3 Cara Mainstream Mendapatkan Uang di Internet


monzaaulia@outlook.com (20 Maret 2017) - Banyak orang yang akhir-akhir mulai tergiur dengan ladang basahnya internet. Gimana tidak, kisah sukses orang IT telah menjadi magnet bagi  orang-orang untuk juga ingin sukses di dunia internet. Sayang sekali, mereka yang termakan mentah-mentah kisah sukses tersebut langsung terjun tanpa belajar untuk memahami apa yang mereka geluti.

Menjadi sukses di dunia teknologi tidaklah mudah, tidak seperti yang banyak motivator gadungan bicarakan. Semua itu butuh proses, kerja keras, dan sedikit keberuntungan. Jika anda sudah bekerja keras namun belum berhasil, berarti proses anda belumlah klimaks. Anda sudah bertahun-tahun bekerja keras untuk mendapatkan tempat di internet namun belum berhasil, sehingga merasa dunia teknologi bukanlah tempatnya anda.

Janganlah bersedih, setiap dari kita punya batas, jika anda tidak berhasil di bidang ini, carilah bidang lain yang mungkin cocok untuk anda. Manusia memang sudah ditakdirnya dengan jalannya masing-masing. Janganlah memaksakan diri, karena itu sama saja anda menyiakan waktu hidup di dunia.

Apa saja ladang uang yang paling banyak digeluti di internet?

1. Jadi publisher Adsense


Era tahun 2008 s/d 2010 memang masa emasnya Adsense di Jakarta dan Bandung. Tapi semakin beranjak tahun 2011, pemain adsense di ibukota kian menurun karena beralihnya tren startup dan ecommerce. Di beberapa provinsi, Adsense masih menjadi primadona bagi para pendulang rejeki internet, diantara mereka yang saya kenal memang berhasil tembus lebih 20 jutaan tiap bulannya sampai saat ini. Artinya ini memang ladang basah yang bisa dimasuki oleh siapa saja.

Tapi apakah anda yakin kalau anda ingin jadi publisher?

Pada pembahasan sebelumnya saya sudah memaparkan tentang pahitnya dunia Google Adsense dan solusi mengurangi rasa pahit Google Adsense, tapi masih saja tidak pernah bosan akan sisi negative dari Adsense ini. Yuk coba kita ulang lagi tentang pahitnya Adsense.

Kerja keras dan bergadang semalaman. Mereka yang menghasilkan 10 s/d 20 juta lebih perbulan, hampir rata-rata memiliki blog lebih dari satu, bisa lima atau lebih. Sehingga mereka dipaksa  untuk update terus artikel unik, dan kebanyakan dari mereka posting minimal satu artikel per hari untuk satu blog. Biasanya satu blog mereka update lima artikel per hari. Kebayangkan apa yang terjadi? anda perlu ngetik siang malam, waktu tidur anda jadi berkurang, apalagi waktu untuk senang-senang. Kecuali kalau anda mau keluarkan modal untuk menyewa penulis, atau kalau anda nekat anda bisa coba gaya spin. Ada harga yang perlu dibayar dan resiko yang harus diterima.

Blog belum tentu diterima oleh Google. Nah ini yang paling menyakitkan, sudah capek-capek persiapkan blog, eh pada saat di daftarkan, Google menolaknya. Terpaksa anda perlu mencari koneksi teman-teman yang menjual akun adsense, harganya mungkin berkisar 1 jutaan per akun.

Stres mikirin visitor. Jumlah visitor berbanding lurus dengan pendapatan. Kalau visitornya banyak, tentu pendapatan adsense kita juga banyak. Masalahnya tidak mudah untuk mencari visitor. Anda perlu berkompetisi dengan blogger lain, perlu perbanyak skill tentang SEO, dan mungkin saja perlu sedikit mengeluarkan modal untuk beriklan.

Rentan banned. Google tidak segan-segan untuk membanned sebuah blog yang menurut mereka melanggar TOS, meski si pemilik blog merasa tidak pernah melakukan kesalahan. Mereka yang sudah mendapatkan puluhan juta perbulan dari adsense sudah banyak makan asam garam kalau soal ini, jadi sudah biasa buat mereka. Nah Anda? yang baru main adsense, capek-capek mendapatkan akunnya, eh pas beberapa hari sebelum gajian malah dibanned. Sakitnya tuh disini. Saya saja yang baru 2 kali dibanned akun, demam 3 hari 3 malam.

2. Jadi pelaku startup


Saya kurang tahu kapan sebenarnya demam startup melanda Indonesia. Tapi yang pasti, kiprah lahirnya bibit-bibit startup sudah dimulai sejak tahun 2010 di beberapa kota besar. Startup ini boleh dikatakan sebagai sebuah perusahaan rintisan berbasis teknologi. Startup ada yang sukses besar, namun ada juga yang gagal. Contoh yang paling sukses menurut saya yakni Tokopedia, Bukalapak, Traveloka dan Go-Jek. Mungkin merekalah yang bisa dikatakan rajanya startup lokal. Tapi apakah segampang itu menjadi sukses di dunia startup? Tentu tidak. Apa saja kepahitannya? Mari simak poin-poin ganas dibawah ini:

Butuh ide hebat. Jika anda penjiplak, maka dunia ini jelas tidak cocok untuk anda. Mereka yang berhasil adalah mereka yang benar-benar memiliki ide briliant, sebuah ide yang memang berbeda dengan startup lainnya. Disinilah kebanyakan kita kalah, krisis ide, sampai-sampai karena terlalu ngebet ingin mendirikan startup kita malah ikut-ikutan ide orang duluan berhasil. Seorang penjiplak sebenarnya telah menggali lubang kegagalannya sendiri.

