zero terganti dengan huruf “o”). ini juga kesalahan fatal.

Pemilihan domain harus mudah diingat dan dilafalkan, misalnya domain kemana.com, kemari.com, khatulistiwa.com, dan lainnya. Usahakan menggunakan nama domain dengan satu kata, ya meski akhir-akhir ini nama domain satu kata sudah sangat sulit kita dapatkan. Tapi kalau kamu dapat, prioritaskan yang itu ya.

Jangan memilih domain yang sulit dilafalkan, apalagi bagi orang Indonesia. Misalnya nama domain incredible.com, ini sulit untuk orang yang tidak terbiasa dengan istilah-istilah asing. Meskipun nama domain seperti itu keren, tetap sangat tidak direkomendasikan bagi kamu yang membuat blog atau web dengan target pengunjung orang Indonesia.

  1. Sesuaikan nama domain dengan maksud dan tujuan web.

Pemilihan nama domain harus disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari web kamu, jika web adalah adalah sebuah toko online atau blog penghasil uang, maka gunakan domain yang sesuai dengan apa yang kamu jual atau niche blog kamu. Jika web kamu adalah web perusahaan, gunakan nama perusahaan sebagai nama web. Namun jika kamu ingin gunakan TLD sebagai domain blog, itu baru boleh kamu gunakan nama kamu sendiri atau nama beken kamu  (julukan).

Nama domain untuk toko online atau blog penghasil uang. Idealnya, nama domain yang kamu pilih mestinya mengandung unsur  keyword tentang apa yang kamu jual di web. Misalnya kamu memiliki toko online jual ikan hias, maka kamu lebih baik mendaftarkan domain dengan keyword ikan hias, misalnya ikanhias.com. Pada domain dengan keyword ikan hias tidak berlaku untuk tips domain satu kata, karena disini kita perlu memprioritas keyword pada domain demi SEO. Ini juga berlaku untuk blog adsense.

Seandainya ikanhias.com sudah didaftarkan oleh orang lain, maka kamu perlu lihat apakah situs ikanhias.com sudah masuk ke halaman 1 google atau belum? Jika sudah, maka kamu perlu ganti domain kamu dengan jualikanhias.com atau ikanhiasmurah.com atau jualikanhiasmurah.com. Jika situs orang yang ikanhias.com belum masuk ke halaman 1 google, maka kesempatan kamu untuk menguasai keyword ikan hias dengan mendaftarkan domain ikanhias.net. Ini semua trik memenangkan halaman 1 google melalui domain.

Asalkan kompetitornya tidak begitu ketat, saya yakin kamu bisa memenangkan halaman 1 google dengan cepat. Pemilihan keyword untuk domain bisa kamu cek lebih lanjut di Google Planner.

Memang sih domain authority (DA) dan Aged domain (AD) mempengaruhi posisi web, tapi jika DA dan AD tinggi namun nama domain tidak sesuai dengan isi web, maka akan sama saja hasilnya, tetap tidak akan maksimal. Saya pernah lakukan uji coba, domain DA dan AD yang tinggi saya jadikan domain untuk web niche yang sama dengan domain yang baru saya daftarkan (domain berkeyword), hasilnya lebih bagus domain dengan mengandung keyword posisinya.

Nama domain untuk web perusahaan. Untuk perusahaan baiknya gunakan nama perusahaan atau brand saja. Misalnya PT Indah Jaya Perkasa yang memiliki produk kacang tiga kelinci,  lebih baik gunakan domain tigakelinci.com, karena mempopulerkan brand lebih baik ketimbang mempopulerkan nama perusahaan.

Namun seandainya perusahaan tersebut bukanlah perusahaan yang menghasilkan produk, misalnya PT Borobudur yang bergerak di bidang real estate, maka cukup dengan nama penamaan domain Borobudur.com (kalau bisa tanpa PT).

Nama domain untuk blog.  Kalau ini sih menurut saja terserah mau beri nama apa, asalkan mengandung kaedah tidak ambigu, mudah di-ingat dan jangan terlalu banyak kata (jika tidak mengandung keyword). Kalau untuk blog pribadi, lebih baik ya gunakan nama sendiri saja untuk blog pribadi. Nama julukan pun tidaklah masalah, asalkan mudah dilafalkan, tidak ada panutan khusus untuk nama domain sebuah blog personal. Ini kembali ke selera masing-masing blogger.

4. Utamakan menggunakan ekstensi domain dotcom atau COdotID ketimbang lainnya.

Nah, ini bisa jadi pekerjaan berat ketika kamu harus memilih dotcom untuk domain kamu. Betapa tidak, ada 160,349,704 domain yang sudah terdaftar di dunia, dan 78,79% domain yang terdaftar menggunakan ekstensi dotcom. Sehingga jelas, sangat sulit mendapatkan domain bagus dengan menggunakan dotcom.

Tapi jangan menyerah sebelum mencoba, prioritaskan untuk menggunakan domain dotcom sebagai domain kamu. Alasannya karena domain dotcom adalah domain yang sangat familiar dan orang-orang mudah mengingatnya. Sampai sampai ada anekdot yang mengatakan:

Jika kamu memiliki perusahaan dan nama perusahaanmu sudah duluan didaftarkan dotcom oleh orang lain, maka opsi terbaik adalah mengganti nama perusahaanmu

Segitu pentingnya dotcom sampai-sampai kalau nama domain untuk dotcom tidak tersedia, maka opsi mengganti dengan nama lain adalah opsi terbaik.

Jika website kamu adalah toko online atau perusahaan yang berbadan hukum dan target pasar Indonesia, kamu sangat disarankan untuk menggunakan COdotID (co.id).

Mendaftarkan domain ID tidak sembarangan, wajib menyertakan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Domain ID dikelola oleh PANDI yang merupakan registra domain Indonesia dibawah naungan Pemerintah.

Syarat-syarat yang perlu dilengkapi jika kamu ingin mendaftarkan domain ID adalah sebagai berikut:

No.
Nama Domain
Persyaratan (Pendaftaran baru saja)
.ID
Untuk Perusahaan

KTP (masih berlaku)

SIUP/TDP/Akta Notaris (cover dan hal 1))/Surat Ijin yang Setara

Kepemilikan Merk (bila ada)

Untuk Personal
KTP (masih berlaku)
1
.AC.ID
2
.CO.ID
KTP (masih berlaku)
SIUP/TDP/Akta Notaris (cover dan hal 1))/Surat Ijin yang Setara
Kepemilikan Merk (bila ada)
3
.NET.ID
4
.WEB.ID
KTP (masih berlaku)
5
.SCH.ID
6
.OR.ID
7
.MIL.ID
KTP(masih berlaku)
Surat Permohonan minimal dari pimpinan instansi militer yang mengajukan
Surat Kuasa
8
.GO.ID
KTP (masih berlaku)
Surat Permohonan dari Sekut/Sekjen/Sekmen untuk Pemerintah Pusat atau Sekdaprov/Sekda untuk Pemda (sesuai Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika yang berlaku)
Surat Kuasa
9
.BIZ.ID
KTP (masih berlaku)
NPWP Badan/Pribadi
10
.MY.ID
KTP (masih berlaku)
11
.DESA.ID

Sumbar: pandi.id

Diatas tertulis jika kamu ingin mendaftar COdotID, kamu harus memiliki KTP (masih berlaku), SIUP/TDP/Akta Notaris (cover dan hal 1))/Surat Ijin yang Setara, Kepemilikan Merk (bila ada), dan Surat Pernyataan (bila nama tidak sesuai dengan nama perusahaan).

Terkadang bagi toko online yang sudah memiliki izin usaha PT/CV, lebih baik menggunakan CodotID ketimbang dotcom, karena CodotID lebih terpercaya eksitensinya, selain itu Google lebih menyukai domain lokal. Apalagi kalau target pengunjung kamu adalah orang Indonesia. Sepertinya google memang memprioritaskan lokal ekstensi domain untuk pengunjung lokal.

Bagi blog atau web bukan perusahaan, berarti opsinya ada dua: mengganti nama domain atau mengganti ekstensi domain.

Terkadang saya dilema dengan kondisi seperti ini. Jika dalam kondisi terpaksa mengganti nama domain, saya akan melihat situasainya terlebih dahulu. Coba kita ambil contoh “ikan hias”, saya ingin mendaftarkan domain untuk toko online saya yang menjual ikan hias, tentu saya akan memilih domain yang mengandung keyword sesuai dengan niche toko online saya, yaitu ikanhias.com.