Pernah dulu ada situs microblogging yang layanannya sangat mirip Twitter, kalau tidak salah namanya Helloo. Kalian tahu apa yang terjadi dengan situs itu? Tidak lama setelah dibangun, situs itu harus menutup layanannya karena tidak sanggup bersaing dengan pendahulunya, Twitter.

Jadi, di dunia startup ide produk itu paling penting. Dunia startup lebih condong menghasilkan produk berupa ide yang dapat digunakan untuk membantu pengguna layanan.

Butuh ilmu pemprograman. Kalau memang anda jago pemprograman, mungkin ini bisa jadi modal dasar anda untuk mendirikan sebuah startup. Tapi jika anda buta dengan dunia pemprograman, artinya anda perlu menyewa programmer lepas yang bisa jadi anda perlu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Namun ini tidak ada apa-apanya jika elemen pokok dari sebuah startup tidak anda miliki, yakni ide.

Rumitnya manajemen. Disini anda dipaksa untuk membuka jalan supaya dapat mempromosikan produknya. Kalau memang anda bukanlah orang yang terbiasa dengan ini, saran saya berpikirkan dua kali untuk bergelut di bidang ini.

Ngomong-ngomong, kalau memang anda serius ingin menjajaki dunia startup, ada baiknya anda membaca beberapa artikel dailysocial. Situs ini banyak membahas tentang perkembangan startup lokal dan Internasional. Semoda dailysocial bisa membuka wawasan anda tentang startup.

3. Jadi penjual online


Mungkin ini satu-satunya yang memungkinkan untuk anda geluti. Bidang ini menurut saya tidak serem-serem amat. Disini anda hanya perlu menyiapkan produk yang akan dijual, lalu mempromosikan di internet, dan tinggal proses transaksi jika ada yang beli. Sayangnya, ecommerce juga memiliki kendala tersendiri.

Mari kita kupas kendala yang saya maksud.

Masih rendahnya kepercayaan konsumen. Mungkin hal ini bisa disiasati dengan menggunakan transaksi Bukalapak atau Tokopedia. Namun masih ada kendalanya, misalnya barang yang sudah deal perlu dikirimkan ke pelanggan. Nah artinya anda perlu modal dasar yang dipakai untuk mengirim barang tersebut sebelum anda mendapatkan uang anda dari Bukalapak atau Tokopedia. Kalau satu dua barang tidak masalah, nah kalau pembeliannya banyak?

Ketatnya persaingan. Jual beli online memang semakin bertumbuh, artinya sangat banyak penjual online selain anda. Berarti ini menjadi masalah tersendiri untuk anda. Saya sendiri masih sulit mendapatkan celah bagaimana bersaing dengan kompetitor lain.

Barang tidak laku. Kalau anda menjual sesuatu barang yang mudah didapatkan dipasar, tentu sangat sulit laku di internet. Anda harus berpikir keras barang apa yang bisa dijual di internet. Yang artinya barang tersebut memang sulit didapatkan di pasar pada umumnya.

Kendala pengiriman bagi penjual luar Jabodetabek. Saya masih beranggapan bahwa kalau ingin menjadi pelaku bisnis online yang sukses, hijrahlah ke ibukota!. Saya harus katakan, 50% pelaku jual beli berpusat di ibukota, artinya 50% pelanggan anda berada di Jakarta (berdasarkan survei pribadi). 

Nah, kalau anda misalnya berada di Aceh atau Papua, sangat menyulitkan karena biaya pengiriman akan membengkak, apalagi biaya pengiriman lebih mahal ketimbang dari harga barang itu sendiri. Kecuali anda menjual produk etnik daerah, nah kalau ini beda lagi ceritanya.

Oke, sudah paham kan? Mencari uang di internet sepertinya begitu sulit ya. Ladang ini hanya cocok bagi mereka yang tahan banting, kreatif, dan mampu bekerja dibawah tekanan. Modal dana memang bukan sesuatu yang penting, namun adakala anda membutuhkan sedikit modal supaya anda bisa lebih kuat dalam bersaing di ladang yang basah.

Langkahi dulu rintangan di atas, baru anda bisa berhasil seperti mereka-mereka yang berpenghasilan dari internet. Tidak harus 10 juta keatas, dapat 3 juta perbulan saja dari internet saya pikir anda sudah cukup sukses, apalagi internet anda jadikan sebagai usaha sampingan selain profesi utama anda sebagai pekerja kantoran atau guru misalnya.

Tapi sebenarnya mencari uang di internet bisa mudah jika anda memang orang inovatif dan brilian, misalnya anda memanfaatkan internet untuk menjual skill dasar anda. Begitu lebih gampang ketimbang ketiga jalur diatas. Nanti pada artikel selanjutnya saya ingin membahas bagaimana skill dasar anda dapat dijual di internet.


Baiklah, barangkali ada yang ingin di diskusikan, silahkan meluncur ke kolom komentar. Mohon maaf, komentar yang berbau promosi situs perjudian dan situs yang melanggar hukum lainnya akan saya hapus tanpa peringatan. Mohon dimengerti.

Artikel ini bermanfaat? Share ke Jejaring Sosial Anda.

Artikel lain:

2 Komentar untuk "3 Cara Mainstream Mendapatkan Uang di Internet"