Namun ternyata ikanhias.com sudah didaftarkan oleh orang lain, maka saya akan lihat dulu apakan web ikanhias.com sudah berada di halaman 1 google atau belum. Jika sudah, maka saya akan mengganti opsi domain sebagai berikut (urutan berdasarkan prioritas):

  • Jualikanhias.com
  • Ikanhiasmurah.com
  • Jualikanhiasmurah.com
  • Ikan-hias.com
  • Ikanhias.net
  • Ikanhias.org
  • Ikanhias.info
  • Ikanhias.biz

Seandainya ikanhias.com belum masuk ke halaman 1 google, apalagi tidak terlacak dimana rimbanya, maka opsi yang akan saya ambil adalah (urutan berdasarkan prioritas):

  • Ikanhias.net
  • Ikanhias.org
  • Ikanhias.info
  • Ikanhias.biz
  • Jualikanhias.com
  • Ikanhiasmurah.com
  • Jualikanhiasmurah.com
  • Ikan-hias.com

Prioritas dotnet, dotorg, dotinfo, dan dotbiz berdasarkan tingkat kepopuleran domainnya.

Penting: google tidak membedakan general ekstensi domain apapun yang kita gunakan (kecuali kamu menggunakan COdotID), yang mempengarui posisi domain adalah nama domain kamu sendiri. Jika sudah ada domain ikanhias.com di halaman 1 google, maka jangan coba-coba kamu mendaftarkan ikanhias.net (menggunakan nama domain yang sama meski beda ekstensi), karena kamu akan sulit menembus posisi 1 google. Ini pengalaman pribadi saya.

Domain Mati yang Dihidupkan Lagi

Selain kamu mendaftarkan domain baru, kamu bisa kembali mengaktifkan domain yang sudah expired dan ditinggalkan oleh empunya sebelumnya. Sebelum melangkah lebih jauh bagaimana kamu bisa mendapatkan domain seperti ini, kita perlu tahu keuntungan dan kerugian domain expired:

Keuntungan

  • AD tinggi, alias domain sudah berumur. Memang betul, google memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi, hal ini memudahkan kamu untuk menang dihalaman pertama.
  • DA, domain expired memiliki nilai DA yang tinggi karena sudah banyak backlinknya (link dari web lain yang mengarah ke domain tersebut). Ini memang bagus untuk reputasi web di mata google, tapi tidak selalu ya.
  • Sudah dikenal orang, biasanya domain expired sudah memiliki basis visitor lama, sehingga tidak begitu sulit mendatangkan visitor atau pecahin telor visitor pertama.

Kerugian

  • Meski DA tinggi, tidak serta merta dapat memenangkan posisi pertama di google, hal ini sudah saya buktikan sendiri. Google memanglah sebuah mesin, tapi cara berpikir mesin ini sangat cerdas dan tidak mudah diakali, google berpikir layaknya manusia. Tidak selamanya google menggunakan DA sebagai patokan (terutama tahun 2016), misalnya ada web juragatelur.com (memiliki DA tinggi) dan web ikanhias.com (fresh domain), keduanya bermain di niche yang sama, yakni jual ikan hias. Maka sering sekali google lebih memprioritaskan nama domain yang berhubungan dengan niche yang ada.
    Sama halnya kita, saat ada 2 web yang namanya berbeda, satu juragatelor.com dan satu lagi ikanhias.com, niat kita ingin membeli ikan hias, tentu yang kita sangka web yang menjual ikan hias adalah web ikanhias.com bukan? Nah web juragantelor.com malah kita sangka lebih ke web campur aduk yang kebetulan saja ada jual ikan hias. Begitu juga google, sama seperti manusia berpikirnya, makanya kita sering terkecoh dan merasa google bisa diakali secara berlebihan. Semenjak tahun 2016, DA bukanlah segala-galanya.
  • Reputasi domain masa lalu tidak kita ketahui, banyak tidaknya link spam terkadang sulit dideteksi, jadi untuk masalah ini jadi pertimbangan juga.

Jika kamu sudah tahu keuntungan dan kerugian domain expired, dan kamu ingin mencoba peruntungan dengan memilih domain expired, maka ayuk kita coba belanja domain expired.

Harus di-ingat, perburuan domain expired tidaklah mudah. Kamu harus saling sikut dengan pembeli lain untuk mendapatkan domain yang bagus. Selain harus jeli dan saling mencocoki antara data satu dengan data lainnya, karena sering saling simpang siur. Nanti kamu akan paham saat kita coba untuk memulai perburuan domain.

Pertama, jika ingin membeli domain yang expired, kunjungi situs expireddomains.net untuk melacak domain expired yang bisa didaftarkan. Disana kamu boleh melihat daftar domain expired yang tersedia. Jika kamu ingin mencari domain sesuai niche, maka isikan keyword pada kolom pencarian, nanti daftar domain expired akan muncul seperti gambar ini:

Saya mencontohkan mencari domain dengan niche coffee. Lihatlah, muncul banyak domain yang bisa kamu pilih. Domain yang bisa kamu beli langsung adalah domain dengan status “register”.

Misalnya domain BornGreenCoffee.com, disini tertera bahwa domain ini memiliki backlink 92.9 K dan berdasarkan archive.org list domain ini terlacak sejak tahun 2015. Status domain ini register, artinya bisa didaftarkan kembali. Saya lebih suka mendaftarkannya di namecheap untuk domain expired seperti ini.

Oke, sekarang coba kita cek di moz.com:

DA >20. Cukup lumayan, namun sayanya PA 1 bahkan Link ex tidak terbaca. Artinya kita ragu untuk mendaftarkan domain ini. Kalau gitu, kita coba lihat dulu menggunakan seoprofiler.com

Disini tampak Link yang terbaca hanya 24 dari 3 web. Artinya cukup lemah, dan skor LIS pun hanya 2%.

Sekarang coba kita cek apakah domain ini masih sehat atau sudah ditendang oleh google. Cek disini: http://pixelgroove.com/serp/sandbox_checker/

Oke, domainnya kelihatannya memang belum ditendang google.

Terakhir, buka who.is dan lihat data registrasi dari domain ini:

Bahkan disini domain ini tidak ada pertanda baik.

Kesimpulannya: saya tidak akan membeli domain BornGreenCoffee.com meski domain sekilas tampak bagus. Kalau begitu apa yang harus saya lakukan? Lanjutkan perburuan, mencari domain lain yang memiliki nilai yang dapat dipercaya dari semua langkah diatas. DA yang kita harapkan adalah diatas >15 dan BL > 1000, selebihnya akan kita sesuaikan kevaliditasnya dari berbagai situs.

Sekarang kamu sudah mengetahui tentang domain baru dan domain expired, sekarang tergantung kamu mau pilih yang mana. Saya sendiri lebih menyukai domain baru, meski harus dibuilding 2-3 bulan, tapi proses buildingnya dapat kita kontrol sebaik mungkin. Apakah saya jarang membeli domain expired? Tidak juga, saya juga sering membeli domain expired, itu jika saya mendapatkan yang bagus dan saya yakin domain yang sama beli itu bisa dikembangkan lagi.

Pemula atau yang sudah lama berkecimbung di dunia internet sama saja, memilih domain tentang hal yang tidak boleh dilakukan sembarangan, karena kesalahan memilih domain dapat menyebabkan webnya tidak maksimal berkembangnya.

Jadi, saya ingin tarik kesimpulan seperti ini:

  • Jika kamu baru memulai mendalami dunia website dan blog, maka domain baru lebih cocok untuk kamu.
  • Jika kamu pemilik toko online, pemilik web perusahaan dan blogger personal, maka pilihlah domain baru dengan mendaftarkan berdasarkan panduan diatas.
  • Jangan terkecoh dengan webhosting yang suka banting harga murah, cek dengan seksama reputasi webhostingnya.
  • Pastikan nama domain tidak ambigu (salah kaprah) dan mudah di-ingat.
  • Untuk domain toko online atau blog penghasil uang, usahakan mengandung niche pada domainnya, untuk web perusahaan gunakan nama perusahaan atau brand sebagai domain, dan blog personal terserah boleh nama pribadi atau nama beken lainnya.
  • Utamakan mendaftarkan domain .com atau co.id (untuk perusahaan Indonesia), kecuali dalam kondisi tertentu kamu terpaksa menggunakan ektensi domain lainnya.
  • Jika kamu keukeh memilih domain expired, pastikan kamu mengikuti step-step yang saya lewati. Pastikan semua nilai skornya masuk akal.

Oke, semua tentang domain sudah saya jelaskan. Apakah ada hal yang ingin di-diskusikan? Jika ada mari kita bincangkan di kolom komentar dibawah ini.

Seri belajar Panduan Membuat Website

Tahap 1: Belajar HTML

Tahap 2: Belajar CSS

Tahap 4: Belajar Tentang Hosting

Tahap 5: Belajar WordPress

Tahap 6: Belajar Blogger.com

12 Replies to “Teknik Memilih Domain agar Berhasil Memenangkan Halaman 1 Google”

  1. Terima kasih untuk artikelnya, sangat membantu saya dalam cara memilih expired domain, terlebih tentang beberapa tools yang harus dipakai.. Mohon masukkannya, apakah tehnik memilih expired domain ini masih bagus utk membuat PBN ? Trmksh sblmnya

  2. Terima kasih untuk artikelnya, sangat membantu saya dalam cara memilih expired domain, terlebih tentang beberapa tools yang harus dipakai.. terima kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *